Harga Minyak Dunia Melonjak Usai AS dan Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai
- Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada awal perdagangan Asia, Senin (11/5/2026), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan terkait proposal perdamaian yang diajukan Washington.
Kondisi ini membuat gangguan pasokan energi global masih berlanjut karena Selat Hormuz tetap belum sepenuhnya dibuka.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 3,18 dollar AS atau 3,14 persen menjadi 104,47 dollar AS per barrel. Kenaikan ini melanjutkan penguatan 1,23 persen pada perdagangan Jumat pekan lalu.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak 4 Persen Usai Trump Tolak Proposal Iran
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,09 dollar AS atau 3,24 persen menjadi 98,51 dollar AS per barrel, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,64 persen.
Harapan pasar terhadap berakhirnya konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama 10 pekan pupus, setelah Presiden AS Donald Trump menolak respons Iran atas proposal perundingan damai yang diajukan Washington.
Pada hari Minggu, Trump menyatakan bahwa respons Iran terhadap proposal tersebut sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima".
Trump pun dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu mendatang dan diperkirakan akan membahas isu Iran dengan Presiden China Xi Jinping.
"Perhatian pasar kini sepenuhnya beralih ke kunjungan Presiden Trump ke China pekan ini," ujar Analis pasar IG, Tony Sycamore.
Ia menambahkan, pasar berharap China dapat menggunakan pengaruhnya terhadap Iran untuk mendorong gencatan senjata dan mengakhiri gangguan di Selat Hormuz.
"Ada harapan Trump dapat meyakinkan Beijing untuk memanfaatkan pengaruhnya terhadap Iran guna mendorong gencatan senjata menyeluruh dan penyelesaian gangguan yang sedang berlangsung di Selat Hormuz," ucapnya.
Baca juga: Gangguan di Selat Hormuz Picu Hilangnya 1 Miliar Barel Minyak Global
Sementara itu, CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barrel minyak selama dua bulan terakhir akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Menurut dia, pasar energi juga membutuhkan waktu untuk kembali stabil meski distribusi minyak nantinya kembali normal.
Data pelacakan kapal Kpler menunjukkan dua kapal tanker pengangkut minyak mentah keluar dari Selat Hormuz pekan lalu dengan mematikan alat pelacak untuk menghindari serangan Iran.
Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya upaya eksportir minyak Timur Tengah untuk mempertahankan pengiriman energi di tengah ancaman keamanan di kawasan tersebut.
Tag: #harga #minyak #dunia #melonjak #usai #iran #gagal #capai #kesepakatan #damai