Ketika Danantara Ikut Hadiri Pertemuan dengan MSCI
CIO Danantara, Pandu Sjahrir, saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
08:04
3 Februari 2026

Ketika Danantara Ikut Hadiri Pertemuan dengan MSCI

- Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara turut hadir dalam rangkaian pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Kehadiran Danantara menegaskan perannya sebagai investor institusional domestik di tengah upaya memperkuat kepercayaan pasar dan menindaklanjuti sejumlah masukan dari MSCI.

Chief Investment Officer BPI Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pergerakan pasar pada hari pertama perdagangan setelah pengumuman MSCI menunjukkan dinamika yang wajar.

Baca juga: Negosiasi dengan MSCI, BEI-OJK Sodorkan Free Float Naik dan Data Investor Dibuka

Meski tekanan masih terlihat, ia mencatat adanya sinyal positif dari aktivitas investor asing dan pergeseran minat investor menuju saham-saham berfundamental kuat.

“Ini kan hari pertama trading setelah announcement yang terjadi di akhir pekan. Dari sisi trading memang agak menurun, tapi yang positif kita melihat ada net foreign buy di paruh pertama,” ujar Pandu, usai pertemuan dengan MSCI, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, koreksi pasar justru terjadi pada saham-saham dengan valuasi tinggi yang sebelumnya dinilai kurang menarik secara investasi. Sebaliknya, saham-saham berfundamental kuat justru mulai diborong oleh investor institusi.

“Saham-saham yang kemarin disebut uninvestable atau valuasinya sangat tinggi itu yang mengalami koreksi. Sementara saham-saham dengan fundamental yang baik justru mengalami net buy dan positif,” jelasnya.

Menurut Pandu, kondisi tersebut mencerminkan proses penyesuaian pasar yang sehat.

Ia menilai investor mulai kembali berfokus pada fundamental, valuasi, dan likuiditas, alih-alih hanya mengejar pergerakan jangka pendek.

“Ini bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Kita harus kembali ke fundamental dan valuasi. Investasi itu harus memikirkan medium sampai long-term, bukan hanya melihat pergerakan harian,” tegasnya.

Baca juga: 602 Saham “Terbakar”, IHSG Anjlok 4,37 Persen Jelang OJK dan BEI Bertemu MSCI

Danantara mulai investasi di pasar modal

Ilustrasi saham.SHUTTERSTOCK/FEYLITE Ilustrasi saham.Pandu juga mengungkapkan bahwa Danantara telah mulai aktif berpartisipasi di pasar dengan melakukan pembelian saham-saham yang dinilai memiliki valuasi menarik dan kinerja fundamental solid.

“Kami di Danantara sudah aktif di pasar hari ini, membeli saham-saham dengan valuasi yang menarik, cash flow yang baik, fundamental dan likuiditas yang baik,” ujarnya.

Peran Danantara dalam Pertemuan dengan MSCI

Terkait pertemuan dengan MSCI, Pandu menegaskan bahwa Danantara hadir untuk memberikan perspektif sebagai investor dan mendukung proses dialog yang konstruktif.

“Tentunya kita akan membicarakan semua masukan dari MSCI. Yang paling penting, kita ingin pasar modal yang lebih baik, karena pasar modal adalah cara investor mengekspresikan confidence terhadap Indonesia untuk investasi jangka panjang,” kata Pandu.

Ia menyebut bahwa isu utama yang menjadi perhatian MSCI mencakup keterbukaan informasi, struktur kepemilikan saham, hingga aspek free float. Namun, Pandu menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan fondasi terpenting.

Baca juga: Mengapa Kita Harus Mendukung MSCI?

“Yang paling utama itu soal keterbukaan, khususnya terkait pemegang saham. Baru kemudian soal eksekusi dan bagaimana memudahkan dana pensiun masuk ke pasar,” ujarnya.

Menurut Pandu, dengan masuknya investor institusional domestik seperti dana pensiun, valuasi pasar akan membaik dan peningkatan free float dapat dilakukan secara bertahap dan rasional.

“Ini semua bertahap, tapi harus dikomunikasikan step by step dan make sense. MSCI juga memberikan waktu sampai sekitar Mei,” tambahnya.

Baca juga: Mengenal Indeks MSCI yang Bikin IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut

Danantara tidak bernegosiasi

Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Dirut BEI sementara atau Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026) lalu.KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Jeffrey Hendrik ditunjuk sebagai Dirut BEI sementara atau Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026) lalu.Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa Danantara hadir dalam kapasitas sebagai perwakilan investor, bukan sebagai pihak yang bernegosiasi langsung dengan MSCI.

“Danantara sebagai perwakilan investor,” ujar Jeffrey.

Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Danantara menyampaikan sejumlah perhatian dan pandangan kepada MSCI, namun tidak terlibat dalam proses perundingan kebijakan.

“Danantara menyampaikan concern kepada MSCI, tapi bukan untuk negosiasi. Concern-nya didengarkan,” jelasnya.

Baca juga: Jadi Pjs Dirut BEI, Jeffrey Hendrik Pastikan Operasional Bursa Tetap Normal,

Jeffrey mengungkapkan bahwa hasil pertemuan akan ditindaklanjuti melalui pertemuan teknis rutin yang direncanakan berlangsung setiap pekan, dengan harapan seluruh proses dapat diselesaikan sebelum Mei.

“Setelah ini akan ada pertemuan teknis rutin setiap minggu. Diharapkan sebelum Mei,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pertemuan dengan MSCI tidak membahas isu demutualisasi bursa.

