BTN (BBTN) Bidik 35.000 Nasabah Wealth Management, Tumbuh 15 Persen
— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menargetkan pertumbuhan bisnis wealth management sebesar 15 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada akhir 2026.
Target tersebut ditempuh melalui strategi pelengkapan produk dan layanan consumer banking serta peningkatan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha, guna menjawab kebutuhan gaya hidup hingga akselerasi bisnis nasabah.
Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan terus berinovasi dan bertransformasi untuk menjadi bank yang relevan di setiap fase perjalanan finansial nasabah, termasuk di Surabaya.
Baca juga: Mengawali Tahun 2026, BTN Cetak Kenaikan Laba Bersih 578 Persen
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memperluas jaringan layanan digitalnya dengan membuka BTN Digital Store di tiga kawasan strategis Jakarta, yakni Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai (BSD), dan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Menurut Oni, pada Tahun Kuda Api ini BTN akan melanjutkan langkah inovasi progresif dengan meningkatkan diversifikasi produk untuk menjawab kebutuhan nasabah.
"BTN terus memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi bank dengan layanan yang semakin komprehensif, sehingga nasabah dapat memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga investasi dalam satu ekosistem," jelas Oni dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).
Wealth management tumbuh double digit
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan mengungkapkan, hingga akhir 2025 segmen wealth management perseroan telah tumbuh double digit, termasuk dari sisi nilai dana kelolaan atau Assets Under Management (AUM).
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, BTN mencatat kenaikan fee based income (FBI) dari bisnis wealth management mencapai 60 persen secara tahunan pada Desember 2025.
Baca juga: Kisah Pejuang KPR, Bekal Gaji UMR Ajukan Kredit Rumah BTN hingga Bisa Lunasi 14 Tahun Lebih Cepat
Perbedaan orang kaya dan kelas menengah tidak hanya terletak pada besarnya penghasilan. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten setiap hari menjadi faktor penentu akumulasi kekayaan jangka panjang.
"Saat ini jumlah nasabah wealth management BTN mencapai sekitar 35.000 nasabah secara nasional dengan target pertumbuhan sekitar 15 persen tahun ini," tutur Rully.
Data tersebut menjadi dasar bagi BTN untuk memperluas penetrasi dan memperkuat layanan di segmen pengelolaan kekayaan, seiring meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap produk investasi dan solusi keuangan terintegrasi.
Perkuat opsi investasi dan akselerasi aplikasi Bale
Rully merinci sejumlah strategi yang disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah wealth management. Salah satunya adalah memperkuat opsi investasi di perseroan, sehingga nasabah memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola dan mengembangkan dananya.
Di sisi digital, BTN mengakselerasi kapabilitas aplikasi Bale by BTN yang kini menjadi platform transaksi dan investasi terpadu bagi nasabah.
Baca juga: Laba Bersih BTN (BBTN) Januari 2026 Naik 578 Persen, Tembus Rp 230 M
Melalui Bale, nasabah dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial mulai dari transaksi harian, pembiayaan, hingga investasi.
Platform tersebut juga menjadi fondasi pengembangan fitur baru, seperti cicilan emas dan layanan investasi lainnya. Langkah ini ditempuh untuk menghadirkan ekosistem layanan yang terintegrasi dalam satu aplikasi.
Strategi beyond mortgage dan penguatan consumer banking
Untuk melengkapi ekosistem tersebut, BTN mempercepat strategi beyond mortgage dengan menghadirkan berbagai produk consumer banking. Produk yang akan diperkenalkan mencakup kartu kredit, buy now pay later (BNPL), serta kredit kendaraan bermotor.
Dengan penambahan produk tersebut, BTN menargetkan kebutuhan finansial nasabah dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh, tidak hanya terbatas pada pembiayaan perumahan.
Baca juga: Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp 555,11 Triliun untuk Hampir 6 Juta Rumah
Ilustrasi kredit, kredit perbankan. Bank optimistis kredit dan likuiditas tetap tumbuh hingga akhir tahun.
Strategi ini sekaligus mempertegas transformasi BTN dari bank yang identik dengan kredit pemilikan rumah menjadi institusi keuangan dengan layanan lebih komprehensif, mencakup transaksi, pembiayaan konsumtif, hingga investasi.
Dorong UMKM naik kelas
Penguatan bisnis wealth management, menurut Rully, berjalan beriringan dengan komitmen BTN dalam mendorong pertumbuhan nasabah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit modal kerja, BTN membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Seiring perkembangan usaha dan peningkatan kapasitas finansial, pelaku UMKM berpotensi bertransformasi menjadi nasabah di segmen Prospera, Prioritas, hingga Private Banking.
Baca juga: BTN Salurkan 4.160 KPR FLPP di Januari 2026
Pendekatan ini dirancang agar BTN tidak hanya mengelola dana nasabah, tetapi juga berperan aktif dalam memastikan nasabah bertumbuh hingga mampu mengelola kekayaan secara optimal.
"Pendekatan terintegrasi ini menegaskan posisi BTN sebagai mitra finansial jangka panjang yang tidak hanya menyediakan solusi keuangan, tetapi juga mendampingi pertumbuhan nasabah dari fase membangun usaha hingga mengelola kekayaan," ujar Rully.
Dengan target pertumbuhan wealth management sebesar 15 persen pada 2026, BTN menempatkan penguatan layanan consumer banking, akselerasi digital melalui Bale, serta dukungan pembiayaan UMKM sebagai bagian dari strategi memperluas basis nasabah dan meningkatkan kontribusi bisnis berbasis komisi.
Tag: #bbtn #bidik #35000 #nasabah #wealth #management #tumbuh #persen