Mengapa Rambut Mudah Rontok? Ini Penyebab dan Solusi yang Perlu Diketahui
Rambut rontok kerap menjadi keluhan banyak orang. Banyak orang baru merasa khawatir ketika jumlah rambut yang jatuh semakin banyak, garis rambut mulai mundur, atau bagian tertentu tampak menipis.
Namun, ternyata secara alami setiap orang memang kehilangan sekitar 50–100 helai rambut per hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut.
Lalu, kapan rambut rontok masih tergolong normal, dan kapan perlu diwaspadai?
Memahami Siklus Rambut
Dikutip dari Healthline, setiap helai rambut mengalami tiga fase utama: fase pertumbuhan (anagen), fase transisi (catagen), dan fase istirahat (telogen).
Setelah melewati fase istirahat, rambut akan rontok dan digantikan oleh rambut baru.
Masalah muncul ketika lebih banyak rambut masuk ke fase rontok secara bersamaan atau ketika pertumbuhan rambut baru terganggu.
Kondisi inilah yang sering membuat rambut terlihat menipis.
Baca juga: Mengatasi Rambut Rontok, dari Gaya Hidup sampai Serum Kulit Kepala
Penyebab Rambut Mudah Rontok
Ada banyak faktor yang dapat memicu kerontokan rambut, mulai dari yang bersifat sementara hingga kondisi medis tertentu.
1. Faktor genetik
Penyebab paling umum adalah faktor keturunan. Pada pria dan wanita, kerontokan akibat genetik biasanya terjadi secara bertahap.
Pada pria, kondisi ini sering ditandai dengan garis rambut yang makin mundur atau kebotakan di area puncak kepala. Sementara pada wanita, rambut cenderung menipis secara merata.
2. Perubahan hormon
Fluktuasi hormon dapat memengaruhi siklus rambut. Kehamilan, persalinan, menopause, hingga gangguan tiroid bisa memicu kerontokan.
Rambut rontok setelah melahirkan, misalnya, sering terjadi karena perubahan hormon yang cukup drastis.
3. Stres fisik dan emosional
Stres berat, baik akibat penyakit, operasi, maupun tekanan psikologis, dapat mendorong lebih banyak rambut masuk ke fase telogen.
Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium dan biasanya terjadi beberapa bulan setelah pemicu stres.
4. Kekurangan nutrisi
Rambut membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk tumbuh optimal.
Kekurangan zat besi, protein, vitamin D, atau zinc dapat memicu kerontokan. Pola diet yang terlalu ketat juga bisa menjadi faktor risiko.
5. Perawatan dan gaya rambut
Penggunaan alat styling bersuhu tinggi, pewarnaan berulang, bahan kimia keras, serta gaya rambut yang terlalu ketat dapat merusak batang dan akar rambut.
Dalam jangka panjang, tarikan berlebihan bisa menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tekanan terus-menerus pada folikel rambut.
6. Kondisi medis tertentu
Beberapa penyakit autoimun, infeksi kulit kepala, atau efek samping obat-obatan tertentu juga dapat memicu kerontokan.
Karena itu, bila rambut rontok terjadi secara tiba-tiba dan berlebihan, pemeriksaan medis mungkin diperlukan.
Baca juga: Perawatan Rambut Rontok di Korea Selatan Diusulkan Ditanggung Asuransi
ilustrasi rambut.
Tanda Kerontokan yang Perlu Diwaspadai
Kerontokan rambut perlu mendapat perhatian lebih jika disertai tanda-tanda berikut:
- Rambut rontok dalam jumlah sangat banyak setiap hari
- Kulit kepala tampak jelas di area tertentu
- Kerontokan terjadi mendadak setelah sakit atau stres berat
- Disertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau kemerahan pada kulit kepala
Jika kondisi ini terjadi, konsultasi dengan dokter atau dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan penyebab yang mendasari.
Solusi dan Cara Mengatasinya
Penanganan rambut rontok bergantung pada penyebabnya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan rambut secara umum.
1. Perbaiki pola makan
Pastikan asupan protein, zat besi, dan vitamin terpenuhi. Sumber protein seperti telur, ikan, dan kacang-kacangan penting untuk pembentukan keratin, komponen utama rambut.
Sayuran hijau dan buah-buahan juga mendukung kesehatan kulit kepala.
2. Kelola stres
Olahraga rutin, tidur cukup, dan teknik relaksasi seperti meditasi dapat membantu menekan dampak stres terhadap tubuh, termasuk rambut.
3. Hindari perawatan berlebihan
Batasi penggunaan alat catok atau hair dryer bersuhu tinggi. Pilih produk perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit kepala dan hindari mengikat rambut terlalu kencang.
4. Gunakan produk yang tepat
Beberapa produk topikal tertentu dapat membantu memperlambat kerontokan dan merangsang pertumbuhan rambut. Namun, penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran tenaga medis.
5. Konsultasi bila perlu
Jika kerontokan berlangsung lebih dari beberapa bulan atau semakin parah, pemeriksaan medis penting dilakukan.
Dokter dapat menyarankan pemeriksaan darah untuk mendeteksi kemungkinan gangguan hormon atau kekurangan nutrisi.
Baca juga: Rambut Rontok Bisa Bersifat Sementara, Ketahui Kapan Perlu ke Dokter
Tidak Selalu Permanen
Di sisi lain, tidak semua kerontokan rambut bersifat permanen. Dalam banyak kasus, terutama yang dipicu stres atau perubahan hormon sementara, rambut dapat tumbuh kembali setelah kondisi tubuh membaik.
Yang terpenting adalah mengenali perubahan sejak dini dan memahami bahwa rambut rontok bukan sekadar persoalan estetika, tetapi juga bisa menjadi sinyal kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Dengan pola hidup sehat, perawatan yang tepat, dan penanganan yang sesuai, risiko kerontokan berlebihan dapat diminimalkan.
Jika kamu mulai merasa rambut rontok lebih banyak dari biasanya, mungkin ini saatnya lebih memperhatikan apa yang terjadi pada tubuhmu.
Tag: #mengapa #rambut #mudah #rontok #penyebab #solusi #yang #perlu #diketahui