Putra Sulsel Jadi Imam Besar di Masjid Istiqlal Houston, Simbol Islam Indonesia di Texas
Imam besar Istiqlal Houston Dr Muthahhir Arif bersama Dubes RI untuk USA Prof. Dwisuryo Indroyono Soesilo, dan kolega pengurus masjid Istiqlal Houston Texas. (Istimewa)
22:06
15 Februari 2026

Putra Sulsel Jadi Imam Besar di Masjid Istiqlal Houston, Simbol Islam Indonesia di Texas

Komunitas Muslim Indonesia di Amerika Serikat kini memiliki rumah ibadah representatif di Negara Bagian Texas. Masjid Istiqlal Houston resmi diresmikan pada 7 Februari 2026 oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Prof. Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Masjid yang berlokasi di kota Houston ini menjadi satu-satunya masjid yang merepresentasikan komunitas Muslim Indonesia di wilayah tersebut. Peresmian bukan sekadar pembukaan tempat ibadah, tetapi simbol persatuan diaspora Indonesia di perantauan.

Nama “Istiqlal” diambil dari Masjid Istiqlal di Jakarta yang dikenal sebagai simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa. Semangat itulah yang ingin dihadirkan di Texas: Islam yang damai, toleran, dan inklusif.

“Masjid Istiqlal di Jakarta dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia dan sebagai simbol persatuan. Kami berharap Masjid Istiqlal Houston ini, meskipun terletak jauh dari Jakarta, dapat membawa semangat yang sama untuk komunitas Muslim di Amerika,” ujar Dubes RI Indroyono Soesilo.

Imam Besar Masjid Istiqlal Houston, Dr Muthahhir Arif, menegaskan masjid ini adalah representasi wajah Islam Indonesia di Amerika. “Masjid ini menggambarkan kekayaan tradisi dan semangat toleransi umat Islam Indonesia di perantauan,” ujarnya, Minggu (15/2).
Perjuangan 12 Tahun

Masjid Istiqlal Houston berdiri melalui perjuangan panjang Indonesian American Muslim Community (IAMC) selama lebih dari 12 tahun. Presiden IAMC, Beben Suteja, menyebut capaian ini sebagai hasil kebersamaan seluruh komunitas lintas generasi.

“Kami tidak mungkin sampai di titik ini tanpa dukungan dan kerja keras seluruh komunitas. Ini adalah hasil kebersamaan,” katanya.

Sejumlah tokoh diaspora Indonesia turut berperan dalam pembangunan masjid, didukung para donatur dari dalam dan luar negeri serta pendampingan Konsulat Jenderal RI di Houston.
Dai Asal Sulsel Jadi Imam Besar

Figur sentral di balik penguatan peran masjid ini adalah Dr Muthahhir Arif, dai asal Sulawesi Selatan. Lulusan doktor Kajian Islam dari Universitas Muslim Indonesia itu telah hampir satu dekade berdakwah di Amerika Serikat.

Ia pernah membina Pesantren Nur Inka Nusantara Madani yang dirintis Imam Shamsi Ali di Connecticut, serta berdakwah di sejumlah masjid di New York dan Las Vegas. Sejak 2024, ia dipercaya memimpin Masjid Istiqlal Houston.

Tak hanya memimpin salat lima waktu dan khutbah Jumat, Muthahhir aktif membina mualaf dan menguatkan jejaring komunitas. Salah satu momen berkesan adalah saat ia membimbing prosesi syahadat seorang profesor asal Amerika, Dock Yates.

“Keluarga besar Masjid Istiqlal Houston mengucapkan selamat datang kepada Brother Dock Yates dalam keluarga besar umat Islam. Semoga Allah menganugerahkan keistiqamahan dan keberkahan,” ucapnya.

Selain fokus pada ibadah, Masjid Istiqlal Houston juga menggelar berbagai kegiatan seperti Quranic Summer Class, kajian rutin, dan forum dialog lintas budaya. Muthahhir bahkan rutin bersilaturahmi ke berbagai kota di Amerika untuk mempererat jaringan diaspora.

“Masjid ini adalah simbol persatuan umat, tempat memperkuat iman dan membina generasi muda dengan akhlak mulia,” tegasnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan

Tag:  #putra #sulsel #jadi #imam #besar #masjid #istiqlal #houston #simbol #islam #indonesia #texas

KOMENTAR