Buka Rencana Akuisisi Blok Migas, RATU Masuk Tahap Negosiasi
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membuka peluang ekspansi melalui akuisisi satu blok minyak dan gas bumi pada tahun ini. Rencana aksi korporasi tersebut masih berada pada tahap negosiasi.
Direktur RATU Adrian Hartadi menyampaikan perseroan masih membahas rencana akuisisi tersebut. Informasi detail belum dapat disampaikan ke publik.
Manajemen menilai aksi korporasi tersebut bisa segera direalisasikan ketika kesepakatan dinilai sesuai kriteria perusahaan.
“Kami ada satu blok yang sedang dalam tahap diskusi untuk diakuisisi. Jika sudah ada kesepakatan yang tepat, kami bisa langsung melakukan akuisisi,” ujar Adrian dalam paparan kinerja perusahaan secara daring, Kamis (22/1/2026).
Adrian belum mengungkap identitas blok migas yang dibidik karena proses masih berjalan. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah kesepakatan final tercapai.
Pipeline akuisisi RATU
RATU mencatat sekitar 20 blok migas masuk dalam pipeline calon akuisisi. Tidak seluruhnya akan dikejar. Perseroan masih melakukan kajian untuk menilai kesesuaian aset dengan strategi bisnis dan profil risiko.
Adrian menyebut perseroan memprioritaskan blok migas yang sudah berada pada tahap operasi atau produksi. Fokus tersebut dipilih untuk menekan risiko sektor migas, terutama pada tahap eksplorasi yang membutuhkan modal besar dan memiliki tingkat ketidakpastian tinggi.
Akuisisi SMS Development Limited
Sebelumnya, RATU ditetapkan sebagai pemenang akuisisi SMS Development Limited (SMSDL). Entitas ini memiliki 20 persen partisipasi tidak langsung pada Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
HCML merupakan operator utama pengembangan dan produksi gas di Madura. Perusahaan tersebut tercatat sebagai salah satu produsen gas terbesar di Jawa Timur.
Blok Madura mencakup tiga kluster produksi utama. Kluster tersebut meliputi BD Field, 2M Field atau MDA-MBH-MDK, serta MAC Field. Produksi gabungan mencapai sekitar 240 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD gas.
Blok tersebut juga memiliki sisa cadangan gas sebesar 708 miliar kaki kubik atau BCF. Cadangan kondensat tercatat sebesar 8,42 juta barel setara minyak atau MMBOE. Aset ini dinilai strategis karena berkontribusi signifikan terhadap kebutuhan energi kawasan.
Langkah awal penguatan portofolio
Penetapan RATU sebagai pemenang dilakukan setelah evaluasi menyeluruh atas proposal penawaran. Langkah ini menjadi awal penguatan portofolio investasi RATU di sektor hulu migas, sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan di industri energi nasional.
Direktur Utama RATU Sumantri Suwarno menyebut capaian tersebut sebagai momentum penting.
“Penetapan RATU sebagai pemenang tender merupakan pengakuan atas kesiapan dan kompetensi kami untuk berpartisipasi di proyek energi strategis nasional. Namun, kami menegaskan bahwa seluruh proses tindak lanjut termasuk struktur transaksi, pembiayaan, dan penyertaan modal masih belum ditetapkan dan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya dalam siaran pers, Selasa (2/12/2025).
RATU menegaskan belum ada keputusan terkait pelaksanaan transaksi akuisisi maupun struktur pembiayaan.
Seluruh tahapan lanjutan akan mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan terkait Transaksi Material serta kewajiban Keterbukaan Informasi.
Penetapan sebagai pemenang tender juga belum memberikan dampak material langsung terhadap kondisi keuangan maupun operasional RATU.
Dampak material baru muncul setelah penandatanganan perjanjian mengikat atau persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham sesuai peraturan perundang-undangan.
Profil aset RATU
RATU bergerak di bidang investasi hulu minyak dan gas bumi. Perseroan memiliki kendali langsung atas Production Sharing Contract atau PSC Jabung melalui PT Raharja Energi Tanjung Jabung Ltd dengan 8 persen Participating Interest. Operasional blok tersebut dijalankan PetroChina Jabung Ltd.
Selain itu, RATU juga memiliki kendali tidak langsung atas PSC Cepu dengan 2,242 persen Participating Interest.
Tag: #buka #rencana #akuisisi #blok #migas #ratu #masuk #tahap #negosiasi