Israel-AS Serang Iran, Malaysia Minta Gencatan Senjata Segera Dilakukan
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berpidato dalam dalam KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur pada 28 Oktober 2025.(AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
20:48
28 Februari 2026

Israel-AS Serang Iran, Malaysia Minta Gencatan Senjata Segera Dilakukan

Pemerintah Malaysia angkat bicara terkait serangan terkoordinasi Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyerukan penghentian tembakan segera dan tanpa syarat di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangan resminya, Anwar memperingatkan bahwa situasi saat ini berada “di ambang bencana”.

Baca juga: 6 Negara Ini Jadi Sasaran Rudal Usai Iran Diserang Israel AS, Timur Tengah Membara

Ia meminta Amerika Serikat dan Iran memilih jalur diplomasi untuk meredakan keadaan, bukan melanjutkan langkah yang berisiko memperluas konflik.

Serangan Israel ke Iran upaya gagalkan negosiasi

Menurut Anwar, serangan yang diawali Israel dapat berdampak pada proses perundingan yang sedang berlangsung.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai upaya yang berpotensi mengganggu negosiasi serta menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik yang sulit dikendalikan.

“Inisiasi serangan oleh Israel ini merupakan upaya tercela untuk menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung dan menyeret negara-negara lain ke dalam konflik yang berpotensi mustahil dikendalikan,” kata Anwar, dikutip dari Malay Mail, Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel dan Amerika Serikat dilaporkan meluncurkan serangan bersama ke sejumlah target di Iran.

Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan, mengingat hubungan Israel dan Iran selama ini berada dalam situasi tegang.

Baca juga: Adu Kekuatan Iran Vs Israel-AS dalam Serangan Hari Ini, Siapa Lebih Unggul?

Gencatan senjata harus jadi prioritas utama

Dalam responsnya, Anwar menempatkan gencatan senjata sebagai prioritas utama.

Seruan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa aksi balasan atau operasi lanjutan dapat memperburuk keadaan dan memperluas dampak konflik.

Selain soal penghentian serangan, Malaysia juga memberi perhatian pada keselamatan warga negaranya.

Anwar menyampaikan bahwa pemerintah memantau kondisi warga Malaysia yang berada di Iran maupun di negara-negara lain di kawasan tersebut.

Ia juga menyebut Malaysia akan berkomunikasi dengan mitra regional untuk membahas langkah lanjutan.

Koordinasi ini dilakukan guna memantau perkembangan situasi dan menentukan respons yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: Iran Balas Serang Israel, Kedubes Iran: Hak yang Sah dan Legitim

Diplomasi diperlukan untuk mencegah situasi tak terkendali

Dalam pernyataannya, Anwar turut menyinggung konteks yang lebih luas.

Ia menyampaikan bahwa eskalasi ini terjadi di tengah proses diplomatik yang rapuh terkait program nuklir Iran serta meningkatnya ketegangan regional dalam beberapa waktu terakhir.

Serangan yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat itu disebut sebagai salah satu eskalasi langsung paling serius dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi ini menambah tekanan terhadap upaya diplomasi yang sebelumnya berjalan dalam situasi sensitif.

Anwar kembali menegaskan pentingnya jalur dialog untuk mencegah situasi berkembang ke arah yang tidak terkendali.

Ia meminta semua pihak menahan diri agar konflik tidak menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran ketegangan yang lebih luas.

Hingga kini, pernyataan tersebut menjadi sikap resmi Malaysia atas perkembangan terbaru di Timur Tengah.

Pemerintah Malaysia menekankan dua hal utama, yakni urgensi gencatan senjata serta perlindungan warga negaranya, sembari terus memantau dinamika pascaserangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.

Baca juga: Pasca Serangan Israel-AS, Iran Dilanda Pemadaman Internet

Tag:  #israel #serang #iran #malaysia #minta #gencatan #senjata #segera #dilakukan

KOMENTAR