Klaim Prabowo soal MBG: Diragukan Bangsa Sendiri, Dilirik Dunia
Presiden Prabowo Subianto menceritakan tentang para ahli dari Amerika Serikat yang datang kepadanya untuk meneliti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya baru satu hari yang lalu, para ahli, pakar, dari White House, sedang mempelajari MBG kita. Tiga bulan (atau) empat bulan yang lalu, saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya,” jelas Prabowo dalam Rakornas 2026, Sentul International Convention Center (SICC) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Prabowo menjelaskan bahwa para ahli menilai program MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan suatu negara karena setiap dana yang dikeluarkan akan memberikan dampak pengganda minimal lima kali lipat, bahkan hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
Baca juga: Prabowo Ungkap Pakar White House Pelajari MBG Indonesia
Namun, Prabowo justru bingung karena program ini malah diragukan oleh bangsa sendiri.
“Ada kecenderungan orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsa sendiri. Jadi, ya cek saja ke Rockefeller Institute,” kata Prabowo.
Ciptakan lapangan pekerjaan
Selain itu, Prabowo menyatakan bahwa program MBG telah menciptakan sekitar 1 juta lapangan kerja melalui sekitar 22.000 dapur MBG yang memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi.
"Dengan 22.000 (dapur) saja, sekarang, kita sudah menciptakan lapangan kerja 1 juta, 22.000 kali 50 orang, yang digaji tiap hari. Sudah kita ciptakan lapangan kerja 1 juta," ujar Prabowo.
Baca juga: Prabowo Pamer Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja dari MBG, Bisa Naik Jadi 5 Juta
Prabowo memaparkan, 22.000 dapur MBG tersebut membutuhkan pemasok, mulai dari tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan sebagainya di setiap desa.
Dengan demikian, satu dapur MBG bisa menimbulkan pemasok sampai 10 atau 20 orang.
"Itu nanti di ujungnya, kalau kita sampai 82 juta (penerima), kita akan menciptakan 3-5 juta lapangan kerja," ucapnya.
Sementara itu, Prabowo menyadari bahwa rakyat membutuhkan pekerjaan.
Namun, ia mengingatkan bahwa lapangan pekerjaan itu tidak akan tercipta jika publik hanya berteriak dan mencela.
"Saya buktikan kepada saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden RI saya telah menghasilkan sekarang 1 juta lapangan kerja hanya dari MBG," imbuh Prabowo.
60 juta penerima manfaat
Prabowo melanjutkan, program MBG kini sudah menyentuh 60 juta penerima manfaat dalam setahun terakhir.
"Alhamdulillah hari ini, tadi malam saya cek ke Kepala BGN (Dadan Hindayana), kita sudah mencapai 60 juta penerima manfaat. 60 juta dalam 1 tahun 4 bulan 5 bulan," kata Prabowo.
Prabowo menyampaikan, capaian itu semula dinafikan oleh banyak pihak.
Mereka menganggap Indonesia tidak akan mampu menjangkau puluhan juta orang menjadi penerima MBG dalam setahun.
Baca juga: Prabowo Klaim MBG Sudah Terdistribusi ke 60 Juta Orang
Bahkan ada yang meramalkan akan terjadi keracunan massal akibat program itu.
Padahal, kata Prabowo, makan di restoran paling mahal di Jakarta pun tidak serta-merta membuat orang terbebas dari keracunan.
"Kita makan di restoran paling mahal di Jakarta aja ada yang keracunan. Kalau kita jumlahkan, berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,008 atau 7," ucap Prabowo.
"Artinya apa? Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil," imbuh dia.
Baca juga: Prabowo: 99,99 Persen MBG Harus Dinyatakan Berhasil
Lebih lanjut Prabowo mengaku tidak mengerti mengapa banyak orang yang nyinyir dengan MBG.
Ia menduga, perlawanan itu berasal dari lawan politiknya, sehingga segala program yang ia buat selalu akan diserang.
"Saya tidak mengerti, mungkin dasarnya adalah lawan politik, apa saja dibuat harus diserang, harus dijelek-jelekin, ya inilah usaha kita untuk menjelaskan," kata Prabowo.
Tag: #klaim #prabowo #soal #diragukan #bangsa #sendiri #dilirik #dunia