Berbarengan Ramadhan, Cap Go Meh 2026 Bogor Tampil Lebih Singkat
- Perayaan Cap Go Meh dalam rangkaian Bogor Street Fest Cap Go Meh 2026 (BSF-CGM) tahun ini akan berlangsung berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Jika biasanya digelar sejak sore hingga malam, parade budaya di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor ini akan dimulai setelah shalat Tarawih dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Ketua Panitia BSF-CGM 2026, Arifin Himawan mengatakan, penyesuaian waktu dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
Meski durasinya lebih pendek dibanding tahun-tahun sebelumnya, panitia tetap berupaya menjaga kualitas event tahunan tersebut.
“Ada momentum yang sangat bagus karena Cap Go Meh berbicara soal kebudayaan, sementara Ramadhan berbicara soal spiritualitas. Karenanya kami mengusung tema Harmony in Diversity,” ujar Arifin.
Baca juga: 7 Festival Cap Go Meh 2026 di Indonesia, Bogor Street Festival hingga Grebeg Sudiro Solo
Ia menyebut bahwa puncak acara akan digelar pada 3 Maret 2026, sementara rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai besok 1 hingga 3 Maret.
Rute parade budaya diperkirakan lebih pendek atau berlangsung singkat dibandingkan tahun lalu.
Arak-arakan akan dimulai dari Jalan Surya Kencana menuju Gang Aut, masuk ke Pasar Jembatan (Jum’pok), keluar melalui Gang Besi atau Bintang Tiga, kemudian kembali ke Surya Kencana.
Tahun lalu, rute parade bisa mencapai Simpang Batu Tulis dengan panjang sekitar 2,2 kilometer. Kini rute tersebut diperpendek untuk menyesuaikan waktu lantaran parade dimulai setelah shalat Tarawih.
Dengan keterbatasan waktu, jumlah peserta pun dibatasi. Sekitar 12 tim Liong dan Barongsai dipastikan tampil, ditambah empat hingga lima kelompok seni budaya lainnya.
Menariknya, parade juga akan dimeriahkan penampilan marawis sebagai simbol pertemuan Cap Go Meh dan Ramadhan dalam satu panggung kebersamaan sesuai tema Harmony in Diversity
Baca juga: Ada Festival Cap Go Meh 1-3 Maret 2026 di Bogor, Jalan Suryakencana Ditutup
Tak hanya parade, panitia juga menggelar rangkaian kegiatan sosial selama perayaan. Pada 1 Maret, akan digelar buka puasa bersama 400 anak yatim.
Kemudian pada 8 Maret, panitia kembali mengadakan buka puasa bersama 200 anak difabel di Vihara Dhanagun.
Arifin menambahkan bahwa kawasan Surya Kencana juga akan diramaikan Pasar Malam Tempo Doeloe yang berlangsung selama tiga hari dan dimulai besok.
Pasar ini dibagi dalam tiga nuansa, yakni suasana Imlek, kopi legendaris, dan nuansa Ramadhan.
Pengunjung bisa datang sejak sore hari untuk berburu takjil berbuka puasa, lalu menikmati gemerlap lampion dan pertunjukan budaya hingga pukul 23.00 WIB.
Bagi wisatawan yang ingin datang, area parkir tersedia di sejumlah titik seperti BTM Mall, Botani Square, serta sepanjang Jalan Otista yang masih memungkinkan digunakan sebagai kantong parkir.
Karena acara berlangsung malam hari dan tidak terlalu panjang, pengunjung disarankan datang lebih awal agar bisa menikmati suasana Pasar Malam Jadoel sekaligus parade budaya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan CGM 2026 tidak hanya menjadi tontonan budaya, tetapi juga membawa manfaat sosial dan memperkuat harmoni antarwarga sesuai tema Harmony in Diversity atau harmoni dalam kebersamaan budaya dan spiritualitas.
Perayaan Cap Go Meh tahun ini bukan hanya soal kemeriahan barongsai dan lampion, melainkan juga tentang bagaimana ruang publik di Bogor menjadi tempat bertemunya tradisi, kuliner, dan semangat kebersamaan di bulan Ramadhan atau ajang budaya pemersatu bangsa.
Bagi pencinta wisata budaya dan kuliner, inilah momen langka untuk merasakan dua perayaan dalam satu malam di jantung Kota Bogor.
Tag: #berbarengan #ramadhan #2026 #bogor #tampil #lebih #singkat