Marak Jasa ''Dimarahi'' di China, Cara Anak Muda Sembuh dari Mabuk Cinta
ilustrasi jatuh cinta(Canva/AI)
20:36
15 Februari 2026

Marak Jasa ''Dimarahi'' di China, Cara Anak Muda Sembuh dari Mabuk Cinta

- Banyak anak muda di China kini rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan teguran keras atau "dimarahi" oleh orang asing.

Layanan yang tengah viral ini menyasar mereka yang terjebak dalam kondisi love brain atau "otak cinta".

Istilah itu ditujukan untuk orang-orang yang kehilangan logika dan rasionalitas akibat obsesi berlebih terhadap orang yang dicintai.

Baca juga: Bisnis Elektronik China Diduga Jadi Mesin Cuci Uang Geng Kriminal Brasil

Tarif jutaan rupiah untuk dimarahi

Salah satu sosok yang mempopulerkan tren ini adalah Taozai, seorang influencer dengan pengikut mencapai 2 juta orang. 

Taozai menawarkan jasa konsultasi yang tidak biasa, teguran kasar dan blak-blakan bagi mereka yang curhat soal asmara.

Untuk mendapatkan layanan eksklusif ini, pengikutnya harus membayar biaya keanggotaan sebesar 1.800 yuan atau sekitar Rp 4,3 juta per tahun. 

Dengan tarif tersebut, klien mendapatkan hak istimewa untuk berkonsultasi secara privat atau memotong antrean saat siaran langsung (live streaming).

Baca juga: Kondisi Atlet China Usai Insiden Fatal di Olimpiade, Sempat Tak Bergerak

Dalam salah satu sesi, Taozai pernah menegur seorang wanita dari keluarga kaya yang sedang galau.

"Kamu tidak hanya memiliki 'otak cinta', kamu juga secara tidak sadar mendiskriminasi orang-orang dengan pendidikan rendah dan kaum miskin," ujar Taozai, dikutip dari SCMP, Rabu (11/2/2026).

"Kamu mendiskriminasi orang lain, dan orang lain tidak akan mencintaimu. Ini karma, kamu pantas mendapatkannya," sambungnya tegas.

Teguran serupa juga diberikan kepada seorang pria yang mengeluh tetap memberikan kasih sayang meski pacarnya tidak peduli.

"Kamu sama saja. Hanya lalat yang hinggap di kotoran," cetusnya.

Baca juga: Kisah Yue Li, Lelah Jadi Manajer, Pilih Hidup di Pulau Tak Berpenghuni

Lebih murah dari jasa psikolog

Selain melalui influencer besar seperti Taozai dan Xiakespeare (Zhou Lijuan), jasa serupa juga menjamur di berbagai platform e-commerce. 

Di sana, paket panggilan telepon selama 30 menit dijual seharga 60 yuan atau sekitar Rp 145.000.

Bagi sebagian pengguna, metode "terapi kemarahan" ini dianggap lebih efektif dan ekonomis dibandingkan sesi konseling profesional. 

Baca juga: Hubungan Memanas, Jepang Nekat Amankan Kapal Nelayan China di Laut

Sebagai perbandingan, tarif psikolog di kota-kota besar China berkisar antara 500 hingga 2.000 yuan (Rp 1,2 juta - Rp 4,8 juta) per jam.

"Tiga puluh menit itu membantu saya melupakan mantan. Ini jauh lebih murah daripada pergi ke terapis," ujar salah seorang pengguna jasa tersebut.

Zhou Lijuan pun tak segan melontarkan komentar pedas kepada kliennya. Saat seorang wanita mencari alasan mengapa pacarnya berhenti membalas pesan, Zhou menjawab sinis.

"Siapa yang tiba-tiba berhenti membalas saat sedang asyik mengobrol? Apakah karena tidak ada sinyal di kuburannya?" tutur Zhou.

Baca juga: Standar Warga China Berubah, Petani Durian Malaysia Kini Merana

Penjelasan dari sudut pandang psikologi

Beberapa zodiak punya kecenderungan masih menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan. SHUTTERSTOCK Beberapa zodiak punya kecenderungan masih menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan.

Menanggapi fenomena ini, pakar psikologi menilai bahwa para pencari jasa "dimarahi" ini sebenarnya bukan mencari penghinaan, melainkan kesadaran diri.

Profesor pekerjaan sosial di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan, Zhang Yong, menjelaskan, saat seseorang diliputi emosi negatif, mekanisme pertahanan otak sering kali membuat refleksi diri menjadi sulit.

"Dalam kasus ini, umpan balik eksternal yang kuat, seperti teguran, lebih mungkin memicu kesadaran diri," jelas Zhang.

Namun, ia juga memperingatkan adanya risiko dari tren ini. 

Kurangnya kualifikasi resmi dari para influencer dikhawatirkan dapat memberikan pandangan yang keliru mengenai hubungan asmara.

Baca juga: Saat Malaysia Tsunami Durian gara-gara Selera Warga China Berubah...

Meledaknya "ekonomi emosional"

Munculnya jasa teguran asmara ini menjadi bagian dari tren "ekonomi emosional" yang sedang berkembang pesat di China. 

Masyarakat kini mulai beralih dari konsumsi barang fungsional ke konsumsi layanan yang memberikan kepuasan atau pelepasan emosional.

Laporan industri menunjukkan bahwa pasar ekonomi emosional di China mencapai nilai 2,3 triliun yuan pada 2024. 

Angka ini diprediksi akan terus melonjak hingga melampaui 4,5 triliun yuan pada tahun 2029 mendatang.

Tag:  #marak #jasa #dimarahi #china #cara #anak #muda #sembuh #dari #mabuk #cinta

KOMENTAR