Cerita Megahnya Gedung A.A. Maramis, SCBD Jakarta Versi Zaman Dulu
Gedung A.A. Maramis di Jalan Lapangan Banteng Timur, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026)(Kompas.com/Sandiago Ferdian)
06:07
16 Februari 2026

Cerita Megahnya Gedung A.A. Maramis, SCBD Jakarta Versi Zaman Dulu

– Kawasan Jakarta Pusat, yang dahulu dikenal sebagai Weltevreden, menyimpan sebuah bangunan bersejarah yang kini mulai banyak dikunjungi dalam kegiatan wisata sejarah: Gedung A.A. Maramis.

Dikenal dengan julukan Witte Huis atau Gedung Putih, bangunan ini menampilkan perpaduan antara gaya istana klasik dan nilai sejarah yang kuat.

Baca juga: 5 Ide Liburan Imlek Anti Gabut di Jakarta, Lihat Barongsai dan Lampion

Gedung ini dapat menjadi salah satu pilihan destinasi bagi kamu yang ingin merasakan suasana Jakarta pada masa lalu.

Daya tarik visual ala "old money"

Bagi kamu yang menyukai objek wisata estetik, Gedung A.A. Maramis bisa menjadi salah satu destinasi wisata. 

Ira Lathief, Founder Wisata Kreatif Jakarta, menyebut gedung ini memiliki nuansa klasik yang menonjol. 

“Bangunannya estetik sekali, nuansanya megah dan mewah. Sekarang banyak anak muda yang bergabung ke komunitas sejarah karena ingin berfoto di sana. Tapi, kalau bangunan bersejarahnya tidak estetik, anak muda juga pasti enggan datang. Di sini vibes-nya memang terasa mahal,” ujar Ira saat ditemui Kompas.com di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).

Ira menambahkan bahwa kawasan ini merupakan salah satu pusat aktivitas penting pada masanya.

“Sebenarnya kawasan ini bisa dibilang seperti ‘SCBD zaman dulu’. Kalau sekarang orang mengenal kawasan segitiga emas, dulu kawasan ini ibarat ‘berlian’-nya, karena di sini ada katedral, ada istana, dan berbagai bangunan penting lainnya,” katanya.

Baca juga: 12 Tempat Wisata di Kota Tua Jakarta yang Wajib Dikunjungi, Rasakan Nostalgia Sejarah

Keindahan arsitekturnya juga mendapatkan pengakuan di level internasional melalui FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2025, sebuah penghargaan di bidang arsitektur dan pengelolaan properti.

Apa saja yang menarik di dalamnya?

Gedung A.A. Maramis di Jalan Lapangan Banteng Timur, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026)Kompas.com/Sandiago Ferdian Gedung A.A. Maramis di Jalan Lapangan Banteng Timur, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026)
Saat berkunjung, Kamu dapat melihat langsung penerapan gaya arsitektur Imperium Tropis karya J.C. Schultze. Salah satu ciri khasnya adalah jendela-jendela berukuran besar peninggalan masa lalu yang masih dijaga keasliannya. 

Beberapa titik yang dapat diperhatikan saat berada di dalam kompleks gedung antara lain:

  • Bekas penjara: Ruang tahanan masa lalu yang sunyi dengan bentuk aslinya tetap dipertahankan untuk memberi gambaran kondisi nyata penjara pada masa itu.
  • Jejak patung J.P. Coen: Dahulu, di depan gedung ini berdiri patung Jan Pieterszoon Coen yang dibangun untuk memperingati 200 tahun masa jabatannya, sebelum akhirnya dihancurkan pada masa pendudukan Jepang.
  • Material asli abad ke-17: Melalui revitalisasi pada 2019–2022, elemen asli seperti lantai dan jendela besar bergaya Imperium Tropis tetap dijaga agar pengunjung dapat merasakan atmosfer sejarah secara utuh.

Panduan dan etika berkunjung

Gedung A.A. Maramis dikelola oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan masih digunakan untuk sejumlah kegiatan resmi. Karena itu, akses kunjungan tidak sebebas museum pada umumnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan di antaranya: 

  • Sistem bersurat: Disarankan datang dalam bentuk rombongan atau komunitas dengan mengajukan izin resmi terlebih dahulu kepada pihak LMAN.
  • Aturan berpakaian: Kamu perlu berpakaian sopan saat berkunjung ke lokasi ini.
  • Akses transportasi: Lokasinya cukup strategis. Kamu dapat naik KRL dan turun di Stasiun Juanda, lalu berjalan kaki menuju lokasi, atau menggunakan layanan TransJakarta yang memiliki halte di depan kawasan tersebut.

Tag:  #cerita #megahnya #gedung #maramis #scbd #jakarta #versi #zaman #dulu

KOMENTAR