Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
- Heineken akan memangkas 5.000 hingga 6.000 pekerjaan global selama dua tahun akibat penurunan laba perusahaan.
- Penurunan volume penjualan bir sebesar 2,4 persen pada 2025 memaksa perusahaan mengurangi beban operasional.
- PHK akan menyasar posisi pembuatan bir dan kerah putih untuk memperkuat operasi dan investasi pertumbuhan.
Produsen minuman beralkohol, Heineken, berencana memangkas hingga 6.000 pekerjaan dari tenaga kerja di seluruh dunia. Hal ini seiring dengan anjloknya laba yang diperoleh perusahaan.
Apalagi, penjualan bir dan persaingan yang ketat membuat Heineken harus memangkas beban operasional. Tercatat, penjualan volume bir turun 2,4 persen pada 2025.
Kepala Keuangan Heineken, Harold van den Broek mengatakan mereka yang di PHK berasal dari sektor pembuatan bir dan posisi kerah putih.
Total ada 87 ribu karyawan Heineken di seluruh dunia. Perusahaan mengatakan tengah menghadapi kondisi pasar yang menantang.
"Kami benar-benar melakukan ini untuk memperkuat operasi kami dan untuk dapat berinvestasi dalam pertumbuhan," kata kepala keuangan Heineken, Harold van den Broek dilansir dari Reuters, Minggu (15/2/2026).
PerbesarDi tengah ekonomi yang tidak pasti, mencari pekerjaan kini terasa semakin sulit. Banyak perusahaan melakukan efisiensi, rekrutmen dibatasi, bahkan sebagian mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran [Suara.com]Heineken mengatakan upaya peningkatan produktivitasnya akan menghasilkan penghematan dan mengurangi jumlah karyawannya di seluruh dunia sebanyak 5.000 hingga 6.000. Pemangkasan ini akan dilakukan selama dua tahun ke depan.
Beberapa pengurangan akan difokuskan pada Eropa atau pasar non-prioritas yang menawarkan prospek pertumbuhan yang lebih rendah.
Beberapa juga akan dihasilkan dari inisiatif yang telah diumumkan sebelumnya yang menargetkan jaringan pasokan Heineken, kantor pusat, dan unit bisnis regional.
Sementara itu, perusahaan pun berjanji untuk memberikan pertumbuhan yang lebih tinggi dengan sumber daya yang lebih sedikit karena berupaya menenangkan investor yang tidak puas yang mengatakan bahwa perusahaan telah tertinggal dalam hal efisiensi.