Gelar Rakernas 2026, PB Akuatik Indonesia Kaji Pembentukan Asosiasi Polo Air
Usulan pembentukan asosiasi khusus polo air muncul dalam Rakernas PB Akuatik Indonesia. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
18:47
28 Februari 2026

Gelar Rakernas 2026, PB Akuatik Indonesia Kaji Pembentukan Asosiasi Polo Air

Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) berencana membentuk asosiasi khusus untuk disiplin cabang olahraga polo air. Namun nantinya masih akan tetap berada di bawah naungan PB AI.

Rencana itu muncul setelah adanya usulan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB Akuatuk Indonesia 2026 dengan tema "Konsolidasi dan Sinergitas Menuju Asian Games 2026" di Hotel Aryaduta Menteng, Sabtu (28/2).

"Dalam Akuatik Indonesia ini kan bukan saja renang. Ada juga polo air, ada juga renang indah, ada loncat indah, open water swimming," ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum PB AI usai Rakernas.

"Nah, salah satu usulannya adalah untuk dikaji bagaimana polo air bisa menjadi asosiasi tapi tetap di bawah federasi kita, Akuatik Indonesia," tambahnya.

Anindya menjelaskan, usulan pembentukan asosiasi khusus muncul karena polo air disiplin olahraga beregu. Sehingga dibutuhkan perhatian khusus baik dari segi pembinaan, pengelolaan hingg pembiayaan.

"Kenapa? Karena ini olahraga beregu, udah bisa dibilang sepak bolanya air, ya. Jadi dibutuhkan perhatian khusus dan juga penanganan khusus daripada model untuk memastikan keberlanjutannya berjalan termasuk dari sisi pembiayaan, pelatihan, dan lain-lain," terang dia

"Dan juga kita punya prestasi juga tidak jelek, bagus malah. Kita pernah menjuarai eh emas ya di Filipina, terakhir berturut-turut kita silver atau apa, perak. Nah ini tentu menjadi suatu kajian yang serius, ya," kata Anindya menambahkan.

Karena itu, PB AI akan mengkaji matang-matang rencana tersebut. Anindya juga menyebut usulan itu sudah muncul dalam dua tahun terakhir karena polo air butuh penanganan khusus agar bisa berprestasi lebih baik lagi.

"Kita akan kaji, tapi memang niatnya itu sudah terdengar sejak setahun dua tahun terakhir dan saya rasa masuk akal. Karena dalam Akuatik Indonesia ini olahraganya kan banyak," ucapnya.

"Sehingga untuk penanganan khusus apalagi dia satu-satunya yang bisa dibilang olahraga tim beregu. Jadi saya rasa itu suatu hal yang bagus kita akan kaji dan arahnya emang seperti itu," sambung Anindya.

Anin, sapaan akrab Anindya Bakrie, menyinggung Federasi Futsal Indonesia yang sudah lama aktif sebagai asosiasi. Tapi FFI tetap jadi bagian dan berada di bawah naungan PSSI.

Ketika ditanya kapan asosiasi polo air dibentuk, Anin yakin langkah itu bisa terjadi tahun ini. PB Akuatik Indonesia kini terus menggodok rencana tersebut secara administrasi dan hukum.

"Ya kita akan ya lihat dengan hukum, ya bidang hukum, ya saya rasa tahun inilah ya karena kita juga ingin cepat dan nanti untuk dipilih apa pimpinannya dan supaya liganya semakin menggeliat ya," kata Anin.

"Karena saya lihat banyak juga itu apa ya bukan hanya minat tapi peserta dan juga penonton. Dan mungkin seperti renang juga bisa menjadi industri sendiri ya jadi dunia usaha bisa ikut membantu dan berpartisipasi," tambah dia menjelaskan.

Selain rencana pembentukan asosiasi polo air, Anin juga mengungkap hal lain yang dibahas dalam Rakernas PB AI 2026. Mulai dari apresiasi pembibitan oleh para pengprov, penguatan pelath berlevel internasional, hingga dukungan untuk atlet.

 

Editor: Hendra Eka

Tag:  #gelar #rakernas #2026 #akuatik #indonesia #kaji #pembentukan #asosiasi #polo

KOMENTAR