Ada Serangan AS dan Israel ke Iran, Penerbangan ke Timur Tengah Dibatalkan
Pesawat Air France 447.(Wikimedia Commons)
19:21
28 Februari 2026

Ada Serangan AS dan Israel ke Iran, Penerbangan ke Timur Tengah Dibatalkan

Sejumlah maskapai global menangguhkan penerbangan di seluruh Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026), usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (28/2/2026), peta penerbangan menunjukkan wilayah udara di atas Iran hampir kosong ketika Israel mengatakan telah menyerang Iran dan militer AS melancarkan serangkaian serangan terhadap target di negara tersebut. Iran pun membalas dengan rentetan rudal.

Israel, Iran, Irak, dan Yordania, diketahui menutup wilayah udara mereka setelah terjadi serangan tersebut.

Berdasarkan peta wilayah di Flightradar24, pesawat-pesawat dari maskapai penerbangan global pun memilih menghindari daerah-daerah ini.

Sejumlah penerbangan Qatar Airways yang dijadwalkan berangkat pada Sabtu pagi, berputar-putar di atas Kuwait atau Arab Saudi, sebelum kembali ke bandara di Qatar dan berputar-putar di lepas pantai Doha.

Kementerian Transportasi Rusia mengatakan maskapai penerbangan Rusia juga telah menangguhkan penerbangan ke Iran dan Israel pada hari ini.

Baca juga: Jakarta Ramadan Festival Dimulai, Intip Promo dan Kegiatannya

Daftar maskapai yang membatalkan penerbangan ke Timur Tengah

Maskapai penerbangan Lufthansa German Airline menyatakan akan menangguhkan penerbangan dari dan ke Dubai pada 28 Februari 2026 hingga 1 Maret 2026, sekaligus menghentikan sementara rute penerbangan Tel Aviv, Beirut, dan Oman hingga 7 Maret 2026.

Selain itu, Air France juga telah membatalkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv dan Beirut.

Maskapai penerbangan Iberia juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, serta Wizz Air turut menangguhkan penerbangan dari dan ke Israel, Dubai, Abu Dhabi, dan Amman pada tanggal yang sama.

Baca juga: Jangan Coba-coba Lakukan Pelecehan Seksual di KRL, Diganjar Blacklist

Foto ini menunjukkan pemandangan Yerusalem dengan kompleks Masjid Al-Aqsa yang kosong dan Kubah Batu pada Sabtu (28/2/2026). Militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran saat sirene berbunyi di beberapa bagian di sana.AFP/AHMAD GHARABLI Foto ini menunjukkan pemandangan Yerusalem dengan kompleks Masjid Al-Aqsa yang kosong dan Kubah Batu pada Sabtu (28/2/2026). Militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran saat sirene berbunyi di beberapa bagian di sana.

Otoritas penerbangan Kuwait mengatakan bahwa pihaknya menghentikan semua penerbangan ke Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Oman Air mengatakan telah menangguhkan sementara semua penerbangan ke Baghdad karena perkembangan di kawasan tersebut.

Sebagian kawasan Uni Emirat Arab (UEA) juga menutup wilayah udaranya sebagai tindakan pencegahan.

"Akibat penutupan sementara beberapa wilayah udara di kawasan tersebut pada tanggal 28 Februari, beberapa penerbangan Flydubai terkena dampaknya," kata seorang juru bicara maskapai penerbangan Uni Emirat Arab, dikutip via Reuters.

Selanjutnya, KLM, maskapai penerbangan Belanda telah mempercepat penangguhan layanan Amsterdam–Tel Aviv, sekaligus membatalkan penerbangan yang dijadwalkan pada hari ini setelah serangan di Iran.

Maskapai tersebut telah mengumumkan bahwa penerbangan akan dihentikan mulai hari Minggu, 1 Maret 2026 dan ganya satu penerbangan ke Tel Aviv yang dijadwalkan untuk 28 Maret 2026.

Baca juga: Berbarengan Ramadhan, Cap Go Meh 2026 Bogor Tampil Lebih Singkat

Apa yang terjadi di Iran?

Dikutip dari Al Jazeera, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran hingga ledakannya terdengar dan terlihat di seluruh Teheran dan kawasan lain negara tersebut.

Beberapa rudal telah menghantam jalan di daerah Jomhouri, Teheran. Asap bahkan terlihat mengepul di kota itu.

Kantor Berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa ledakan juga terjadi di daerah Seyyed Khandan di utara Teheran.

Ledakan mengguncang Israel utara saat negara itu berupaya mencegat rudal Iran yang datang tak lama setelah menyerang Iran.

Ledakan tersebut terdengar tepat setelah militer Israel mengatakan akan menggunakan sistem pertahanan udaranya untuk menembak jatuh rudal Iran.

Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Longsor di Bromo: Terjadi di Bukit Kedaluh dan Kini Jalur Sudah Bisa Dilewati

Namun, eskalasi tersebut meredupkan harapan akan solusi diplomatik untuk sengketa nuklir Teheran dengan Barat dan kembali menyulut konflik setelah berminggu-minggu peningkatan kekuatan militer AS di kawasan tersebut.

Kejadian ini menandai gejolak terbaru bagi perjalanan udara di wilayah yang biasanya ramai ini di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dengan wilayah udara Rusia dan Ukraina yang ditutup untuk sebagian besar maskapai penerbangan karena perang bertahun-tahun, Timur Tengah telah menjadi rute yang lebih penting untuk penerbangan antara Eropa dan Asia.

Zona konflik menjadi beban operasional yang semakin besar bagi maskapai penerbangan karena serangan udara menimbulkan kekhawatiran tentang penembakan pesawat komersial secara tidak sengaja atau disengaja.

Waktu penerbangan yang lebih lama juga membutuhkan lebih banyak bahan bakar, sehingga menambah biaya operasional.

Baca juga: Gili Trawangan Sabet Predikat Spot Renang Terbaik Dunia 2026

Tag:  #serangan #israel #iran #penerbangan #timur #tengah #dibatalkan

KOMENTAR