IHSG Hari Ini Anjlok, Analis: Koreksi Bukan Cerminan Fundamental
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1/2026). IHSG naik 24,32 poin atau 0,27 persen ke level 8.975,33.()
13:36
28 Januari 2026

IHSG Hari Ini Anjlok, Analis: Koreksi Bukan Cerminan Fundamental

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dibuka di zona merah. Pada awal sesi, IHSG berada di level 8.393,51.

IHSG anjlok lebih dari 6 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Hingga pukul 10.45 WIB, aktivitas perdagangan terpantau sangat aktif. Total volume transaksi mencapai 336,4 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 23,4 triliun.

Baca juga: IHSG Anjlok, Ini yang Perlu Dilakukan Investor Pemula agar Tak Salah Langkah

Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.DOKUMENTASI BEI Ilustrasi IHSG. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang menembus level 10.000.

Sejumlah analis menilai, pelemahan IHSG kali ini dipengaruhi oleh pernyataan dan kebijakan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pada Selasa (27/1/2026), MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks.

MSCI menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko investability serta memberikan ruang bagi otoritas pasar Indonesia untuk memperkuat sejumlah aspek yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Salah satu sorotan utama adalah transparansi struktur kepemilikan saham.

Baca juga: IHSG Anjlok 7,71 Persen, BEI: Kami Akan Koordinasi dengan Semua Pihak

Mencermati perkembangan tersebut, para analis mengimbau investor untuk tidak bersikap reaktif. Mereka menilai koreksi pasar yang terjadi justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang, terutama bagi investor dengan horizon jangka menengah hingga panjang.

Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) David Sutyanto memandang situasi ini sebagai momentum perbaikan, bukan semata-mata ancaman bagi pasar modal nasional.

“Pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat, jumlah investor domestik yang terus bertumbuh, fundamental ekonomi yang relatif solid, serta emiten dengan kualitas bisnis yang kompetitif secara regional,” tulis David dalam keterangannya.

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/THAPANA STUDIO Ilustrasi saham.

Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan ke depan terletak pada kemampuan infrastruktur regulasi dan konsistensi kebijakan untuk mengimbangi perkembangan pasar. Menurutnya, penguatan transparansi data dan tata kelola menjadi faktor penting agar kepercayaan investor tetap terjaga.

Baca juga: IHSG Anjlok, Pasar Merespons Pembekuan Indeks MSCI

David juga menilai, koreksi IHSG yang terjadi hari ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru yang bersifat struktural.

Lebih lanjut, ia melihat kondisi ini sebagai kesempatan bagi pasar modal Indonesia untuk melakukan penguatan secara menyeluruh. Jika dimanfaatkan dengan baik, proses tersebut berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka panjang.

“Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya status Indonesia sebagai *Emerging Market* yang dapat dipertahankan, tetapi kualitas pasar modal nasional justru dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh investor global,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta.

Baca juga: Rupiah Pagi Menguat, IHSG Anjlok Hampir 7 Persen

Ia menilai, pelemahan IHSG yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Menurut Nafan, secara makro, perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik. Oleh karena itu, koreksi indeks yang terjadi dinilai lebih dipicu oleh sentimen pasar ketimbang pelemahan fundamental.

“Secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi Indonesia sebenarnya masih solid,” tegas Nafan.

Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau investor untuk tetap tenang dalam menyikapi volatilitas pasar. Penurunan IHSG, menurutnya, dapat dipertimbangkan sebagai peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi secara selektif.

Baca juga: MSCI Bekukan Rebalancing Indeks Saham RI, IHSG Dibuka Anjlok Hampir 600 Poin

“Dengan adanya penurunan IHSG ini, investor sebaiknya tidak panik dan dapat mempertimbangkan strategi buy on dip,” pungkasnya.

Tag:  #ihsg #hari #anjlok #analis #koreksi #bukan #cerminan #fundamental

KOMENTAR