Tumbuh Kembang Tiap Anak Tak Sama, Dokter Tekankan Pentingnya Skrining sejak Dini
Skrining tumbuh kembang merupakan proses penilaian untuk memantau perkembangan anak secara menyeluruh.(Mayapada Hospital Bandung)
19:05
3 Februari 2026

Tumbuh Kembang Tiap Anak Tak Sama, Dokter Tekankan Pentingnya Skrining sejak Dini

– Setiap anak tumbuh dengan ritme dan keunikan masing-masing. Ketika anak mengalami kesulitan belajar atau menunjukkan perkembangan yang berbeda dari teman sebayanya, hal tersebut kerap memunculkan kekhawatiran pada orangtua.

Padahal, kesulitan belajar tidak selalu berkaitan dengan tingkat kecerdasan anak. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut berkaitan dengan proses tumbuh kembang yang perlu dipahami dan dipantau sejak dini.

Dokter spesialis anak dr. Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan, skrining tumbuh kembang merupakan proses penilaian untuk memantau perkembangan anak secara menyeluruh.

Baca juga: Kapan Anak Perlu Diajarkan Edukasi Seks? Ini Penjelasan Psikolog

“Dengan skrining, semakin cepat potensi keterlambatan dapat dikenali dan ditangani melalui intervensi serta stimulasi yang sesuai,” ujar dr. Eddy dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (3/1/2026).

Lakukan skrining sejak dini

Skrining menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan orangtua untuk mengetahui perkembangan otak, perilaku, dan kemampuan belajar anak (neurobehavior). 

Upaya ini bertujuan untuk mengenali potensi keterlambatan atau gangguan perkembangan sejak awal, sekaligus menentukan bentuk dukungan yang sesuai bagi anak.

“Idealnya, skrining dilakukan sejak usia dini dan secara berkala, termasuk pada anak yang tampak sehat,” kata dr. Eddy.

Menurutnya, aspek yang dinilai dalam skrining tumbuh kembang meliputi kemampuan motorik, bicara dan bahasa, kognitif, hingga sosial-emosional.

Baca juga: Pentingnya Orangtua Beri Batasan Sehat untuk Anak

Usia dini, fase krusial perkembangan otak

Hal senada disampaikan oleh dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes. Ia menegaskan bahwa usia dini merupakan fase penting dalam perkembangan otak anak yang akan memengaruhi banyak aspek kehidupan anak ke depannya.

Ia menambahkan, banyak orangtua baru menyadari adanya hambatan perkembangan ketika anak mulai menghadapi tuntutan akademik di sekolah, padahal proses pembentukan fungsi otak telah berlangsung jauh sebelumnya.

“Usia dini merupakan fase penting perkembangan otak anak yang memengaruhi kemampuan belajar, perilaku, dan interaksi sosial,” ujar dr. Rodman.

Jika tidak dikenali sejak awal, hambatan tersebut berdampak pada kesiapan belajar, kemampuan sosialisasi, dan kepercayaan diri anak.

Baca juga: Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Kaki Anak X dan O?

Gangguan belajar bukan tanda anak kurang pintar

Selain tumbuh kembang secara umum, orangtua juga perlu memahami kemungkinan adanya gangguan belajar pada anak. 

Dokter spesialis anak subspesialis neurologi dr. Burhan, Sp.A, Subsp.Neuro(K), menjelaskan bahwa gangguan belajar cukup sering terjadi pada anak usia sekolah.

Gangguan tersebut umumnya berupa kesulitan membaca (disleksia), menulis (disgrafia), dan berhitung (diskalkulia). Ketiga gangguan itu bisa dialami sekitar 5-15 persen anak usia sekolah.

Baca juga: Tak Cukup Sekedar Mengasuh, Tumbuh Kembang Anak Butuh Asih dan Asah

“Kondisi ini sering disalahpahami sebagai kurangnya disiplin belajar, sehingga anak malah tidak mendapatkan bantuan yang tepat,” jelas dr. Burhan.

Menurut dr. Burhan, gangguan belajar berkaitan dengan cara kerja otak anak dalam memproses informasi. 

Oleh sebab itu, anak memerlukan pendekatan serta strategi belajar yang disesuaikan dengan fungsi neurobehavior-nya. 

Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini berisiko memengaruhi prestasi akademik hingga perkembangan emosional

Deteksi dini sebagai bentuk perhatian orangtua

Mengingat masa tumbuh kembang anak sangat menentukan kualitas kehidupannya di masa depan, orangtua dianjurkan melakukan skrining tumbuh kembang sebagai bentuk perhatian dan dukungan, bukan semata-mata karena kekhawatiran. 

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, kehadiran layanan tumbuh kembang yang komprehensif menjadi penting. 

Baca juga: Psikolog Sebut Waktu Liburan Bermanfaat untuk Tumbuh Kembang Anak

Salah satunya melalui Klinik Tumbuh Kembang Anak dan Klinik Neurobehavior Mayapada Hospital Bandung (MHBD) yang menghadirkan layanan terpadu dalam satu pintu, mulai dari deteksi dini hingga pendampingan jangka panjang.

"Layanan ini menjawab berbagai tantangan tumbuh kembang yang banyak dialami, termasuk aspek perkembangan fisik, perilaku, emosi, maupun sosial anak,” ungkap Hospital Director Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, MM.

Layanan yang tersedia mencakup Terapi Okupasi, Terapi Wicara, Terapi Sensori Integrasi, Fisioterapi Anak, psikotes, tes minat dan bakat, tes kesiapan sekolah, hingga konseling pola asuh dan keluarga, dengan dukungan tim dokter multidisiplin serta tenaga profesional berpengalaman.

Tag:  #tumbuh #kembang #tiap #anak #sama #dokter #tekankan #pentingnya #skrining #sejak #dini

KOMENTAR