Momen Gus Yahya dan Gus Ipul Keluar Istana Bareng Usai Diskusi Bareng Prabowo di Istana
- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kompak menghadiri undangan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Diketahui, Prabowo mengumpulkan sejumlah petinggi ormas dan tokoh agama Islam di Istana untuk berdialog. Salah satu bahasan terkait Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Pantauan Kompas.com sekitar pukul 17.56 WIB, Gus Ipul dan Gus Yahya keluar dari gerbang Istana secara bersamaan usai melakukan dialog bersama Kepala Negara.
Gus Yahya tampak berjalan diikuti oleh Gus Ipul serta tokoh-tokoh muslim lainnya yang juga hadir dalam forum yang sama.
Setelahnya, Gus Yahya bersama sejumlah tokoh pun berjalan ke arah podium untuk memberikan keterangan pers di hadapan wartawan.
"Kami mendapat penjelasan dari bapak presiden mengenai banyak hal. Khususnya mengenai upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina," ungkap Gus Yahya usai pertemuan.
Ia menjelaskan, pada tataran nilai semua yang hadir sepakat bahwa menolak penjajahan dan memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat Proklamasi.
Pada tataran prinsip, lanjut dia, semuanya juga sepakat bahwa Indonesia harus membantu membela memperjuangkan Palestina sampai merdeka.
Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo juga memberikan penjelasan soal langkah Indonesia bergabung Board of Peace.
"Pada tataran kebijakan tadi kami mendapatkan penjelasan yang komprehensif dari presiden mengenai pertimbangan-pertimbangan realistis yang dibuat terkait keadaan sekarang berlangsung dan peluang-peluang yang tersedia untuk agar Indonesia ini bisa secara lebih konkret lebih progresif dan mengejar hasil yang lebih nyata berdampak untuk menolong Palestina termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika yaitu Board of Peace ini," jelas dia.
Baca juga: Soal Board of Peace, Menag: Kalau Belum Paham Penjelasan Presiden Berpotensi Beda Pendapat
Dialog Produktif
Sementara itu, Gus Ipul mengungkap dialog antara Presiden RI dan para petinggi ormas Islam dan pondok pesantren di Istana berjalan produktif.
Menurutnya, Presiden RI menjelaskan seluruh kebijakan-kebijakan yang diambil, baik kebijakan dalam negeri maupun kebijakan luar negeri.
Prabowo juga memberikan penjelasan detail soal Board of Peace.
"Jadi Presiden menjelaskan pilihan-pilihan strategisnya bagaimana Indonesia harus turut berkontribusi dan terutama ini yang menjadi pertimbangan adalah masalah kemanusiaan. Jadi ini masalah kemanusiaan dan bisa berkontribusi mencegah adanya korban yang lebih banyak dan berharap ini ya, tidak hanya sendiri toh, dengan 8 negara lain yang juga mayoritas Muslim bisa menjaga," tutur Gus Ipul.
Baca juga: Tokoh-tokoh Ormas Islam Datang ke Istana, Akan Bahas Board of Peace dengan Prabowo
Konflik Internal PBNU
Sebagai informasi, hubungan Gus Yahya dan Gus Ipul sempat meregang ketika konflik internal pada akhir 2025 lalu. Hal itu terjadi ketika mencuat desakan agar Gus Yahya mundur sebagai ketua umum yang berasal dari Syuriah PBNU.
Di tengah dinamika tersebut, Gus Ipul dicopot dari jabatan Sekjen PBNU dan digantikan oleh Amin Said Husni. Namun, nama Gus Ipul justru sempat mencuat akan menggantikan Gus Yahya. Meski belakangan, ia menolak hal tersebut dan menyerahkan penyelesaian persoalan internal PBNU kepada Syuriah.
Berbagai upaya islah pun dilakukan untuk menyelesaikan masalah internal organisasi. Terakhir, rapat pleno memutuskan mengembalikan jabatan Gus Yahya sebagai Ketua Umum, sedangkan Gus Ipul sebagai Sekjen PBNU.
Tag: #momen #yahya #ipul #keluar #istana #bareng #usai #diskusi #bareng #prabowo #istana