Sensasi Hiking di Hutan Baturraden, Diakhiri Berenang di Curug Tirtasela
- Hiking menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona alam di kawasan kaki Gunung Slamet bagian selatan.
Hiking dapat dimulai dari Bumi Perkemahan (Bumper) Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak di kawasan hutan milik Perhutani.
Sepanjang jalur kita akan disuguhi berbagai pepohonan besar yang tinggi menjulang di kanan-kiri. Akar pepohonan besar yang menghiasi beberapa titik jalur menjadi rintangan yang menantang.
Di kawasan tersebut kita juga dapat melihat dari dekat pohon Perca. Pohon tersebut merupakan jenis tanaman keras yang ditanam di kawasan Baturraden oleh orang Belanda pada tahun 1901.
Setelah puas menjelajah kawasan hutan, kita dapat melepas lelah dengan berenang di Curug Tirta Sela. Sensasi kesejukan air pegunungan itu membuat badan menjadi rileks.
Curug tersebut juga memiliki keunikan karena airnya keluar dari sela-sela bebatuan yang berada di tebing dengan ketinggian antara 30 sampai 40 meter.
Salah satu wisatawan, Firman mengatakan, kegiatan hiking di kawasan hutan dapat menjadi salah satu alternatif wisata.
"Kita bisa berwisata, menikmati alam sambil berolahraga. Apalagi hutan di sini masih sangat asri, sehingga udaranya sejuk," kata Firman.
Perwakilan dari Perhutani Alam Wisata (Palawi) Yudi Priyono mengatakan, untuk menikmati sensasi hiking di hutan pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 25.000 pada weekend dan Rp 15.000 pada weekday.
Namun untuk menikmati Curug Tirta Sela, pengunjung harus merogoh kocek kembali Rp 15.000.
Curug Tirta Sela di Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah
Pihaknya juga menyediakan paket hiking untuk rombongan dengan tarif antara Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per orang.
"Untuk paket hiking kami ada yang rute pendek, medium dan panjang dengan durasi mulai 1 jam sampai 2 jam. Paket yang kami tersebut sudah termasuk makan," kata Yudi.
Yudi menceritakan, Curug Tirta Sela baru dibuka untuk umum pada tahun 2019. Sebelumnya, curug tersebut dikenal dengan nama Tengtung. Namun saat itu belum ada akses jalannya.
"Kami namai Tirta Sela, tirta artinya air dan sela adalah batu. Curug ini unik karena airnya seperti keluar dari sela-sela bebatuan. Curug ini tidak pernah kering. Selain untuk berenang, dulu juga pernah ada yang diving," ujar Yudi.
Tag: #sensasi #hiking #hutan #baturraden #diakhiri #berenang #curug #tirtasela