Saat Seruan Boikot Piala Dunia Datang dari Eks Presiden FIFA...
- Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter menyuarakan dukungannya terhadap boikot bagi para penggemar sepak bola untuk tidak datang langsung ke Amerika Serikat (AS) pada Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Blatter melalui media sosial X, menanggapi kritik pedas yang dilontarkan oleh pakar antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth.
Keduanya secara terbuka mempertanyakan kelayakan "Negeri Paman Sam" sebagai tuan rumah di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Baca juga: Piala Dunia Terancam Diboikot Sang Langganan Juara, jika AS Caplok Greenland
"Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini," tulis Blatter, yang memimpin FIFA pada periode 1998–2015.
Alasan keamanan dan kebijakan imigrasi
Mark Pieth, seorang pengacara Swiss yang pernah memimpin pengawasan reformasi FIFA, menilai situasi domestik dan luar negeri AS saat ini tidak kondusif bagi pendatang.
Ia menyoroti kebijakan imigrasi yang keras serta isu keamanan di sejumlah kota, termasuk Minneapolis.
Dalam wawancara dengan media Swiss, Pieth memberikan saran ekstrem bagi para suporter.
"Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita bahas, hanya ada satu saran untuk para penggemar: Jauhi Amerika Serikat! Toh, Anda akan menontonnya lebih baik di televisi," ujar Pieth.
Ia juga memperingatkan adanya risiko deportasi sepihak bagi pengunjung. "Setibanya di sana, para suporter harus bersiap jika mereka tidak menyenangkan petugas, mereka akan langsung dipulangkan dengan penerbangan berikutnya. Jika mereka beruntung," tambahnya.
Kekhawatiran Pieth didasari oleh beberapa insiden kekerasan baru-baru ini, termasuk penembakan pengunjuk rasa bernama Renee Nicole Good oleh agen imigrasi di Minneapolis, serta laporan kematian warga AS lainnya, Alex Pretti.
Baca juga: Kematiannya Picu Amarah Warga AS, Siapa Renee Nicole Good yang Ditembak Agen ICE?
Kendala travel ban bagi suporter
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.Selain masalah keamanan, kebijakan travel ban atau larangan perjalanan yang diterapkan pemerintahan Trump juga menjadi hambatan besar bagi para "pemain ke-12".
Saat ini, suporter dari Senegal dan Pantai Gading dilarang masuk ke AS kecuali telah memiliki visa.
Kebijakan serupa juga menyasar negara peserta lain seperti Iran dan Haiti. Trump beralasan bahwa kebijakan ini diambil karena adanya kekurangan dalam proses penyaringan dan pemeriksaan keamanan di negara-negara tersebut.
"Apa yang kita lihat di dalam negeri—marjinalisasi lawan politik, penyalahgunaan oleh dinas imigrasi, dan sebagainya—hampir tidak mendorong penggemar untuk pergi ke sana," tegas Pieth dalam wawancara terpisah.
Baca juga: FIFA Ketar-ketir Usai Ribuan Fans Diduga Batalkan Tiket Piala Dunia, Kenapa?
Harga tiket melambung tinggi
Tak hanya isu politik, Piala Dunia 2026 yang akan digelar bersama oleh AS-Kanada-Meksiko ini juga menuai kritik tajam terkait aspek ekonomi. Harga tiket dilaporkan melonjak drastis akibat sistem harga dinamis.
Untuk partai final yang akan digelar di Stadion MetLife pada 19 Juli, harga tiket resmi Kategori 1 mencapai 8.680 dollar AS atau sekitar Rp 145 juta. Angka ini dinilai sangat tidak terjangkau bagi sebagian besar suporter.
Kondisi ini bahkan memicu Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Jerman, Oke Gottlich, untuk mulai mempertimbangkan langkah boikot secara serius.
Menanggapi gelombang kritik tersebut, Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, tetap optimis.
Infantino, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Donald Trump, menepis kekhawatiran bahwa stadion akan sepi.
"Orang-orang ingin pergi, dan mereka akan pergi serta merayakan bersama. Kita selalu, selalu merayakan sepak bola bersama," ujar Infantino merespons unggahan Blatter.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ini adalah kali pertama turnamen akbar empat tahunan itu diikuti 48 tim peserta.
Baca juga: Tiket Termurah Piala Dunia 2026 Rp 1 Juta, FIFA Ungkap Kenapa Mahal
Tag: #saat #seruan #boikot #piala #dunia #datang #dari #presiden #fifa