39 Persen Masyarakat Suka Ngutang ke Orang Terdekat, 5 Kebiasaan Keuangan ini Wajib Kamu Tinggalkan
Ilustrasi. Perilaku konsumtif dan FOMO harus segera ditinggalkan karena tidak sehat bagi keuangan. (Pexels)
21:00
9 Januari 2026

39 Persen Masyarakat Suka Ngutang ke Orang Terdekat, 5 Kebiasaan Keuangan ini Wajib Kamu Tinggalkan

 

- Tahun sudah berganti, tapi bagaimana dengan resolusi finansial yang kamu buat di tahun lalu? Sudah sejauh mana progresnya, atau justru masih sebatas wacana?

Dari target sederhana seperti rutin makan enak di luar, sampai rencana besar liburan ke luar negeri bersama keluarga, tak sedikit resolusi yang akhirnya gagal terwujud.

Kalau ditarik ke belakang, kegagalan itu sering kali bukan karena kurang niat, melainkan karena kebiasaan yang terus diulang tanpa disadari. Tanpa evaluasi, niat baik soal keuangan akan selalu kalah oleh pola lama.

Bisa jadi, jawaban kenapa rencana kamu mandek ada pada lima kebiasaan finansial yang seharusnya sudah kamu tinggalkan di tahun 2026 seperti dirangkum dari rilis OCBC, Jumat (9/1).

1. Terbiasa “nombok” dengan meminjam uang ke orang terdekat

Meminjam uang ke teman atau keluarga kerap dianggap solusi paling aman saat keuangan seret. Padahal, jika dilakukan terlalu sering, apalagi untuk menutup gaya hidup, kebiasaan ini bisa menjadi tanda masalah finansial yang serius.

Data OCBC Financial Fitness Index 2025 mencatat, 39 persen masyarakat masih mengandalkan pinjaman dari orang terdekat demi memenuhi kebutuhan gaya hidup. Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak orang hidup dengan pengeluaran yang lebih besar daripada kemampuan. Jika dibiarkan, bukan hanya kondisi keuangan yang terganggu, tapi juga hubungan personal bisa ikut terdampak.

2. Gaji baru masuk, tapi langsung habis tanpa jejak

Rasa “lega” saat gaji masuk seringkali berujung pada perilaku impulsif. Tanpa perencanaan, uang bulanan bisa lenyap bahkan sebelum pertengahan bulan.

Sebanyak 14 persen masyarakat tercatat memiliki pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan. Masalahnya bukan selalu karena gaji yang kurang, melainkan pola belanja yang tidak sejalan dengan kemampuan finansial. Kalau kondisi ini terus berulang, menabung saja terasa berat, apalagi bicara soal investasi dan rencana jangka panjang.

3. Merasa aman karena hanya bayar tagihan minimum

Membayar cicilan atau kartu kredit dengan nominal minimum memang terasa meringankan beban sesaat. Namun, dibalik itu ada resiko jangka panjang yang sering diabaikan.

Berdasarkan Financial Fitness Index OCBC 2025, 56 persen masyarakat hanya membayar tagihan minimum kartu kreditnya. Kebiasaan ini membuat bunga terus menumpuk, sehingga utang sulit lunas. Alih-alih menjadi alat bantu transaksi, kartu kredit justru bisa berubah menjadi beban finansial yang berkepanjangan.

4. Terjebak FOMO demi terlihat “ikut tren”

Tekanan sosial memang nyata. Melihat teman nongkrong, liburan, atau belanja barang terbaru sering memicu keinginan untuk ikut serta. Sayangnya, tidak semua tren harus diikuti, apalagi jika kondisi keuangan tidak mendukung.

Data OCBC Financial Fitness Index 2025 menunjukkan, 76 persen orang menghabiskan uang demi mengikuti gaya hidup lingkungan sekitarnya. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini bisa membuat kamu kehilangan fokus pada tujuan finansial yang lebih penting dan berjangka panjang.

5. Mengincar jalan pintas demi cuan instan

Cerita sukses instan di media sosial memang menggoda. Banyak orang tergiur untuk cepat mendapatkan keuntungan tanpa benar-benar memahami risikonya.

Faktanya, 10 persen masyarakat menurut OCBC Financial Fitness Index 2025 melakukan spekulasi berlebihan demi hasil cepat. Tanpa pengetahuan dan strategi yang matang, langkah ini justru sering berakhir pada kerugian. Membangun keuangan yang sehat tetap membutuhkan proses, bukan sekadar keberanian mengambil risiko.

 

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #persen #masyarakat #suka #ngutang #orang #terdekat #kebiasaan #keuangan #wajib #kamu #tinggalkan

KOMENTAR