Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton, Perkuat Bahan Baku Pupuk NPK
Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memulai proyek pembangunan tangki asam sulfat berkapasitas total 40.000 ton.
Pembangunan tangki asam sulfat ini dilakukan untuk memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional.
Proyek ini diawali dengan kegiatan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilakukan Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, Kamis (15/1/2026).
Aminuddin menyampaikan, swasembada pangan nasional menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
Ilustrasi pupuk NPK.
Ia mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia, termasuk Petrokimia Gresik, dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang disebut berhasil dicapai lebih cepat dari target, yakni pada 2025.
“Proyek ini (pembangunan tangki asam sulfat, Red) pada akhirnya mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo tentang ketahanan pangan. Dengan kondisi geopolitik dunia seperti sekarang, ketahanan pangan kita harus mandiri,” ujar Aminuddin dalam siaran pers, Senin (19/1/2026).
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan, asam sulfat merupakan bahan baku penting dalam produksi pupuk NPK.
Keberadaan tangki asam sulfat tersebut akan mendukung keberlangsungan produksi pupuk NPK Petrokimia Gresik di masa mendatang.
“Dengan pembangunan tangki ini, Petrokimia Gresik akan semakin memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat memberikan kontribusi semakin besar lagi bagi terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan, melalui penyediaan pupuk berkualitas bagi pertanian di Indonesia,” kata Daconi.
Petrokimia Gresik merupakan pionir pupuk majemuk di dalam negeri sejak 2000 dan dikenal sebagai rujukan teknologi pupuk NPK di Indonesia.
Ilustrasi pupuk NPK
Perusahaan ini memiliki total kapasitas produksi pupuk NPK sebesar 2,7 juta ton per tahun, yang menjadikannya produsen pupuk majemuk terbesar di Indonesia.
“Dengan keberadaan tangki ini, Petrokimia Gresik bisa terus meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK untuk mendukung ketersediaan pupuk di dalam negeri,” ujar Daconi.
Pembangunan tangki asam sulfat tersebut berlokasi di kawasan Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III dengan luas areal pembangunan sekitar 3 hektare.
Proyek ini mencakup pembangunan dua tangki asam sulfat dengan kapasitas masing-masing 20.000 ton.
Dengan tambahan tersebut, total kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik nantinya akan mencapai 100.000 ton setelah proyek beroperasi.
Proyek tangki asam sulfat ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada Mei 2027, dengan lama pengerjaan sekitar 18 bulan.
“Kami pastikan proyek ini memperhatikan aspek-aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dengan baik. Petrokimia Gresik maupun kontraktor juga telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, dalam pengerjaan proyek ini kami juga mengutamakan aspek lingkungan,” tutur Daconi.
Tag: #petrokimia #gresik #bangun #tangki #asam #sulfat #40000 #perkuat #bahan #baku #pupuk