Klarifikasi Serie A ID Soal Unggahan Kontroversial Inter vs Juventus
Bek Juventus Pierre Kalulu menerima kartu merah dari wasit Federico La Penna pada pertandingan akbar pekan ke-25 Serie A Inter Milan vs Juventus yang bergulir di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Minggu (15/2/2026) dini hari WIB.(AFP/PIERO CRUCIATTI)
06:26
16 Februari 2026

Klarifikasi Serie A ID Soal Unggahan Kontroversial Inter vs Juventus

- Unggahan kontroversial akun resmi Lega Serie A dalam versi bahasa Indonesia di platform X (yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter) menarik perhatian media terkemuka di Italia, Sportmediaset.

Media asal Milan ini melaporkan tentang konten yang diunggah akun resmi Serie A berbahasa Indonesia tersebut setelah pertandingan panas antara Inter Milan dan Juventus.

Setelah Inter meraih kemenangan 3-2 atas Juventus, akun @SerieA_ID membagikan foto Lautaro Martinez dan rekan-rekannya yang sedang merayakan kemenangan.

Postingan ini dibuat pada hari Minggu (15/2/2026) pukul 05.41 WIB, tak lama setelah pertandingan Derby d'Italia di San Siro berakhir.

Caption yang menyertai foto tersebut berbunyi, "Puncak semakin dingin untuk King Inter," lengkap dengan emotikon yang menggambarkan kedinginan.

Baca juga: Luciano Spalletti Meledak Usai Skor Inter Milan Vs Juventus 3-2, Wasit Jadi Sasaran

Walaupun terlihat biasa saja, unggahan tersebut ternyata merupakan hasil editan.

Ketika pengguna mengklik tautan 'last edited' di bawah unggahan, terlihat bahwa konten awal yang diposting sebelumnya menimbulkan kontroversi.

Sebelum diubah, konten tersebut menampilkan foto sama namun dengan teks yang dianggap provokatif: "Bla bla bla.....," disertai emotikon yang menunjukkan jari di mulut seakan menyuruh diam.

Postingan asli ini dipublikasikan pukul 05.15 WIB, setengah jam sebelum versi yang telah diedit tersebut.

Karena berbagai perdebatan dan insiden dalam pertandingan yang dianggap merugikan Juventus, tak ayal apabila akun Serie A tersebut dinilai berpihak kepada Inter.

Baca juga: Hasil Inter Milan Vs Juventus 3-2: Drama Lima Gol, Nerazzurri Menangi Derby dItalia

Insiden Pierre Kalulu dan Alessandro Bastoni

Kemenangan Inter diwarnai oleh skandal pengusiran Pierre Kalulu yang mendapat kartu kuning kedua karena menjatuhkan Alessandro Bastoni di babak pertama.

Kalulu menerima kartu kuning fatal tersebut saat berusaha menghentikan Bastoni walau siaran ulang menunjukkan hanya ada sentuhan tangan ringan dari Kalulu ke sang bek timnas italia.

Namun, wasit tidak dapat menggunakan VAR untuk meninjau insiden kartu kuning tersebut.

Bastoni pun merayakan kartu merah Kalulu ibarat telah mencetak gol.

Akibatnya, akun @SerieA_ID diserang oleh pengguna internet yang menuduhnya mendukung Inter Milan dan tidak netral terhadap Juventus.

Akun yang seharusnya mewakili otoritas resmi Serie A diharapkan untuk menunjukkan sikap netral dalam setiap unggahan yang dibuat.

Baca juga: Chiellini dan Manajemen Juventus Murka Soal Kartu Merah Pierre Kalulu

Berita ini juga sampai ke media di Italia, yang melaporkan, "Sebuah kesalahan fatal terjadi pada akun resmi Indonesia di X untuk Liga Serie A," kata Sportmediaset.

Mereka melanjutkan, "Kesalahan fatal di media sosial setelah pertandingan Inter Milan vs Juventus: (menulis) 'Bla bla bla' disertai emoji diam muncul di timeline postingan tersebut."

Penggemar Juventus, tidak hanya dari Indonesia, segera mengekspresikan kemarahan mereka, menuntut pemecatan admin yang dianggap berpikir bahwa mereka berada di akun Inter Channel.

Postingan asli yang berisi teks "Bla bla bla" telah dihapus, tetapi itu tidak menghentikan reaksi pengguna di kolom komentar.

Menanggapi situasi ini, akun @SerieA_ID memberikan klarifikasi pada hari Minggu (15/2/2026) pukul 21.11 WIB.

Klarifikasi tersebut menyatakan, "Sehubungan dengan konten yang dipublikasikan pada akun Lega Serie A Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa konten tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai, garis editorial, maupun posisi institusional Lega Serie A."

"Lega Serie A beroperasi dengan menjunjung tinggi prinsip netralitas, keseimbangan, serta perlindungan terhadap seluruh klub yang berpartisipasi dalam kompetisi."

"Konten tersebut telah dihapus dan langkah-langkah yang diperlukan langsung diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab atas unggahan tersebut."

"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada klub-klub yang terlibat, para penggemar, serta seluruh pemangku kepentingan atas kejadian ini," tulis pernyataan mereka.

Tuntutan Revolusi Perwasitan

Kontroversi mengenai insiden antara Bastoni dan Kalulu akibat kartu merah juga tidak hanya berdampak pada pertandingan tersebut, tetapi memicu tuntutan revolusi dalam perwasitan dan lembaga Serie A.

Ketua Asosiasi Wasit Italia (AIA), Gianluca Rocchi, juga meminta maaf dengan mengakui kesalahan yang dilakukan oleh wasit dalam laga tersebut, Federico La Penna.

"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk insiden tersebut, untuk keputusan La Penna yang jelas keliru, dan untuk ketidakmampuan menggunakan VAR guna memastikan keputusannya," kata Rocchi.

"La Penna terpukul dan kami bersimpati kepadanya, tetapi saya harus berkata jujur kepada Anda, dia bukan satu-satunya orang yang membuat kesalahan."

"Jelas ada simulasi yang dilakukan pemain (Bastoni). Ini kejadian terbaru dari banyak peristiwa sepanjang musim ini di mana mereka mencoba segala cara untuk mengelabui kami," lanjutnya.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, juga membela para pemainnya, menyatakan bahwa sentuhan tetaplah sentuhan, dan tindakan Kalulu menghentikan pergerakan Bastoni adalah fakta yang tidak bisa diabaikan.

"Tidak ada keraguan bahwa Ale merasakan ada sentuhan walaupun ringan. Dia merasakan ada sentuhan, dia sedang mencoba melakukan serangan balik, dan sesuatu yang penting bisa saja terjadi," ujarnya sebagaimana dikutip dari Tuttomercatoweb.

Tag:  #klarifikasi #serie #soal #unggahan #kontroversial #inter #juventus

KOMENTAR