Sajak: Amba
ILUSTRASI (BUDIONO/JAWA POS)
09:56
7 Januari 2024

Sajak: Amba

Amba


Gangga!

Bagaimanakah wujud cinta untuk putramu?

Sesuci apakah bentuk cinta untuknya?

Dewi Gangga nan agung,

cintaku tak sempurna, bagai gending tanpa suara

Apalah arti cinta tanpa balasan,

semuanya hanya melahirkan pengabaian

Bisma putra Gangga dan Santanu,

lantaran lelaki itu diriku dirundung malu


Mengapa Bisma hadir di antara diriku dan Salwa,

jika ia memilih sumpah setia kepada Hastinapura

Oh, Parasurama ... betapa muridmu tak memiliki belas kasih padaku

Dalam hutan belantara telah kuciumi berkat Dewa lewat doa dan permohonan

’’Aku telah ditinggalkan Salwa, juga ditolak Dewabrata Bisma. Wahai Dewa, ke manakah kakiku harus melangkah?”


Jalinan bunga teratai telah dironce,

jawaban dari Dewa Kartikeya telah membalas upaya dan serangkaian doa dari diriku, seorang Amba

Wahai Dewabrata Bisma, bersiaplah engkau akan datangnya kematian lewat diriku yang baru,

Amba, putri Kasi telah mati di ujung panahmu kali ini

Tunggulah ... kelak aku akan terlahir kembali, lantas melihat giliranmu mati.


Kab Smg, Nov’2023

---

Srikandi


Sabda Dewa melahirkan putri baru bagi Drupada

Panchala bersuka ria, lewat tembang dan beraneka rupa bunga

Aku terlahir sebagai Srikandi,

seorang putri berjiwa lelaki


Di pundakku memikul dendam Amba,

lantaran rasa benci yang ia bawa mati

Dewabrata Bisma, akulah wujud kembali dari perempuan yang kau bikin mati

Dulu kau dekap kematianku dalam rasa malu

Tunggulah sebentar dulu,

busur panahku tengah kutajamkan untuk menembus jantungmu


Aku Srikandi, putri Drupada dari Panchala

Membawa sumpah Amba untuk menghabisi Bisma

Lihatlah! Dewabrata Bisma memihak para Korawa

Dalam naungan kuasa Dewa,

anak panahku melesak ... menembus dada Dewabrata Bisma

Amba telah menuntaskan dendamnya,

Sang Dewabrata moksa di Kurusetra.


Kab Smg, Nov’ 2023

---

Gandari


Aku tak hendak lagi melihat sinar matahari juga keindahan duniawi,

bagiku terang dunia tak penting lagi

Bukankah seorang istri harus memberikan pengabdian kepada suaminya?

Lihatlah, aku telah diperistri Dretarastra, raja buta dari Hastinapura

Perempuan sepertiku tak dikehendaki memilih alur hidupnya sendiri,

kendati diriku putri Subala, raja perkasa dari Gandara


Dewabrata Bisma telah membawa alur hidupku

dalam rengkuhan Hastinapura

Puja luhurku kepada Siwa telah melahirkan

seratus putra Korawa, para putra Dretarastra

Mereka membawaku dalam kebajikan,

juga tenggelam dalam kubangan kebencian

Baik buruknya laku anak-anakku, seakan semua menjadi salahku

Sebab, akulah sang ibu


Dalam kisahku, tak ada ibu nan bijak bestari selain Kunti

Tak ada cermin istri setia selain Drupadi

Meski diriku seorang Gandari, penitisan suci Dewi Mati


Kab Smg, Nov’2023

---

Subadra


Bungaku telah layu,

gugur meninggalkan aroma wangi

dan menyeru lewat kenangan akhir kisah pertengkaran di tanah Kuru

Waktuku terasa terhenti

Detak jantung seakan tak terdengar lagi

Gending Lokananta tak bersuara, dicekam sunyi hilang di balik pagar surgawi

Tak juga kudengar bisik para Dewa

Kuncup teratai enggan mekar

Telah jua mati api di pendiangan


Kresna, kakakku nan suci

Mengapa kau biarkan dirinya pergi?

Arjuna, suamiku putra Kunti

Tak adakah dayamu menahan semua penghinaan itu?

Cintaku telah dirampas di Kurusetra

Dayaku turut layu, tak lagi kumiliki seorang Abimanyu.


Kab Smg, Nov’2023

---

ARTIE AHMAD, Lahir di Salatiga 1994. Menulis cerita pendek dan novel.

Editor: Ilham Safutra

Tag:  #sajak #amba

KOMENTAR