Uni Eropa Tuding Dewan Perdamaian Gaza Hanya Jadi Alat Kepentingan Pribadi Trump
- Sejumlah pemimpin Uni Eropa melayangkan kritik tajam terhadap Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dewan tersebut dinilai telah mengabaikan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam Konferensi Keamanan Munich yang digelar Jumat (13/2/2026), Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Kaja Kallas, menuding Trump memanfaatkan dewan tersebut sebagai alat untuk memenuhi kepentingan pribadinya.
Kallas menyoroti adanya ketimpangan antara resolusi Dewan Keamanan PBB dengan struktur yang dibentuk Trump.
Baca juga: Israel Resmi Bergabung Board of Peace
Padahal, mandat PBB bertujuan untuk mengelola pemerintahan dan rekonstruksi Gaza pasca-perang dengan melibatkan suara warga Palestina.
Meskipun resolusi Dewan Keamanan PBB memberikan mandat kepada dewan tersebut untuk mengelola pemerintahan dan rekonstruksi Gaza pasca-perang, badan yang dibentuk Trump ini tidak menyebutkan Gaza atau PBB sama sekali.
Menurutnya, resolusi asli telah menetapkan dewan tersebut akan "dibatasi waktunya", memberikan kesempatan kepada warga Palestina untuk menyampaikan pendapat, dan secara eksplisit merujuk pada Gaza.
“Namun, statuta Dewan Perdamaian tidak menyebutkan satu pun dari hal-hal ini,” kata Kallas kepada konferensi tersebut, dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Malaysia Sulit Dukung Board of Peace Tanpa Jaminan Jelas Nasib Warga Palestina
Sementara, Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyampaikan kekhawatiran serupa.
Ia menyayangkan posisi Eropa yang dikucilkan dari inisiatif tersebut, padahal Uni Eropa merupakan salah satu penyandang dana utama bagi Otoritas Palestina.
Senator Demokrat AS Chris Murphy juga mengkritik Dewan Perdamaian yang terburu-buru dan menyebutnya sebagai kampanye konsisten Trump untuk mengasingkan Eropa.
Ia pun mempertanyakan efektivitas gencatan senjata yang diklaim Trump.
"Apakah ada gencatan senjata? Ratusan warga Gaza telah tewas sejak pengumuman tersebut," ujarnya.
Baca juga: Pejabat Palestina Sebut Trump Jadikan Dewan Perdamaian Alternatif PBB
AS tuding PBB tak selesaikan persoalan Gaza
Pada Sabtu (14/2/2026), Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengatakan, PBB tidak dapat menyelesaikan perang di Gaza dan hampir tidak memainkan peran apa pun" dalam menyelesaikan konflik global.
“PBB masih memiliki potensi luar biasa untuk menjadi alat kebaikan di dunia,” katanya kepada konferensi tersebut.
“Namun kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa saat ini, dalam masalah-masalah paling mendesak yang ada di hadapan kita, PBB tidak memiliki jawaban dan praktis tidak memainkan peran apa pun. PBB tidak mampu menyelesaikan perang di Gaza,” sambungnya.
Berbicara di sebuah acara sampingan, perwakilan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk oleh Trump, Nickolay Mladenov mendesak agar dewan yang dipimpinnya perlu bertindak sangat cepat.
Baca juga: Israel Masih Serang Gaza Usai Gabung Dewan Perdamaian, 32 Orang Tewas
“Jika kita tidak melakukannya, kita tidak akan menerapkan fase kedua gencatan senjata, melainkan fase kedua perang,” katanya.
“Agar Gaza dapat dibangun kembali, kita perlu memiliki komite teknokrat di Gaza yang memerintah secara efektif, pelucutan senjata, dan penarikan pasukan Israel,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti memperingatkan para pemimpin bahwa mereka hidup dalam gelembung ilusi.
“Saat kita sedang berbicara, pemerintah Israel telah menyatakan bahwa seluruh Tepi Barat tersedia untuk pemukiman,” ujarnya.
“Mereka praktis telah menancapkan paku terakhir di peti mati perjanjian Oslo di depan seluruh dunia,” tambahnya.
Baca juga: Tak Mau PBB Disaingi, Presiden Brasil dan Perancis Sindir Dewan Perdamaian Gaza
Rencana rekonstruksi senilai miliaran dollar AS
Diskusi yang penuh ketegangan ini berlangsung beberapa hari sebelum pertemuan pertama Dewan Perdamaian yang dijadwalkan pada 19 Februari.
Reuters melaporkan, Trump akan mengumumkan rencana rekonstruksi Gaza senilai miliaran dollar AS dan membagikan rincian tentang pasukan stabilisasi yang diamanatkan PBB.
Laporan tersebut menyebutkan, sekitar 20 negara, termasuk kepala negara, akan menghadiri pertemuan di Washington, DC.
Trump akan mengumumkan komitmen dari beberapa negara untuk menyediakan beberapa ribu pasukan bagi pasukan stabilisasi.
Baca juga: Mayoritas Negara Anggota Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump Justru Dibatasi Masuk AS
Sementara itu, gencatan senjata yang rapuh di Gaza telah berulang kali dilanggar oleh serangan Israel yang hampir setiap hari terjadi, yang telah menewaskan hampir 600 warga Palestina sejak Oktober lalu.
Jalur Gaza saat ini terbagi menjadi dua wilayah oleh apa yang disebut "Garis Kuning", dengan Israel menduduki sekitar 53 persen wilayah tersebut.
Bagian tengahnya dikuasai oleh Hamas sebagai bagian dari fase pertama perjanjian gencatan senjata.
Namun dalam praktiknya, Israel terus memberlakukan blokade penuh terhadap Gaza.
Tag: #eropa #tuding #dewan #perdamaian #gaza #hanya #jadi #alat #kepentingan #pribadi #trump