Direksi BEI Bakal Segera Berganti, OJK Titip Tiga Agenda Strategis untuk Direksi Baru
Proses pencalonan dan pemilihan jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru pada 2026 dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan pasar modal nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menaruh harapan besar agar transisi kepemimpinan ini mampu meningkatkan kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan, masa jabatan direksi BEI periode 2022–2026 akan berakhir pada Juni 2026. Dengan demikian, tahun ini menjadi awal dari rangkaian proses pergantian direksi tersebut.
“Harapan kami ya proses tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan prosedur dan juga ketentuan yang berlaku dan juga accountable ya,” ujar Inarno saat konferensi pers RDKB OJK Desember 2025, Jumat (9/1/2026).
Tiga Agenda Strategis untuk Direksi Baru
Inarno menyampaikan, setidaknya terdapat tiga agenda strategis yang perlu menjadi perhatian utama direksi BEI yang baru. Agenda pertama adalah peningkatan integritas pasar dan perlindungan investor melalui pengawasan perdagangan yang lebih efektif.
Langkah ini dinilai penting untuk memitigasi praktik perdagangan yang tidak wajar serta menjaga pasar modal tetap fair dan transparan.
Agenda kedua adalah pendalaman pasar modal, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan produk, lighthouse IPO, peningkatan likuiditas lewat free float, serta penambahan jumlah investor, khususnya investor institusi domestik dan global.
Penguatan Teknologi dan Kolaborasi dengan OJK
Agenda strategis ketiga berkaitan dengan penguatan infrastruktur teknologi informasi dan keamanan siber.
Menurut Inarno, perluasan digitalisasi perdagangan dan transaksi di pasar modal menuntut sistem yang semakin andal dan tangguh.
“Dan juga OJK akan terus berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pasar modal Indonesia yang semakin dalam, efisien, berintegritas dan juga tangguh,” tuturnya.
Direksi BEI 2022-2026
Saat ini, jajaran direksi BEI periode 2022–2026 dipimpin oleh Direktur Utama Iman Rachman. Ia didampingi oleh I Gede Nyoman Yetna sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, serta Kristian Manullang sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.
Selain itu, jajaran direksi BEI juga mencakup Sunandar sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Pengembangan, serta Risa E. Rustam sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.
Tag: #direksi #bakal #segera #berganti #titip #tiga #agenda #strategis #untuk #direksi #baru