Permainan LEGO Bikin MRI Tak Lagi Menakutkan untuk Anak
- Anak yang mendapat edukasi tentang prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI) melalui permainan terbukti lebih kooperatif saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Pendekatan ini bahkan membantu menurunkan kecemasan anak hingga mengurangi kebutuhan anestesi dalam beberapa kasus.
Temuan tersebut mengemuka dalam penutupan program “CALM MRI – Fear to Confidence: Learning through Play with LEGO MRI Kits Programme” yang digelar oleh ASEAN Foundation. Program ini menunjukkan bahwa metode belajar sambil bermain mampu membuat anak lebih siap secara mental saat menghadapi prosedur medis yang sebelumnya terasa menakutkan.
Dalam laporan program, disebutkan bahwa anak-anak yang mengikuti sesi edukasi menggunakan model LEGO MRI mengalami perubahan signifikan. Dari yang awalnya cemas dan takut, menjadi lebih tenang, percaya diri, dan mudah diarahkan saat pemeriksaan berlangsung. Tenaga kesehatan juga mencatat anak-anak tersebut lebih mudah menjalani prosedur, sekaligus memperkuat komunikasi antara tenaga medis, anak, dan orang tua.
Syed Edwan Anwar Syed Ariff Fadzillah, wakil tetap Malaysia untuk ASEAN, menekankan bahwa dampak program ini sangat nyata bagi anak-anak. “Data ini penting. Namun dampak di baliknya jauh lebih bermakna,” kata Syed Edwan, Jumat (27/2)?
Sementara itu, Dr Sonya Anderson, wakil presiden eksekutif Jaringan Internasional United Way Worldwide, menyebut program ini sebagai wujud nyata kerja sama lintas negara.
“Kami bangga menghadirkan misi yang melampaui batas negara: menghadirkan kenyamanan, menginspirasi pembelajaran, dan membangun ketahanan emosional anak-anak yang menjalani prosedur medis,” tuturnya.
Di sisi lain, Ardi Hendharto, senior manager Government and Public Affairs Indonesia–Asia Pacific LEGO Group, mengatakan program ini membuka pendekatan baru dalam membantu anak-anak menghadapi prosedur medis. Melalui pembelajaran berbasis permainan, anak-anak dapat memahami prosedur MRI dengan cara yang lebih ramah dan membangun rasa percaya diri mereka.
Program CALM MRI sendiri merupakan kolaborasi antara ASEAN Foundation, United Way Worldwide, dan LEGO Group. Sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026, sebanyak 648 set LEGO MRI scanner telah didistribusikan ke berbagai mitra di Indonesia dan Singapura, menjangkau lebih dari 1.000 anak dan keluarga melalui lebih dari 50 sesi edukasi.
Selain meningkatkan pemahaman, pendekatan ini juga berdampak pada aspek klinis. Tim pelaksana menemukan adanya penurunan persentase kebutuhan anestesi pada anak yang telah mengikuti sesi pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang tepat dapat membantu anak menjalani prosedur medis dengan lebih nyaman dan minim intervensi tambahan.