Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Diluncurkan, Airlangga: Perpendek Jarak Pendidikan dengan Lapangan Kerja
– Pemerintah secara resmi telah membuka Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 yang diselenggarakan secara gratis untuk lulusan SMA/SMK. Pendaftaran dibuka secara daring hingga Jumat, 6 Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, , mengatakan program tersebut dirancang untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja peserta agar siap terjun ke dunia kerja.
“Hari ini bersama Menteri Ketenagakerjaan diluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 yang seluruh rangkaiannya diselenggarakan pemerintah secara gratis. Program ini disusun untuk mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, etos kerja, dan untuk dapat bekerja,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kemenaker, Jakarta, Jumat (27/2).
Menurut Airlangga, pelatihan ini mencakup penguatan hard skill maupun soft skill. Program tersebut juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul.
Selain itu, ia memastikan bahwa program vokasi ini mengedepankan konsep link and match dengan kurikulum yang kuat serta dekat dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan demikian, lulusan diharapkan langsung sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah lulusan SMA/SMK pada 2024–2025 mencapai 3,28 juta orang. Saat ini, lulusan SMA tercatat sekitar 31,05 juta pekerja atau 20 persen dari total pekerja nasional sebanyak 148 juta orang.
“Sedangkan SMK berkontribusi pada 20,8 juta atau 14 persen. Sehingga yang kita kejar di sini adalah 35%. Dari 35 persen ini yang ditargetkan oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk di-reskilling dan upskilling,” jelasnya.
Selain mendapatkan pelatihan upskilling dan reskilling, peserta juga memperoleh bantuan transportasi, iuran JKK dan JKM, serta sertifikasi kompetensi berbasis BNSP setelah lulus. Untuk pelatihan tertentu, pemerintah juga menyediakan fasilitas asrama bagi peserta dari luar kota.
Program ini ditargetkan berlangsung dalam tiga batch, masing-masing diikuti 20.000 peserta. Adapun pelaksanaan dilakukan di 33 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta satuan pelayanan Kemnaker di berbagai provinsi.
Pelatihan mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi informasi, komunikasi, bisnis manajemen, pariwisata, fashion atau tata busana, garmen apparel, otomotif, housekeeping, kelistrikan, mekanisasi pertanian, konstruksi, hingga beragam keterampilan lain yang tercantum di laman resmi.
Metode pelatihan dilakukan secara luring, daring, dan hybrid dengan lebih dari 820 kelas pelatihan yang tersebar dalam 31 kejuruan. Program ini juga berjalan paralel dengan program magang yang telah lebih dahulu dilaksanakan pemerintah.
Airlangga berharap program ini mampu memperpendek jarak antara pendidikan dan lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran lulusan SMA dan SMK.
“Kami berharap dan mengapresiasi Kemnaker dan semoga para pelajar SMA/SMK bisa mengikuti program yang memperpendek jarak antara pendidikan dengan lapangan kerja. Dan program ini akan terus didorong dan disempurnakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden," tandasnya.
Tag: #pelatihan #vokasi #nasional #2026 #diluncurkan #airlangga #perpendek #jarak #pendidikan #dengan #lapangan #kerja