Tips Jaga Kesehatan Ginjal Saat Puasa agar Tak Dehidrasi Menurut Dokter
Ilustrasi puasa. Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga membantu menata ulang emosi, stres, dan pola pikir menurut penjelasan psikiater.(Freepik)
20:36
28 Februari 2026

Tips Jaga Kesehatan Ginjal Saat Puasa agar Tak Dehidrasi Menurut Dokter

Menjalankan ibadah puasa berarti menahan makan dan minum selama belasan jam.

Di balik nilai spiritualnya, puasa juga menuntut tubuh untuk beradaptasi, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan.

Jika tidak dikelola dengan baik, kekurangan cairan atau dehidrasi bisa berdampak pada fungsi organ vital, termasuk ginjal.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi lulusan Universitas Hasanuddin, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, membagikan sejumlah kiat untuk menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa.

Baca juga: Tips agar Tetap Fit Saat Puasa Meski Tanpa Kopi

Penuhi Kebutuhan Cairan 2 Liter per Hari

Menurut dr. Dina, kunci utama menjaga ginjal tetap sehat saat puasa adalah memastikan kebutuhan cairan harian tetap terpenuhi.

“Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa itu dengan minum yang cukup. Tentunya pada saat sahur dan berbuka tidak boleh kita melewatkannya,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Sabtu (28/2/2026).

Ia merekomendasikan konsumsi air sekitar 2 liter per hari atau setara dengan 8 gelas.

Pemenuhan cairan bisa dibagi saat berbuka, setelah tarawih, dan saat sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Kekurangan cairan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang pada kondisi berat bisa membebani kerja ginjal.

Ginjal sendiri berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh.

Jika asupan cairan kurang, proses ini bisa terganggu.

Pilih Buah Utuh atau Jus Berserat

Ilustrasi jus wortel.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi jus wortel.

Selain air putih, cairan juga bisa diperoleh dari buah-buahan.

Namun, Dina menyarankan agar konsumsi buah dilakukan dalam bentuk utuh atau jus yang masih mengandung ampas (serat).

“Jus usahakan jangan yang hanya air saja tapi dengan ampasnya. Karena yang hanya air saja itu juga gula, sama saja dengan kita meminum gula,” jelasnya.

Serat dalam buah membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga lonjakan gula darah bisa lebih terkendali.

Ia juga menyarankan agar jus dibuat sendiri di rumah tanpa tambahan gula agar kandungan gizinya lebih terjaga dan higienis.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa? Ketahui Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Waspadai Pemanis Buatan dan Jus Kemasan

Dina mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap minuman kemasan yang mengklaim “tanpa gula tambahan”.

Menurutnya, klaim tersebut tidak serta-merta membuat produk tersebut sehat.

Ia juga menyarankan menghindari pemanis buatan tertentu seperti sakarin.

Meski masih digunakan secara luas, beberapa penelitian menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Jika ingin menggunakan pemanis alternatif, ia menyebut stevia sebagai pilihan yang lebih alami.

Hindari Kopi dan Teh saat Sahur

Kebiasaan minum kopi atau teh saat sahur juga sebaiknya dibatasi.

Minuman berkafein memiliki efek diuretik, yaitu meningkatkan produksi dan pengeluaran urine.

Kondisi ini dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil dan berisiko mengalami dehidrasi lebih cepat saat berpuasa.

Karena itu, dr. Dina menyarankan agar kebutuhan cairan saat sahur dipenuhi dengan air putih.

Perhatikan Pola Makan

Selain cairan, asupan makanan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal.

Konsumsi sayur dan buah yang kaya serat serta mineral dianjurkan untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal.

Sebaliknya, makanan manis berlebihan, makanan bertepung, serta gorengan sebaiknya dibatasi.

Meski demikian, konsumsi kurma saat berbuka masih diperbolehkan dalam jumlah wajar.

“Kalau misalnya kurma itu dimakan sampai tiga butir itu masih tidak ada masalah,” kata dr. Dina.

Baca juga: Tips Cukupi 2 Liter Cairan Saat Puasa Menurut Dokter

Dengarkan Sinyal Tubuh

Pada dasarnya, puasa dapat dijalani dengan aman oleh orang sehat selama kebutuhan cairan dan nutrisi tetap terpenuhi.

Namun, bagi individu dengan riwayat penyakit ginjal atau kondisi medis tertentu, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat dianjurkan.

Menjaga kesehatan ginjal selama puasa bukan hanya soal menahan haus, tetapi juga tentang bagaimana mengatur pola minum dan makan secara bijak.

Dengan strategi yang tepat, tubuh tetap bugar dan fungsi ginjal pun terjaga hingga akhir Ramadan.

Tag:  #tips #jaga #kesehatan #ginjal #saat #puasa #agar #dehidrasi #menurut #dokter

KOMENTAR