Serah Terima Kendaraan Listrik VKTR, Dorong Ekosistem WTE Jakarta
– PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menyerahkan 10 unit kendaraan listrik kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya mendorong ekosistem transportasi rendah emisi dan pengelolaan limbah perkotaan berbasis energi.
“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujar CEO VKTR Anindra Ardiansyah Bakrie dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Serah terima tersebut terdiri atas lima unit kendaraan listrik jenis compactor kepada Dinas Lingkungan Hidup dan lima unit dump truck listrik kepada Sumber Daya Air. Kendaraan itu akan digunakan untuk pengangkutan sampah perkotaan yang selanjutnya diolah menjadi energi.
Penggunaan kendaraan listrik dalam aktivitas pengelolaan sampah ini diharapkan mendukung implementasi program waste-to-energy (WTE) sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon di sektor transportasi dan pengelolaan limbah.
Baca juga: VKTR Bidik 30 Persen Pasar BRT Listrik dan 10 Persen Truk Listrik pada 2030
Portofolio Pengiriman Kendaraan Listrik
Selain untuk sektor pengelolaan sampah, VKTR juga telah melakukan pengiriman kendaraan listrik ke berbagai sektor. Salah satunya penyerahan tiga unit bus listrik untuk perusahaan pertambangan Badan Usaha Milik Negara yang digunakan untuk mobilisasi karyawan.
Perusahaan juga mengirimkan 50 unit bus listrik Transjakarta melalui operator DAMRI dari total 80 unit pesanan. Sebanyak 30 unit lainnya telah selesai dirakit dan saat ini memasuki tahap karoseri.
Di sektor pendidikan, VKTR tengah memproduksi dua unit shuttle bus listrik berukuran delapan meter untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah yang ditargetkan dikirim pada akhir kuartal II 2026. Mengawali tahun 2026, perusahaan juga telah memperoleh purchase order bus listrik dari perusahaan pengembang real estat.
Secara rutin, VKTR terus meningkatkan portofolio pengiriman unit kendaraan listrik ke lintas sektor. Langkah ini dilakukan seiring dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang telah mencapai lebih dari 40 persen.
Baca juga: Pendapatan VKTR Tumbuh 11 Persen Kuartal III 2025, Fokus Adopsi Kendaraan Listrik Komersial
Sinergi Industri dan Kinerja Perusahaan
Anindra menuturkan, dalam menjalankan bisnisnya, VKTR turut memastikan pentingnya sinergi kebijakan, kesiapan industri, implementasi kendaraan listrik di lapangan, serta dampaknya bagi sosial dan lingkungan.
“Penguatan manufaktur lokal merupakan fondasi strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. Forum ini mencerminkan bagaimana kebijakan, kesiapan industri, dan implementasi di lapangan harus berjalan secara paralel,” tambah Ardi Bakrie.
Sebagai upaya memperluas portofolio bisnis, VKTR juga menandatangani kerja sama dengan PT Panah Perak Megasarana yang disaksikan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia. Kerja sama ini mencakup penyediaan layanan transportasi berupa truk listrik untuk distribusi pelet biomassa.
Direktur VKTR V. Bimo Kurniatmoko mengatakan, integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai waste-to-energy menunjukkan peran sektor transportasi dalam mendukung transisi energi nasional.
“Integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai Waste-to-Energy menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat berperan langsung dalam mendukung transisi energi Indonesia,” tegas Bimo.
Dari sisi kinerja, VKTR mencatatkan pendapatan sebesar Rp 717 miliar hingga kuartal III 2025, tumbuh 11 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pengiriman bus listrik ke Transjakarta, penjualan truk listrik, serta stabilitas segmen suku cadang.
Tag: #serah #terima #kendaraan #listrik #vktr #dorong #ekosistem #jakarta