Ambisi Baru OpenAI, Bikin Chip Sendiri untuk ''Ponsel AI''
- Induk chatbot kecerdasan buatan (AI) ChatGPT, OpenAI tampak ingin mencoba hal baru. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu dilaporkan berambisi membuat chip smartphone (HP) buatan sendiri.
Informasi ini diungkap oleh analis kenamaan dari TF International Securities, Ming-Chi Kuo, yang kerap memberi bocoran soal kabar teknologi dengan akurat.
Dalam sebuah unggahan di akun X (dulu Twitter) miliknya, Kuo menyebut bahwa OpenAI dalam proses menjalin kerja sama dengan Qualcomm dan MediaTek.
Kerja sama ini bertujuan mengembangkan System-on-Chip (SoC) custom untuk jadi "otak" smartphone yang fokus pada pemrosesan AI lebih optimal.
Produk akhirnya disebut-sebut berupa ponsel AI yang dijuluki “AI Agent Phone”. Ini adalah perangkat yang dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis dengan cepat dan efisien, tanpa banyak campur tangan pengguna.
Baca juga: AI DeepSeek V4 Dirilis, Jadi Pintu Keluar China dari Ketergantungan pada Nvidia
Beda dari chip HP konvensional
Berbeda dari chipset smartphone pada umumnya yang mengejar performa prosesor (CPU) dan pengolah grafis (GPU), chip OpenAI ini disebut akan difokuskan untuk mempercepat pemrosesan AI.
Strategi ini mirip dengan pendekatan Google lewat chip Tensor di perangkat Pixel yang mengedepankan kemampuan AI dan machine learning (ML).
Kuo menilai, kolaborasi dengan Qualcomm dan Mediatek memungkinkan OpenAI tidak perlu membangun arsitektur prosesor dari nol, yang dikenal kompleks dan mahal.
OpenAI sendiri sebelumnya telah terjun ke pengembangan chip AI bersama Broadcom. Namun, chip ini dibuat untuk pusat data, bukan untuk ponsel.
Chip tersebut digunakan untuk mempercepat beban kerja AI sekaligus menekan biaya operasional dari suatu pusat data.
Langkah ini mengikuti tren industri, di mana perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Meta, dan Google mulai mengembangkan chip AI mereka sendiri guna mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga.
Kuo juga memperkirakan produk semikonduktor tersebut akan memasuki tahap produksi massal pada 2028 mendatang.
Perusahaan manufaktur elektronik asal China, Luxshare, disebut akan menjadi mitra produksi eksklusif OpenAI.
Adapun spesifikasi chip dan rantai pasok komponen diperkirakan akan difinalisasi pada akhir 2026 atau awal 2027 mendatang.
Tantangan yang mengintai
Ilustrasi OpenAI, pengembang ChatGPT.
Meski ambisinya besar, OpenAI diperkirakan akan menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan pembuatan chip ponsel pertama mereka.
Baca juga: Programmer Sekarang Jadi Pekerjaan yang Paling Rentan Digantikan AI
Pasalnya, membangun perangkat dari nol disebut membutuhkan keahlian di banyak aspek, mulai dari desain hardware, integrasi sistem, hingga dukungan ekosistem aplikasi.
Selain itu, adopsi pasar juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa ekosistem yang kuat dan dukungan pengembang, konsep ponsel AI-first yang dicanangkan OpenAI berisiko akan sulit diterima oleh pengguna luas.
Di saat yang sama, OpenAI juga bukan satu-satunya pemain di jalur ini. Apple, Google, dan perusahaan teknologi lain juga diyakini tengah menyiapkan strategi serupa, sehingga persaingan berpotensi semakin ketat.
Tantangan lain datang dari sisi pengalaman pengguna. OpenAI dinilai perlu mengontrol penuh integrasi hardware dan software agar pengalaman AI bisa optimal.
Bisnis juga bisa menjadi tantangan tersendiri. Untuk sektor ini, OpenAI disebut berpotensi menggabungkan perangkat dengan layanan berlangganan, mirip pendekatan vertikal yang selama ini dilakukan Apple.
Dengan begitu, ponsel bisa menjadi "pintu masuk" untuk menarik pengguna ke ekosistem layanan AI berbayar milik perusahaan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari AndroidPolice.
Hingga saat ini, OpenAI belum memberikan informasi resmi soal pembuatan chip ponsel pertama mereka yang akan fokus di performa AI.
Tag: #ambisi #baru #openai #bikin #chip #sendiri #untuk #ponsel