Deretan Emiten Tebar Dividen Mei 2026, dari ISAT hingga ARCI
llustrasi Dividen ()
20:00
10 Mei 2026

Deretan Emiten Tebar Dividen Mei 2026, dari ISAT hingga ARCI

- Sejumlah emiten akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Emiten yang membagi dividen berasal dari beragam sektor, mulai dari telekomunikasi, perbankan, konstruksi, pelayaran, hingga pertambangan.

Nilai dividen yang dibagikan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah. Kondisi ini mencerminkan kinerja keuangan emiten yang masih solid di tengah tekanan pasar saham sejak awal tahun 2026.

PT Indosat Tbk (ISAT) menjadi salah satu emiten dengan nilai dividen terbesar, yakni Rp 3,57 triliun. Selain itu, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga menyiapkan dividen Rp 1,51 triliun, sementara Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen Rp 850,17 miliar.

Baca juga: Dividen BBRI Rp 31,47 Triliun Cair Hari Ini, Investor Terima Rp 209 Per Saham

Emiten Telekomunikasi dan Perbankan Dominasi Dividen Jumbo

PT Indosat Tbk (ISAT) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 3,57 triliun atau Rp 111 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 5 Mei 2026.

Corporate Secretary ISAT Reski Damayanti mengatakan, pembagian dividen ditopang laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 5,5 triliun dengan total ekuitas Rp 39,5 triliun per akhir 2025.

“Dividen per saham mencapai Rp 111,” tulis Reski dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 13 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Baca juga: Freeport Indonesia Setor Rp 75 T ke Negara: Pajak, Royalti, Dividen 2025

Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), saham ISAT ditutup menguat 4,19 persen ke level Rp 2.240 per saham. Meski demikian, secara year to date saham ISAT masih terkoreksi 3,45 persen.

Dewan Direksi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT)KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN Dewan Direksi PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT)

Di sektor perbankan syariah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,51 triliun atau Rp 32,81 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 7,56 triliun. Per akhir 2025, total ekuitas BRIS tercatat mencapai Rp 51,95 triliun.

Cum dividen BRIS di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 13 Mei 2026, sementara pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Sementara itu, Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membagikan dividen tunai sebesar Rp 850,17 miliar atau Rp 56,62 per saham.

Dividen BJTM berasal dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 1,54 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp 12,94 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 18 Mei 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 5 Juni 2026.

Baca juga: MARK Tebar Dividen Rp 50 per Saham, Yield Berpotensi 11 Persen

Emiten Tambang dan Pelayaran Ikut Royal Tebar Dividen

Dari sektor tambang emas, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) akan membagikan dividen tunai senilai 60 juta dollar AS dari laba tahun buku 2025. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sekitar 60 persen.

Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan, separuh dari total dividen itu telah dibagikan lebih dulu dalam bentuk dividen interim pada Desember 2025.

“Masih ada dividen final yang akan dibagikan,” ujar Rudy dalam paparan publik, Kamis (7/5/2026).

Kinerja ARCI sepanjang 2025 melonjak signifikan. Perseroan membukukan laba bersih 103 juta dollar AS atau naik 884 persen secara tahunan, didorong kenaikan pendapatan 72 persen menjadi 496 juta dollar AS.

Pada penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026), saham ARCI naik 1,26 persen ke level Rp 1.605 per saham.

Di sektor pelayaran, PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) memutuskan membagikan dividen tunai Rp 95,19 miliar atau Rp 35 per saham sesuai hasil RUPST pada 6 Mei 2026.

Corporate Secretary SHIP Anastasia Xenia mengatakan, total dividen yang dibagikan mencapai Rp 95,19 miliar.

“Nilai dividen per saham mencapai Rp 35,” kata Anastasia, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Produksi Emas Naik 33 Persen, ARCI Tebar Dividen Rp 1 Triliun

Pembayaran dividen SHIP dijadwalkan pada 26 Mei 2026, sedangkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 18 Mei 2026.

Pembagian dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 17,98 juta dollar AS dengan total ekuitas mencapai 117,91 juta dollar AS per akhir 2025.

Meski membagikan dividen, saham SHIP justru melemah 14,88 persen ke level Rp 3.490 per saham pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Sejak awal tahun, saham SHIP telah terkoreksi 27,74 persen.

Di sektor pertambangan nikel, PT PAM Mineral Tbk (NICL) membagikan dividen final Rp 63,81 miliar atau Rp 6 per saham.

Jika digabung dengan dividen interim, total dividen NICL untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 382,88 miliar atau Rp 36 per saham.

Perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp 319,06 miliar atau Rp 30 per saham.

Baca juga: RATU Bagikan Dividen Rp 122 Miliar, Setara Rp 45 Per Saham

Emiten Konstruksi hingga Kimia juga Tebar Dividen

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) juga menetapkan dividen tunai sebesar Rp 375,1 miliar atau Rp 110 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 414,3 miliar dengan total ekuitas Rp 1,32 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 18 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dilakukan pada 5 Juni 2026.

Sementara itu, PT Lautan Luas Tbk (LTLS) membagikan dividen tunai sebesar Rp 45,4 miliar atau Rp 31 per saham.

Dividen LTLS berasal dari laba bersih Rp 149,45 miliar pada tahun buku 2025 dengan total ekuitas mencapai Rp 3,3 triliun.

Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 19 Mei 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 29 Mei 2026.

Adapun PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,93 miliar atau Rp 1,5 per saham.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 10,54 miliar dengan total ekuitas Rp 170,88 miliar per akhir 2025.

Pembayaran dividen KUAS dijadwalkan pada 10 Juni 2026.

Tag:  #deretan #emiten #tebar #dividen #2026 #dari #isat #hingga #arci

KOMENTAR