Waspada Lonjakan Kasus Virus Nipah di India, Ini Langkah Antisipasi Kemenkes untuk Wilayah Indonesia
Kementerian Kesehatan menyatakan hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia, meski penyakit menular tersebut kembali dilaporkan muncul di India.
Pemerintah meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait temuan kasus di Asia.
Virus Nipah diketahui memiliki tingkat kematian tinggi dan belum tersedia vaksin maupun obat khusus. Masyarakat diimbau tetap waspada dan memahami risiko penularannya.
Baca juga: Situasi Terkini Ancaman Virus Nipah di Indonesia, Ini Cara Pencegahannya Menurut Kemenkes
Apa itu virus Nipah?
Virus Nipah merupakan penyakit infeksi yang pertama kali ditemukan di Malaysia pada 1998. Sejak itu, virus ini dilaporkan muncul di sejumlah negara Asia, termasuk India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina.
Penyakit ini tergolong zoonosis, yaitu infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Karena karakter penularan dan dampaknya yang serius, virus Nipah termasuk penyakit infeksi emerging yang menjadi perhatian dunia.
Baca juga: Waspada Virus Nipah dengan Gejala Mirip Flu yang Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Kemenkes
Cara penularan virus Nipah
Ilustrasi demam. Kasus Virus Nipah di India meningkat tajam dan memicu kewaspadaan global. Simak status terkini di Indonesia serta daftar gejala fatal yang wajib diwaspadai menurut Kemenkes di sini.
Sumber penularan utama virus Nipah adalah kelelawar, khususnya kelelawar pemakan buah. Selain itu, babi juga dapat menjadi perantara penularan ke manusia.
Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama lewat urine, air liur, darah, atau cairan tubuh lainnya.
Risiko juga meningkat jika seseorang mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar atau nira/air aren mentah yang terkontaminasi.
Baca juga: Dari Kelelawar ke Manusia, Ini Penyebab Virus Nipah di Balik Wabah India
Gejala dan masa inkubasi
Masa inkubasi virus Nipah berkisar 4 hingga 14 hari setelah paparan. Gejala awal umumnya bersifat umum, seperti demam, batuk, pilek, mual, muntah, dan sesak napas.
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi virus Nipah dapat berkembang menjadi gangguan saraf, ditandai dengan penurunan kesadaran hingga kejang.
Kementerian Kesehatan mencatat, pada kasus berat, tingkat kematian virus Nipah dapat mencapai 40–75 persen.
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk mengobati penyakit ini. Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah utama.
Baca juga: Kasus Virus Nipah Meningkat di India, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
Mengapa virus Nipah diwaspadai dunia?
Tingginya angka kematian, potensi penularan dari hewan ke manusia, serta belum adanya vaksin membuat virus Nipah menjadi perhatian serius komunitas kesehatan global. Setiap laporan kasus baru kerap diikuti dengan peningkatan kewaspadaan di berbagai negara.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa Indonesia hingga kini masih dalam kondisi aman.
“Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” ujar Aji dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan memperkuat sistem deteksi dini di dalam negeri.
Baca juga: Sering Dikira Flu Biasa, Kenali Gejala Virus Nipah yang Bisa Menyerang Otak
Langkah pencegahan yang dianjurkan
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana, antara lain:
- Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar.
- Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi.
- Memasak daging ternak hingga matang.
- Tidak mengonsumsi nira atau air aren mentah.
- Menghindari kontak dengan hewan sakit, terutama kelelawar dan babi.
- Menjaga daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Tetap waspada tanpa panik
Kemunculan kembali virus Nipah di negara lain menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama.
Meski Indonesia masih dinyatakan aman, memahami cara penularan, mengenali gejala, dan mengikuti imbauan resmi menjadi kunci untuk menekan risiko tanpa menimbulkan kepanikan.
Baca juga: Bukan Flu Biasa, Virus Nipah Bisa Menyerang Otak dan Berujung Fatal
Tag: #waspada #lonjakan #kasus #virus #nipah #india #langkah #antisipasi #kemenkes #untuk #wilayah #indonesia