Tavares Minta Maaf Setelah Rekor Tanpa Kalah Persebaya Putus
Pemain Persebaya Surabaya Gali Freitas dijaga dua pemain Bhayangkara Presisi Lampung FC Putu Gede dan Ryo Matsumura saat laga pekan ke-21 Super League 2025-2026 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026) malam.(KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU)
19:28
15 Februari 2026

Tavares Minta Maaf Setelah Rekor Tanpa Kalah Persebaya Putus

- Bertepatan dengan hari kasih sayang, Persebaya Surabaya harus pasrah menerima rentetan laga tanpa kalah mereka terputus.

Persebaya harus kalah 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam laga pekan ke-21 Super League 20252-2026 yang digelar tepat pada hari Valentine, Sabtu (14/2/2026).

Meskipun tampil dominan dengan mencatat 56% penguasaan bola, Persebaya tak mampu mempersembahkan kemenangan di hadapan 1.5425 suporter mereka di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan laju impresif Persebaya yang sebelumnya mencatat 13 laga tanpa kekalahan.

Bajul Ijo kini tetap di posisi ke-5 klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 35 poin.

Baca juga: Hasil Persebaya Vs Bhayangkara FC 1-2: Rekor Tanpa Kalah Bajul Ijo Putus

"Pertama saya mengucapkan selamat kepada Bhayangkara. Terima kasih kepada para suporter yang sudah datang ke stadion untuk mendukung kami, suasana yang sangat luar biasa," kata pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.

Ia menilai laga berjalan tidak seimbang dari sisi jumlah peluang, tetapi sangat efektif bagi lawan.

Bajul Ijo Perlu Lebih Tajam

Bhayangkara FC, yang diasuh eks pelatih Persebaya, Paul Munster, memiliki dua tendangan ke arah gawang dan menjadi gol. Satu gol bersumber dari set piece dan satu lainnya dari skema transisi. 

"Kami menciptakan beberapa peluang di babak pertama tetapi tembakan kami kurang akurat. Dua kali kami gagal mencetak gol dari Milos (Raickovic). Kami memiliki beberapa peluang dengan (Francisco) Rivera dan Bruno (Moreira) tetapi tidak mampu menembak ke gawang. Kami perlu memperbaiki ini," imbuhnya.

Selepas jeda babak pertama, intensitas serangan Persebaya meningkat tajam. Tekanan terus diberikan melalui serangan terbuka maupun bola mati, tetapi hanya satu peluang yang mampu dikonversi menjadi gol.

Baca juga: HT Persebaya Vs Bhayangkara FC 0-2: Doumbia dan Sidibe Menggila

"Kami memiliki peluang-peluang tapi sayang sekali kami hanya mencetak satu gol. Saya menghargai, mengapresiasi sikap dari para pemain terutama di babak kedua," ujar pelatih asal Portugal itu.

Dalam situasi tertinggal, keputusan berani tetap diambil Tavares yang memberi menit bermain kepada pemain muda.

"Selain itu, sangat sulit untuk menurunkan pemain muda ketika tim tertinggal 2-1 di kandang, dan saya tetap menurunkan mereka."

"Tetapi saya menghargai keputusan itu karena tekanan yang mereka tanggung sangat besar, namun tanggung jawab tetap ada pada saya. Terima kasih atas pengorbanan mereka," sambungnya.

Sorotan Tavares untuk Wasit

Selain itu laga yang dipimpin wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, juga menyisakan catatan tersendiri bagi Bernardo Tavares.

Wasit hanya memberikan waktu tambahan 5 menit di masing-masing babak. Padahal, menurut Tavares di babak pertama dan babak kedua lawan selalu berusaha mengulur waktu.

Pelatih Persebaya Surabaya di Super league 2025-2026, Bernardo Tavares asal Portugal.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pelatih Persebaya Surabaya di Super league 2025-2026, Bernardo Tavares asal Portugal.

"Kiper baru saja mendapat kartu kuning di menit-menit terakhir dan para pemain berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan pertandingan. Saya rasa ini tidak baik dan saya terkejut bahwa wasit asing hanya memberikan waktu tambahan lima menit?," tutur pelatih berlisensi UEFA Pro itu.

"Tapi ini bukan alasan, ini hanya kenyataan. Jadi, mohon Bapak Ogawa periksa wasit ini," imbuhnya.

Tavares Minta Maaf kepada Penonton

Setelah rekor tidak terkalahkan putus, fokus Persebaya beralih pada upaya mengumpulkan poin di laga selanjutnya.

"Terima kasih kepada penonton. Saya bisa meminta maaf karena kami tidak menang. Kami berusaha bermain untuk menang karena jika tidak berusaha bermain untuk menang, kata Bernardo Tavares.

Baca juga: Di Antara Lapangan dan Ruang Kuliah, Pemain Persebaya Mantapkan Langkah ke Kampus

"Anda tidak menempatkan bek tengah sebagai striker, tidak mencoba bertaruh, tapi ini sepak bola. Satu tim bisa menang, tim lain harus kalah. Sayangnya, hari ini kami kalah. sekarang kami perlu mencoba mengumpulkan poin di laga tandang," sambungnya.

Kekalahan ini menjadi alarm penting bagi Bajul Ijo. Dominasi permainan tanpa efektivitas penyelesaian akhir menjadi catatan buat Persebaya yang berambisi bersaing di jalur papan atas kompetisi.

"Hal baiknya dalam sepak bola adalah kita bisa menjalani pertandingan lain untuk mencoba mengubah sejarah."

"Mari kita lihat apakah kita bisa memulihkan beberapa pemain agar memiliki lebih banyak pilihan untuk pertandingan berikutnya," pungkas mantan pelatih PSM Makassar itu.

Tag:  #tavares #minta #maaf #setelah #rekor #tanpa #kalah #persebaya #putus

KOMENTAR