



Sajak: Amba
Amba
Gangga!
Bagaimanakah wujud cinta untuk putramu?
Sesuci apakah bentuk cinta untuknya?
Dewi Gangga nan agung,
cintaku tak sempurna, bagai gending tanpa suara
Apalah arti cinta tanpa balasan,
semuanya hanya melahirkan pengabaian
Bisma putra Gangga dan Santanu,
lantaran lelaki itu diriku dirundung malu
Mengapa Bisma hadir di antara diriku dan Salwa,
jika ia memilih sumpah setia kepada Hastinapura
Oh, Parasurama ... betapa muridmu tak memiliki belas kasih padaku
Dalam hutan belantara telah kuciumi berkat Dewa lewat doa dan permohonan
’’Aku telah ditinggalkan Salwa, juga ditolak Dewabrata Bisma. Wahai Dewa, ke manakah kakiku harus melangkah?”
Jalinan bunga teratai telah dironce,
jawaban dari Dewa Kartikeya telah membalas upaya dan serangkaian doa dari diriku, seorang Amba
Wahai Dewabrata Bisma, bersiaplah engkau akan datangnya kematian lewat diriku yang baru,
Amba, putri Kasi telah mati di ujung panahmu kali ini
Tunggulah ... kelak aku akan terlahir kembali, lantas melihat giliranmu mati.
Kab Smg, Nov’2023
---
Srikandi
Sabda Dewa melahirkan putri baru bagi Drupada
Panchala bersuka ria, lewat tembang dan beraneka rupa bunga
Aku terlahir sebagai Srikandi,
seorang putri berjiwa lelaki
Di pundakku memikul dendam Amba,
lantaran rasa benci yang ia bawa mati
Dewabrata Bisma, akulah wujud kembali dari perempuan yang kau bikin mati
Dulu kau dekap kematianku dalam rasa malu
Tunggulah sebentar dulu,
busur panahku tengah kutajamkan untuk menembus jantungmu
Aku Srikandi, putri Drupada dari Panchala
Membawa sumpah Amba untuk menghabisi Bisma
Lihatlah! Dewabrata Bisma memihak para Korawa
Dalam naungan kuasa Dewa,
anak panahku melesak ... menembus dada Dewabrata Bisma
Amba telah menuntaskan dendamnya,
Sang Dewabrata moksa di Kurusetra.
Kab Smg, Nov’ 2023
---
Gandari
Aku tak hendak lagi melihat sinar matahari juga keindahan duniawi,
bagiku terang dunia tak penting lagi
Bukankah seorang istri harus memberikan pengabdian kepada suaminya?
Lihatlah, aku telah diperistri Dretarastra, raja buta dari Hastinapura
Perempuan sepertiku tak dikehendaki memilih alur hidupnya sendiri,
kendati diriku putri Subala, raja perkasa dari Gandara
Dewabrata Bisma telah membawa alur hidupku
dalam rengkuhan Hastinapura
Puja luhurku kepada Siwa telah melahirkan
seratus putra Korawa, para putra Dretarastra
Mereka membawaku dalam kebajikan,
juga tenggelam dalam kubangan kebencian
Baik buruknya laku anak-anakku, seakan semua menjadi salahku
Sebab, akulah sang ibu
Dalam kisahku, tak ada ibu nan bijak bestari selain Kunti
Tak ada cermin istri setia selain Drupadi
Meski diriku seorang Gandari, penitisan suci Dewi Mati
Kab Smg, Nov’2023
---
Subadra
Bungaku telah layu,
gugur meninggalkan aroma wangi
dan menyeru lewat kenangan akhir kisah pertengkaran di tanah Kuru
Waktuku terasa terhenti
Detak jantung seakan tak terdengar lagi
Gending Lokananta tak bersuara, dicekam sunyi hilang di balik pagar surgawi
Tak juga kudengar bisik para Dewa
Kuncup teratai enggan mekar
Telah jua mati api di pendiangan
Kresna, kakakku nan suci
Mengapa kau biarkan dirinya pergi?
Arjuna, suamiku putra Kunti
Tak adakah dayamu menahan semua penghinaan itu?
Cintaku telah dirampas di Kurusetra
Dayaku turut layu, tak lagi kumiliki seorang Abimanyu.
Kab Smg, Nov’2023
---
ARTIE AHMAD, Lahir di Salatiga 1994. Menulis cerita pendek dan novel.