Menhaj: Jangan Ada Jemaah Haji Tidak Terlayani Karena Kelalaian Petugas
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, saat diwawancarai di Asrama Haji, Kota Medan pada Jumat (30/1/2026). (KOMPAS.com/GOKLAS WISELY )
08:10
16 Februari 2026

Menhaj: Jangan Ada Jemaah Haji Tidak Terlayani Karena Kelalaian Petugas

- Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf memperingatkan seluruh Tenaga Pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi agar tidak lalai dalam menjalankan tugas saat pelaksanaan Haji 2026.

Dalam agenda Verifikasi Faktual Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Irfan menegaskan tentang integritas petugas yang menjadi fondasi utama dalam pelayanan terhadap jemaah haji.

"Saya menuntut standar pelayanan terbaik, tidak boleh ada jemaah yang tidak terlayani dengan layak karena kelalaian petugas," tegas Irfan dalam keterangan pers, Senin (16/2/2026).

Menurut Irfan, tugas tenaga pendukung PPIH juga sama dengan petugas haji lainnya yakni menjaga amanah untuk melayani tamu Allah di Tanah Suci.

Baca juga: Menhaj Pastikan Konsumsi Jemaah Haji Berkualitas dan Bercita Rasa Nusantara

"Status sebagai tenaga pendukung PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, tetapi amanah besar untuk melayani tamu Allah," ujarnya.

Karena itu, Irfan mewajibkan seluruh tenaga pendukung untuk mengedepankan dedikasi tinggi dan standar pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.

"Setiap tenaga pendukung memiliki kewajiban moral untuk melayani jemaah dengan dedikasi penuh," ucapnya.

Selain masalah pelayanan, Menhaj juga memberikan peringatan keras terkait praktik korupsi dan gratifikasi di lingkungan penyelenggaraan haji.

"Saya melarang keras seluruh petugas menerima uang, imbalan, atau gratifikasi dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun," imbuhnya.

Baca juga: Siskohat Kini Terintegrasi dengan Nusuk Milik Arab Saudi, Permudah Pengurusan Visa Haji

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa program untuk mendukung kelancaran musim haji 2026.

"Fokus utama saat ini mencakup dua hal, yaitu keamanan jemaah dari jalur ilegal dan optimalisasi ekonomi dalam negeri," ungkapnya.

Yusron menambahkan, kampanye edukasi preventif berbasis media sosial juga digencarkan untuk memberikan informasi akurat kepada WNI, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

"Program yang kami namakan ‘Jihad Medsos’ ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat guna mencegah praktik ibadah haji ilegal," tuturnya.

Baca juga: Menhaj Bertolak ke Arab Saudi, Persiapkan Pelayanan Haji 2026

Selain itu, KJRI juga telah melaksanakan forum Business Matching yang mempertemukan penyedia katering haji dengan importir produk Indonesia.

Forum tersebut bertujuan agar ekosistem haji 2026 menjadi etalase sekaligus pasar utama bagi produk-produk asli Indonesia.

Tag:  #menhaj #jangan #jemaah #haji #tidak #terlayani #karena #kelalaian #petugas

KOMENTAR