Inggris Larang Iklan Coinbase yang Menyiratkan Kripto sebagai Jalan Keluar Krisis Biaya Hidup
Cuplikan adegan dari iklan Coinbase yang dilarang otoritas periklanan Inggris karena dinilai tidak bertanggung jawab dan menyepelekan risiko aset kripto. (Foto: The Guardian)
17:12
28 Januari 2026

Inggris Larang Iklan Coinbase yang Menyiratkan Kripto sebagai Jalan Keluar Krisis Biaya Hidup

 

— Otoritas periklanan Inggris melarang kampanye iklan Coinbase yang dinilai menyiratkan bahwa aset kripto dapat menjadi alternatif untuk merespons krisis biaya hidup. Keputusan ini menegaskan sikap regulator Inggris dalam membatasi narasi pemasaran aset digital yang berpotensi menyesatkan publik di tengah tekanan ekonomi yang nyata.

Larangan tersebut dijatuhkan oleh Advertising Standards Authority (ASA) terhadap serangkaian iklan video dan poster milik Coinbase, bursa kripto asal Amerika Serikat, yang dinilai melanggar prinsip kehati-hatian dalam komunikasi produk keuangan berisiko tinggi. Regulator menilai kampanye tersebut memanfaatkan konteks krisis biaya hidup—isu ekonomi yang sensitif bagi publik—untuk membingkai layanan kripto secara problematik.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (28/1/2026), ASA secara tegas menyatakan iklan tersebut bersifat “tidak bertanggung jawab” dan “menyepelekan risiko aset kripto.” Menurut regulator, kampanye itu menyiratkan bahwa penggunaan layanan Coinbase dapat menjadi alternatif untuk merespons kekhawatiran finansial yang muncul akibat krisis biaya hidup.

Salah satu materi utama kampanye tersebut berupa video satir berdurasi sekitar dua menit yang menampilkan adegan warga bernyanyi ceria di tengah kondisi sosial yang memburuk, mulai dari rumah yang rusak, pemadaman listrik, lonjakan harga kebutuhan pokok, hingga kehilangan pekerjaan. Pada bagian akhir video, muncul kalimat, “Jika semuanya baik-baik saja, jangan mengubah apa pun,” yang kemudian diikuti dengan penayangan logo Coinbase—sebuah pesan penutup yang dinilai regulator bermasalah.

Dalam pertimbangannya, ASA menyatakan, “Kami menilai bahwa penggunaan humor untuk merujuk pada kekhawatiran finansial yang serius, yang disertai ajakan untuk melakukan perubahan, berisiko menyajikan produk keuangan yang kompleks dan berisiko tinggi seolah-olah sebagai solusi yang mudah atau jelas atas persoalan tersebut.” Pernyataan ini menjadi dasar utama pelarangan iklan.

Selain video, tiga poster Coinbase juga dilarang. Poster-poster tersebut memuat pernyataan besar seperti “kepemilikan rumah semakin tidak terjangkau,” “upah riil tertahan di level 2008,” dan “harga telur kini di luar anggaran,” dengan frasa “semuanya baik-baik saja” dicetak berulang dalam ukuran kecil. Pendekatan visual ini dinilai bermasalah karena mengaitkan persoalan biaya hidup dengan promosi layanan aset kripto.

Dalam konteks yang lebih luas, regulator mengaitkan penilaian tersebut dengan peringatan Otoritas Jasa Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority, yang menegaskan bahwa aset kripto “sebagian besar tidak diatur dan berisiko tinggi, serta pembeli harus siap kehilangan seluruh uang mereka.” Tanpa konteks risiko yang memadai, pesan iklan dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik.

Sebelumnya, video iklan Coinbase telah ditolak untuk ditayangkan di televisi oleh Clearcast, lembaga persetujuan iklan TV Inggris. Meski demikian, ASA mencatat materi iklan tersebut tetap beredar di berbagai platform daring, sementara poster dipasang di area dengan lalu lintas tinggi seperti London Underground dan stasiun kereta.

Di tengah pengawasan regulator tersebut, Coinbase menunjuk mantan Menteri Keuangan Inggris George Osborne sebagai ketua dewan penasihat globalnya pada Desember lalu, setelah sebelumnya menjabat sebagai penasihat perusahaan selama dua tahun. Penunjukan ini bertujuan membantu Coinbase dalam menjalin komunikasi dengan pembuat kebijakan di Inggris dan Uni Eropa.

Menanggapi langkah regulator, juru bicara Coinbase mengatakan, “Kami menghormati keputusan ASA, namun secara mendasar tidak sependapat dengan penilaian bahwa kampanye ini tidak bertanggung jawab secara sosial.” Dia menambahkan, “Iklan tersebut dimaksudkan untuk mendorong diskusi mengenai kondisi sistem keuangan dan perlunya mempertimbangkan masa depan yang lebih baik, bukan untuk menawarkan solusi yang disederhanakan atau meminimalkan risiko.”

Kasus ini menegaskan batas tegas yang ingin dijaga regulator Inggris: krisis biaya hidup tidak boleh dijadikan bingkai promosi bagi produk keuangan berisiko tinggi, meskipun dikemas dalam pendekatan reflektif dan satir.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #inggris #larang #iklan #coinbase #yang #menyiratkan #kripto #sebagai #jalan #keluar #krisis #biaya #hidup

KOMENTAR