Saham Konglomerat Diuji Kebijakan Baru MSCI
Ilustrasi saham.(SHUTTERSTOCK/FEYLITE)
13:24
28 Januari 2026

Saham Konglomerat Diuji Kebijakan Baru MSCI

Pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai perubahan metodologi penghitungan porsi saham public alias free float di pasar saham domestik menekan indeks harga saham gabungan (IHSG) perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG tertekan hingga 7 persen pada awal perdagangan dan kemudian ditutup pada sesi I perdagangan 7,34 persen ke level 8.321,22.

Tekanan tersebut muncul lantaran MSCI membekukan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia, hingga otoritas terkait menemukan menjamin mekanisme free float di Tanah Air.

Baca juga: BEI Lakukan Koordinasi Menyeluruh Menyikapi Keputusan MSCI

Ilustrasi pasar saham.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham.

Keputusan MSCI ini berlaku efektif segera dan mencakup seluruh perubahan indeks, baik yang berasal dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi.

Imbas dari kabar tersebut, saham emiten yang terafiliasi dengan para taipan di Tanah Air terkoreksi, bahkan beberapa mencatatkan penurunan lebih dari 10 persen.

Saham milik Keluarga Bakrie misalnya kompak tertekan. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami Auto rejection Bawah (ARB) dengan penurunan 14,53 persen ke level Rp 294 dan kontraktornya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga ditutup ARB di sesi I ke level Rp 570.

Emiten properti yang berafiliasi dengan kelompok Salim dan Agung Sedayu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), juga mengalami ARB dengan penurunan 14,89 persen ke level Rp 9.575.

Baca juga: Pembekuan MSCI Jadi Alarm Pasar Modal RI, Regulator Punya Waktu 3-4 Bulan

Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) ARB ke level Rp 6.250.

Ilustrasi saham, pergerakan saham. SHUTTERSTOCK/SHUTTER_O Ilustrasi saham, pergerakan saham.

Dari grup Prajogo Pangestu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup melemah di sesi I sebesar 14,81 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 13,76 persen ke level Rp 1.535, PT Petrosea Tbk (PTRO) mengalami ARB dengan merosot 14,87 persen ke level Rp 7.300, PT Chandra Daya Investasma Tbk (CDIA) koreksi 14,64 persen ke level Rp 1.195 serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi 14,47 persen ke level Rp 8.125.

Namun, sejumlah emiten konglomerat lain mengalami penurunan lebih terbatas. Di antaranya saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong terkoreksi 6,17 persen, serta saham milik Boy Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang masing-masing terkoreksi 5,24 persen dan 4,72 persen.

Sementara saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sempat turun 5,71 persen ke level Rp.6.600 melakukan perlawanan sehingga pada penutupan sesi I hanya terkoreksi 1,79 persen di harga Rp 6.875. (Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Saham Konglomerat Diuji Kebijakan Baru MSCI

Tag:  #saham #konglomerat #diuji #kebijakan #baru #msci

KOMENTAR