Gunung Rinjani Punya Drone Thermal untuk Evakuasi Korban Pendakian
Jalur menuju Puncak Gunung Rinjani(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
19:00
28 Februari 2026

Gunung Rinjani Punya Drone Thermal untuk Evakuasi Korban Pendakian

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) kini memiliki satu unit drone thermal sebagai alat bantu korban yang memerlukan evakuasi dalam kondisi darurat.

"Ini Drone Matrice 4 yang dimodifikasi untuk mengangkut logistik sementara saat ada evakuasi pendakian," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).

Ia mengatakan, ketersediaan alat bantu evakuasi pendakian di Gunung Rinjani ini merupakan bagian dari evaluasi jatuhnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins, pada pertengahan tahun lalu.

Baca juga: Pendaki 18 Tahun Jatuh dan Meninggal di Gunung Rinjani, Mendaki secara Ilegal

Berbeda dengan evakuasi pendakian Gunung Rinjani yang sebelumnya dilakukan sepenuhnya via darat, drone thermal diharapkan dapat membantu proses evakuasi awal bila terdapat korban. 

Drone ini dilengkapi dengan suhu panas thermal, kamera, lampu sorot, dan pengeras suara yang dapat bersuara dari jarak jauh untuk evakuasi korban bila terjadi kecelakaan saat mendaki.

Pengisian daya drone juga bisa dilakukan dengan power bank berbasis tenaga angin sehingga memudahkan penggunannya di kawasan terpencil.

"Ini belum kita coba bawa ke atas. Kita coba dulu di bawah biar seperti latihan mobil lah, biar kita ahli dulu menggunakan drone ini juga. Pada saat kejadian, ada lokasi yang kita tidak tahu, kita sudah siap," jelas Astek.

Baca juga: Cegah Kejadian Turis Berbikini di Air Panas Rinjani, Info untuk Wisatawan Harus Jelas

Ilustrasi drone terbang. Drone AI self-flying menawarkan kemudahan dalam pengambilan gambar udara tanpa perlu kendali manual.Freepik/diana.grytsku Ilustrasi drone terbang. Drone AI self-flying menawarkan kemudahan dalam pengambilan gambar udara tanpa perlu kendali manual.

Astekita mengatakan bahwa drone thermal ini telah diterima kepada TNGR sejak Desember 2025 dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan, dan sudah bisa digunakan.

Hanya saja, saat ini pihak TNGR masih melakukan uji coba penggunaan drone thermal dengan membawa logistik ke lokasi kejadian, sebelum melakukan evakuasi darat.

"Pertolongan pertama sebelum ada evakuasi darat itu paling enggak drone bisa membawa alat komunikasi, minum, makanan sementara, alat penyelamatan pertama," jelas Astekita.

Baca juga: Duduk Perkara hingga Sikap Resmi, Polemik Turis Berbikini di Rinjani

Drone thermal milik TNGR mampu membawa logistik dengan berat maksimum lima kilogram dengan kekuatan pengeras suara yang bisa terdengar hingga berjarak sejauh satu kilometer.

Nantinya, drone thermal akan disimpan di base camp tertentu bersama alat bantu milik Tim SAR untuk memudahkan proses evakuasi.

"Mungkin kita akan taruh juga di shelter emergency yang ada di Plawangan karena ada beberapa peralatan SAR juga yang kita standby-kan di Plawangan Rinjani," jelasnya.

Perlu diketahui, saat ini pendakian Gunung Rinjani masih ditutup. Astek menjelaskan bahwa pendakian akan dibuka kembali pada 1 April 2026 mendatang dengan kuota 400 orang per hari.

Baca juga: Viral Turis Asing Berbikini di Pemandian Air Panas Rinjani, Dispar NTB Buka Suara

Tag:  #gunung #rinjani #punya #drone #thermal #untuk #evakuasi #korban #pendakian

KOMENTAR