Pasukan AS di Timur Tengah Ramai-ramai Jadi Target Peretas Iran
Ilustrasi peretasan(Pexels)
21:42
28 April 2026

Pasukan AS di Timur Tengah Ramai-ramai Jadi Target Peretas Iran

- Ratusan personel militer Amerika Serikat yang bertugas di Timur Tengah dilaporkan menjadi target serangan siber masif yang dilancarkan oleh peretas asal Iran. 

Serangan ini juga menyasar sejumlah pejabat pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok peretas bernama Handala Hack Team, yang diyakini memiliki keterkaitan dengan pemerintah Iran, mengeklaim telah mengantongi dan memublikasikan data pribadi ribuan tentara AS. 

Melalui saluran Telegram pada Selasa (28/4/2026), grup tersebut merilis nama dan detail pribadi dari 2.379 anggota Marinir AS yang ditempatkan di wilayah Teluk Persia.

Baca juga: Siapa Grup Handala, Peretas Pro-Iran yang Klaim Bobol Email Bos FBI?

Pentagon akan investigasi

Dikutip dari The Wall Street, Selasa, Pentagon saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait klaim tersebut.

Seorang pejabat AS menyatakan, indikasi awal menunjukkan setidaknya sebagian dari daftar nama yang dirilis memang benar merupakan anggota militer aktif.

Penyidik juga meyakini bahwa Handala tidak hanya menargetkan Marinir, tetapi juga menyasar personel dari cabang angkatan bersenjata AS lainnya.

“Ini hanyalah setetes air di lautan kemampuan pengawasan kami,” tulis kelompok peretas tersebut dalam unggahannya.

Baca juga: Negosiasi Buntu, Konflik AS-Iran Masuk Fase Mirip Perang Dingin

Klaim punya data detail hingga keluarga

Kelompok Handala mengeklaim memiliki akses terhadap identitas personel militer AS di kawasan tersebut. 

Tak hanya sekadar nama, mereka mengaku memiliki data yang sangat detail, mulai dari alamat rumah, informasi keluarga, hingga kebiasaan sehari-hari para prajurit.

"Kami memiliki pengetahuan rinci tentang keluarga mereka, alamat rumah, pangkalan, perjalanan harian, kebiasaan berbelanja, bahkan aktivitas rekreasi malam mereka," klaim kelompok tersebut.

Operasi terarah ini dilaporkan sudah dimulai sejak Desember tahun lalu, dengan serangan siber awal yang menyasar anggota Biro Investigasi Federal (FBI).

Baca juga: Iran Siap Bagi Kemampuan Pertahanan ke Negara Lain, Klaim AS Tak Lagi Dominan

Siapa kelompok peretas Handala?

Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (CVN 72) berlayar dengan kapal perusak kelas Arleigh-Burke USS Frank E Petersen Jr (DDG 121) dan kapal kargo jelas Lewis and Clark USNS Carl Brashear (T-AKE 7) di Laut Arab, 6 Februari 2026.PETTY OFFICER 1ST CLASS JESSE MONFORD via AFP Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (CVN 72) berlayar dengan kapal perusak kelas Arleigh-Burke USS Frank E Petersen Jr (DDG 121) dan kapal kargo jelas Lewis and Clark USNS Carl Brashear (T-AKE 7) di Laut Arab, 6 Februari 2026.

Nama "Handala" diambil dari karakter kartun politik tahun 1969 yang menjadi simbol perlawanan dan personifikasi rakyat Palestina.

Dikutip dari Newsweek, Handala Hack Team adalah kelompok siber yang terkait dengan Iran dan secara terbuka menampilkan diri sebagai kelompok aktivis peretas pro-Palestina.

Akan tetapi, mereka secara luas dinilai oleh para peneliti keamanan siber Barat dan pejabat AS sebagai kedok untuk operasi intelijen siber pemerintah Iran.

Kelompok ini telah dikaitkan dengan kampanye peretasan yang bersekutu dengan Teheran, serta diyakini beroperasi sebagai bagian dari upaya perang siber dan psikologis Iran yang lebih luas.

Handala telah mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan siber tingkat tinggi yang menargetkan entitas yang terkait dengan AS dan Israel.

Baca juga: Iran Disebut Butuh China untuk Damai dengan AS, Beijing Perlu Turun Tangan

Buronan berhadial 10 juta dollar AS

Kelompok ini sering kali menggabungkan pencurian data dengan kebocoran publik yang bertujuan untuk mempermalukan atau mengintimidasi targetnya. 

Handala mendapatkan perhatian luas setelah diduga melancarkan serangan siber terhadap Stryker, mengganggu operasi global dengan menghapus data dari perangkat yang terhubung ke jaringan.

Pemerintah AS kemudian menyita situs web yang terkait dengan Handala dan mengumumkan hadiah sebesar 10 juta dollar AS untuk informasi yang mengarah pada identifikasi anggota kelompok tersebut.

Hal ini yang menggarisbawahi kekhawatiran AS bahwa aktivitas Handala meluas melampaui aktivisme peretasan ke operasi siber.

Tag:  #pasukan #timur #tengah #ramai #ramai #jadi #target #peretas #iran

KOMENTAR