Sering Dikira Istilah yang Sama: Berikut Penjelasan HIV dan AIDS
Ilustrasi HIV. Pexels
14:37
24 September 2024

Sering Dikira Istilah yang Sama: Berikut Penjelasan HIV dan AIDS

Banyak orang mengira Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah istilah yang sama.

Seringkali kita melihat atau mendengar sebagian masyarakat menyebut penyakit tersebut dengan HIV/AIDS. Padahal, keduanya memiliki perdedaan.

Dikutip dari World Health Organization (WHO) (24/9), HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sementara AIDS, terjadi pada tahap infeksi yang paling lanjut.

Dengan kata lain, HIV dan AIDS memiliki perbedaan pada konteksnya. AIDS adalah kondisi gangguan kesehatan yang diakibatkan dari melemahnya sistem imunitas tubuh akibat HIV.

Lantas, apa saja perbedaan, gejala, penularan, dan cara menangani HIV dan AIDS? Simak penjelasannya berikut ini.

Defenisi HIV dan AIDS

HIV menyerang sel darah putih pada tubuh manusia, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini membuat orang rentan dan mudah terserang penyakit, di antaranya TBC, infeksi, dan beberapa jenis kanker.

Adapun penyebarannya dari cairan tubuh orang yang terinfeksi, termasuk darah, air susu ibu, air mani, dan cairan vagina.

Penyakit ini tidak menyebar melalui ciuman, pelukan, atau berbagi makanan. Penyakit ini juga dapat menyebar dari ibu ke bayinya.

Sederhananya, AIDS adalah nama yang digunakan untuk menggambarkan sejumlah infeksi dan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa ketika sistem kekebalan tubuh telah rusak parah oleh HIV.

Dengan kata lain, AIDS tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain seperti layaknya penyebaran HIV.

Tanda Gejala HIV

Gejala HIV memiliki variasi, tergantung pada stadium infeksi. Kebanyakan orang mengalami penyakit seperti flu singkat 2 sampai 6 minggu setelah infeksi HIV.

Namun yang pasti, HIV menyebar lebih mudah dalam beberapa bulan pertama setelah seseorang terinfeksi. Akan tetapi, banyak yang tidak menyadari statusnya hingga tahap selanjutnya.

Dalam beberapa minggu pertama setelah terinfeksi, orang mungkin tidak mengalami gejala. Sebagian lain, mungkin akan mengalami penyakit seperti influenza termasuk demam, sakit kepala, ruam hingga sakit tenggorokan.

Seperi yang sudah dijelaskan, infeksi ini secara bertahap melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, dapat menyebabkan tanda dan gejala lainnya pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, diare, dan batuk.

Lebih parah lagi jika tidak diobati, orang yang hidup dengan infeksi HIV juga dapat mengembangkan penyakit yang parah seperti tuberkulosis (TBC), meningitis kriptokokus, infeksi bakteri yang parah serta kanker seperti limfoma dan sarkoma kaposi.

Penularan HIV

Virus ini sangat rapuh dan tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. HIV ditemukan dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi seperti air mani, cairan vagina, dubur, darah, dan air susu ibu.

Dengan kata lain, HIV tidak dapat menular melalui keringat, urine, atau air liur. Namun paling umum terjadi ialah bergonta-ganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa pengaman (kondom).

Kemudian, menggunakan jarum suntik yang telah dipakai oleh orang lain, menggunakan alat makan bersama-sama dengan penderita HIV, transfusi darah yang alatnya tidak steril serta mengidap penyakit STD atau penyakit menular seksual lainnya.

Pengobatan HIV dan AIDS

Memang, penyakit HIV adalah kondisi yang belum ditemukan obat untuk menyembuhkannya.

Akan tetapi, dokter akan memberikan antiretroviral (ARV) sebagai langkah awal pengobatan HIV dan AIDS.

Obat ARV tersebut bertujuan untuk memperlambat perkembangan virus HIV. Cara kerja dari obat ARV ini adalah dengan mengurangi viral load virus HIV. Dengan begitu, virus HIV tidak berkembang biak di dalam tubuh.

Melalui pengobatan ARV ini diharapkan penderita dapat menjalani hidup layaknya orang-orang sehat.

Selama rutin mengonsumsi ARV, virus ini dapat ditekan sehingga tidak dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan lainnya.

Dengan pengobatan rutin ini pula, wanita dengan HIV dapat merencanakan kehamilan dan melahirkan tanpa menularkannya ke calon bayi.

Penting untuk diketahui bahwa hal ini juga perlu didampingi dengan pemeriksaan rutin dari dokter.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #sering #dikira #istilah #yang #sama #berikut #penjelasan #aids

KOMENTAR