Infeksi HPV Bukan Penyakit Menular, tapi Bisa Sebabkan Kanker Serviks
– Selama ini, banyak orang menganggap infeksi Human Papillomavirus (HPV) sebagai penyakit menular seksual. Stigma tersebut membuat pembahasan soal HPV kerap diselimuti rasa malu, takut, bahkan penilaian moral.
Padahal, menurut dokter, cara pandang itu tidak sepenuhnya tepat dan justru perlu diluruskan agar masyarakat tidak salah memahami risiko serta cara pencegahannya.
Perwakilan Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI) Dr. dr. Tofan Widya Utami, SpOG(K) menegaskan, HPV dan kanker serviks tidak bisa serta-merta dikategorikan sebagai penyakit menular seksual.
“Kanker serviks dan virus HPV itu bukan sexually transmitted disease. Ini adalah sebuah paradigma yang harus kita ubah,” katanya saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).
Cara penularan virus HPV jauh lebih luas dan bisa terjadi dalam aktivitas sehari-hari yang sering kali tidak disadari.
Baca juga: Kemenkes Beri Layanan Skrining HPV Gratis Mulai Tahun 2026
HPV bisa menyebar lewat banyak cara
Dokter Tofan menjelaskan, secara ilmiah memang benar HPV bisa ditularkan melalui hubungan seksual. Namun, penularannya tidak terbatas pada aktivitas tersebut saja.
“Memang benar secara ilmiah virus ini bisa ditularkan melalui hubungan seksual. HPV ini bisa menyebar lewat jabatan tangan atau bahkan lewat alat gym, toilet dan lain sebagainya,” jelasnya.
HPV termasuk virus yang cukup mudah berpindah dari satu individu ke individu lain melalui kontak langsung maupun tidak langsung.
Benda-benda yang sering disentuh banyak orang dan kurang terjaga kebersihannya bisa menjadi media perpindahan virus.
Maka dari itu, mengaitkan HPV semata-mata dengan perilaku seksual justru membuat pemahaman menjadi sempit.
Baca juga: Efektif, Uji Coba Pengambilan Sampel Mandiri untuk Deteksi Kanker Serviks
Terdapat lebih dari 100 jenis HPV dan beberapa jenis virusnya jadi penyebab kanker serviks (leher rahim).
Namun, dr. Tofan menekankan, paparan HPV tidak otomatis berarti seseorang akan menderita kanker serviks.
“Sebab, untuk menjadi kanker serviks, virus tersebut perlu intens sampai di rahim,” katanya.
Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum HPV berkembang menjadi kanker. Tidak semua infeksi HPV akan berujung pada kondisi yang serius, terlebih kanker serviks.
Baca juga: Pentingnya Skrining Dini untuk Mencegah Kanker Serviks
Paparan HPV tidak langsung menjadi kanker serviks
Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim dengan pendekatan DNA HPV dan model hub-and-spoke, di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, secara anatomi, rahim memiliki jarak tertentu dari liang vagina, sehingga virus HPV tidak serta-merta langsung mencapai organ tersebut.
Kberadaan virus di permukaan kulit atau tangan belum tentu berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan. Ada banyak faktor lain yang memengaruhi, termasuk daya tahan tubuh, kebersihan pribadi, serta intensitas paparan virus.
Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak panik berlebihan, tetapi juga tidak meremehkan. Sikap yang dibutuhkan adalah waspada secara proporsional, bukan takut berlebihan atau justru mengabaikan.
Baca juga: Deteksi Kanker Serviks di Jateng Terhalang Malu, Takut, dan Anggapan Tabu
Jangan anggap sepele, tetap utamakan kebersihan
Sebagian besar orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya sekali dalam hidupnya. Infeksi sering kali tidak bergejala dan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun berkat sistem kekebalan tubuh.
Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan diri bisa membantu mencegah penularan HPV.
“Kalau tidak menjaga higenitas, bisa saja infeksi virusnya berubah jadi kutil kelamin atau kutil di tangan manusia. Itulah mengapa penting untuk rutin mencuci tangan,” ujarnya.
Menjaga kebersihan alat-alat pribadi, tidak sembarangan menyentuh area tubuh tanpa mencuci tangan, serta berhati-hati menggunakan fasilitas umum seperti toilet dan alat olahraga bersama juga menjadi langkah preventif yang relevan.
Baca juga: Vaksinasi HPV Anak Jadi Prioritas Demi Eliminasi Kanker Serviks 2030
Tag: #infeksi #bukan #penyakit #menular #tapi #bisa #sebabkan #kanker #serviks