13,98 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia, Terbanyak dari Malaysia
Ilustrasi wisatawan mancanegara (wisman).(Dok. Kementerian Pariwisata)
17:07
7 Januari 2026

13,98 Juta Wisman Berkunjung ke Indonesia, Terbanyak dari Malaysia

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia hingga November 2025 tercatat sebanyak 13,98 juta kunjungan. 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan pada 5 Januari 2026, Malaysia masih menjadi negara penyumbang turis terbanyak ke Indonesia, yakni sebanyak 207.040 kunjungan  (17,27 persen) pada November 2025.

"Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari-November 2025 tercatat sebesar 13,98 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,44 persen jika dibandingan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," dikutip siaran resmi BPS, Rabu (7/1/2026).

Sementara itu, khusus bulan November 2025, jumlah wisman yang datang ke Indonesia mencapai 1,20 juta kunjungan. 

Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 11,12 persen dibanding bulan sebelumnya, tetapi naik 9,79 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.

Selain wisman asal Malaysia, negara lainnya yang menyumbang turis terbanyak ke Indonesia pada November 2025 yaitu: Australia sebanyak 135,220 kunjungan (11,28 persen), Singapura sebanyak 126,250 kunjungan (10,53 persen), dan China sebanyak 105,510 kunjungan (8,80 persen).

Berdasarkan jenis pintu masuknya, sebanyak 79,19 persen wisman masuk lewat pintu udara, sebanyak 17,06 persen wisman masuk lewat pintu laut, dan sbeanyak 3,75 persen wisman masuk lewat pintu darat.

Bagaimana target wisman tahun 2026?

Diberitakan Kompas.com (17/12/2025), Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menargetkan sebanyak 16-17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026. 

“Sesuai RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2025 hingga 2029, dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) 2026, target nasional untuk sektor pariwisata adalah 16 hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara.”

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dalam acara Launching Wonderful Indonesia Outlook 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). 

Turis asing gunakan layanan kereta apiDok. KAI DAOP 4 Semarang Turis asing gunakan layanan kereta api

Sebagai informasi, jumlah kunjungan wisaman hingga Oktober 2025 tercatat 12,76 juta. Berdasarkan target tahunan, pemerintah membidik sebanyak 14 hingga 15 juta kunjungan wisman pada 2025.

"Untuk memfokuskan upaya promosi, Kementerian Pariwisata menetapkan 15 negara target utama. Terbukti 15 negara ini menyumbangkan 72 persen dari total kunjungan kumulatif 2025, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbanyak sebesar 17 persen," kata Widiyanti dalam paparannya saat acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Sebanyak 15 negara yang dimaksud meliputi: Malaysia, Singapura, India, Australia, China, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Amerika Serikat, Arab Saudi, Rusia, dan Uni Emirate Arab.

Upaya pemerintah genjot kunjungan wisman pada 2026

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini mengatakan bahwa konektivitas merupakan salah satu kunci pergerakan dan peningkatan wisatawan.

"Betul sekali, konektivitas itu merupakan salah satu kunci dari adanya pergerakan atau peningkatan wisatawan," kata Ni Made saat acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2025 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Ia melanjutkan, merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 71,52 persen wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia menggunakan pesawat atau lewat jalur udara. 

Terbaru, pada Oktober 2025, BPS juga mencatat wisman yang masuk ke Indonesia didominasi naik moda angkutan udara, berkontribusi 81,23 persen. 

Turis asing membeli kuliner khas Kota Bandung pada Festival Kuliner dan Sentra Industri di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat.ANTARA FOTO/RAISAN AL FARIS Turis asing membeli kuliner khas Kota Bandung pada Festival Kuliner dan Sentra Industri di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat.Menambahkan dari Kompas.com (12/8/2025), penetapan 36 bandara internasional tersebut menggenapi 40 bandara internasional yang kini beroperasi di Indonesia. 

Berangkat dari hal tersebut, kata Made, fokus utamanya yaitu berupaya agar bandara-bandara tersebut bisa aktif, konsisten, dan punya demand (permintaan) penerbangan.

"Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan tentu saja, dan kementerian/lembaga lain, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan bahwa konektivitas ini lancar, kemudian bandara-bandara juga terisi," kata Made. 

Ia melanjutkan, kesiapan bandara juga perlu diiringi dengan kesiapan destinasi dalam menyambut wisman.

"Kita harus memastikan bahwa destinasi-destinasi tersebut juga siap untuk menerima wisatawan, sehingga kita bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia," kata Made. 

Made juga menegaskan bahwa kesiapan konektivitas dan destinasi wisata ini tidak hanya ditujukan untuk menyambut wisman, tetapi juga wisatawan nusantara (wisnus).

Tag:  #1398 #juta #wisman #berkunjung #indonesia #terbanyak #dari #malaysia

KOMENTAR