Walau IHSG ''Keok'' 2 Hari Beruntun, Purbaya ''Pede'' Fondasi Ekonomi RI Tetap Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai memimpin Konpers Rapat Berkala KSSK tahun 2026 di Kementerian Keuangan pada Selasa (27/1/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
06:36
30 Januari 2026

Walau IHSG ''Keok'' 2 Hari Beruntun, Purbaya ''Pede'' Fondasi Ekonomi RI Tetap Kuat

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan tajam dan bahkan memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt setelah anjlok hingga 8 persen pada Kamis (29/1/2026).

Ini menjadi kali kedua dalam sepekan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham.

Sehari sebelumnya, Rabu (28/1/2026), trading halt juga diterapkan akibat penurunan IHSG yang signifikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan pasar saham lebih dipicu oleh kepanikan pelaku pasar menyusul kebijakan terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca juga: Terancam Turun Kelas Setara Bangladesh, Status Pasar Saham RI Ditentukan MSCI

“Yang saya bisa pastikan, fondasi ekonomi kita enggak bermasalah dan ke depan justru akan semakin kuat. Ini lebih karena pasar kaget dengan kemungkinan Indonesia dipersepsikan sebagai pasar frontier,” ujar Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurut Purbaya, tekanan terhadap IHSG akibat sentimen MSCI bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian nasional.

Ia memperkirakan volatilitas ini hanya akan berlangsung dalam waktu singkat.

“Biasanya dua hari, dua setengah hari, paling tiga hari sudah selesai,” katanya.

Baca juga: Purbaya: Pembentukan BUMN Baru Lebih Untung dari Investasi ke Obligasi

Fondasi Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Kuat

Grafik pergerakan IHSG usai penerapan trading halt pada perdagangan Kamis (29/1/2026)KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN/DOKUMENTASI RTI/BEI Grafik pergerakan IHSG usai penerapan trading halt pada perdagangan Kamis (29/1/2026)Purbaya menegaskan, secara fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang solid. Ia optimistis IHSG akan kembali bangkit seiring dengan membaiknya sentimen pasar.

Keyakinan tersebut juga ditopang oleh langkah-langkah pembenahan yang tengah dilakukan pemerintah, termasuk upaya bersih-bersih di internal Kementerian Keuangan.

Ia menyebut pembenahan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi salah satu fokus utama untuk memastikan penerimaan negara optimal, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi.

Dengan berbagai langkah tersebut, Purbaya bahkan kembali menegaskan optimismenya bahwa IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada akhir tahun ini, sebagaimana proyeksi yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

“Fundamental ekonomi kita masih cukup baik. Jadi ini memang hanya shock sementara,” ujarnya.

Baca juga: IHSG Anjlok, Purbaya: Kalau Takut, Lari Aja ke Saham Blue Chip

Imbauan ke Investor: Jangan Panik

Di tengah tekanan pasar, Purbaya mengimbau para investor agar tidak panik dan mengambil keputusan investasi secara terburu-buru.

Ia menyarankan investor untuk mempertimbangkan saham-saham berfundamental kuat atau blue chip guna meredam risiko di tengah volatilitas pasar.

“Yang besar-besar kan masih ada. Saham-saham blue chip itu kenaikannya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, ya lari saja ke situ,” ujar Purbaya.

Baca juga: Trading Halt Dua Hari Berturut-turut, Purbaya Tetap Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Trading Halt Warnai Perdagangan Saham di BEI

Sebagai informasi, saham blue chip umumnya merupakan saham perusahaan besar dengan kinerja keuangan solid dan likuiditas tinggi, yang di Indonesia banyak tercatat dalam indeks LQ45.

Dia mengimbau para investor untuk tidak memilih saham-saham gorengan karena pasti akan langsung merosot harga sahamnya di tengah kondisi IHSG saat ini.

Saham gorengan adalah istilah untuk saham dengan fundamental lemah dan harganya bergerak secara tidak wajar karena digerakkan oleh pihak-pihak tertentu yang memanipulasi pasar.

Harga saham gorengan dapat melonjak drastis dalam waktu singkat tanpa dasar kinerja, lalu tiba-tiba anjlok kembali sehingga menciptakan risiko tinggi bagi investor ritel.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan," kata dia.

Tag:  #walau #ihsg #keok #hari #beruntun #purbaya #pede #fondasi #ekonomi #tetap #kuat

KOMENTAR