“Tidak ada pembicaraan terkait demutualisasi. Dengan MSCI hanya terkait dengan indeks MSCI saja,” tegas Jeffrey.

Senada, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Hasan Fawzi membenarkan bahwa perwakilan Danantara turut hadir dalam pertemuan tersebut.

“Tadi juga ada rekan-rekan dari Danantara ikut hadir dalam pertemuan dengan tim analis dari indeks provider global yaitu MSCI,” ujar Hasan.

Baca juga: Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Ini Rekam Jejak Kariernya

Poin-poin pembicaraan dengan MSCI

Adapun poin-poin pembicaraan dengan MSCI, difokuskan pada pembenahan pasar modal mencakup penguatan transparansi kepemilikan saham serta peningkatan likuiditas melalui kebijakan kenaikan free float.

Hasan menyampaikan bahwa dari delapan rencana aksi yang telah diluncurkan OJK, beberapa di antaranya secara langsung menjawab isu utama yang menjadi sorotan MSCI, khususnya pada kluster transparansi dan likuiditas pasar.

“Untuk reminder saja, apa yang menjadi concern MSCI itu sangat align atau selaras dengan beberapa program rencana aksi kami yang kemarin dicanangkan,” kata Hasan.

Baca juga: IHSG Anjlok, CIO Danantara Sebut Ada Rotasi ke Saham Fundamental

“Dari delapan rencana aksi, khususnya yang terkait dengan kluster transparansi, pengungkapan ultimate beneficial ownership, serta likuiditas untuk mendorong peningkatan free float sebagai kebijakan baru di pasar modal kita,” tambah Hasan.

Dalam pertemuan dengan MSCI, Hasan menjelaskan bahwa OJK bersama BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mengajukan proposal solusi yang secara prinsip menjawab seluruh isu utama yang disoroti oleh MSCI. OJK juga telah menyiapkan peta jalan pemenuhan atas setiap isu tersebut.

“Hari ini yang dilakukan OJK bersama Bursa dan KSEI adalah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu utama tadi. Kami juga sudah memiliki rencana pemenuhan atas semua isu yang terkait,” jelasnya.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah perluasan kewajiban pengungkapan kepemilikan saham. Jika sebelumnya batas pengungkapan hanya berlaku bagi pemegang saham dengan porsi di atas 5 persen, OJK berkomitmen untuk menurunkannya hingga level yang lebih rinci.

“Terkait dengan disklosur atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen yang kita komitkan untuk dapat dilakukan untuk kepemilikan saham di atas bahkan 1 persen,” kata Hasan.

Selain itu, OJK juga akan memperdalam klasifikasi investor untuk meningkatkan kredibilitas data kepemilikan saham. Selama ini, data investor hanya terbagi dalam sembilan kategori utama.

“Kami juga akan menghadirkan granularity dengan merinci klasifikasi investor. Saat ini terbatas hanya sembilan tipe investor utama, nanti akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor. Ini akan memperjelas dan meningkatkan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership,” ujarnya.

Baca juga: Alasan Danantara Masuk BEI Setelah Demutualisasi

Implementasi free float ke 15 persen

Indeks MSCI jadi penyebab utama anjloknya IHSG selama dua hari berturut-turut. Simak penjelasan lengkap soal MSCI dan dampaknya pada pasar saham RI Indeks MSCI jadi penyebab utama anjloknya IHSG selama dua hari berturut-turut. Simak penjelasan lengkap soal MSCI dan dampaknya pada pasar saham RITerkait likuiditas pasar, Hasan menegaskan bahwa OJK telah menyampaikan proposal kenaikan ambang batas free float dari minimum 7,5 persen menjadi 15 persen. Namun, implementasinya akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh pelaku pasar.

“Kami juga sudah menyampaikan proposal terkait rencana kenaikan free float dari pengaturan saat ini di minimum 7,5 persen menjadi 15 persen, yang pelaksanaannya tentu dilakukan secara bertahap dan bersama seluruh pelaku pasar,” ungkap Hasan.

Hasan menambahkan bahwa diskusi dengan MSCI berlangsung secara konstruktif. Bahkan, MSCI membuka ruang pendampingan teknis untuk menjelaskan metodologi dan mekanisme evaluasi indeks yang digunakan.

Baca juga: Aturan Free Float 15 Persen Berlaku untuk IPO Baru, Emiten Lama Diberi Masa Transisi

“Diskusi berlangsung dengan sangat baik. Kami juga mencanangkan akan ada pembahasan lanjutan di tingkat teknis. Dari pihak MSCI bahkan menyediakan diri untuk memberikan guidance terkait metodologi dan cara perhitungan yang mereka lakukan,” katanya.

Ke depan, OJK berkomitmen untuk menyampaikan pembaruan secara berkala kepada publik terkait progres implementasi rencana aksi tersebut sebagai bagian dari penguatan transparansi.

“Kita bersepakat untuk melakukan regular update kepada publik terkait progres komitmen yang kami jalankan. Mudah-mudahan ini menjadi progres yang baik dan pada akhirnya, melalui evaluasi akhir, kita berharap mendapatkan konfirmasi penerimaan,” pungkas Hasan.

Baca juga: Free Float Saham Naik Jadi 15 Persen, OJK: Demand-nya Ada

Tag:  #ketika #danantara #ikut #hadiri #pertemuan #dengan #msci

KOMENTAR