AS-Iran Saling Serang Lagi, Bagaimana Nasib Gencatan Senjata?
- Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali bentrok di kawasan Teluk, yang berisiko merusak gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan.
Apalagi ketegangan ini terjadi di tengah proses negosiasi dengan harapan akan ada solusi diplomatik untuk krisis tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis (7/5/2026) tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat mereka melintasi Selat Hormuz.
"Tiga kapal perusak kelas dunia Amerika baru saja berhasil melewati Selat Hormuz, di bawah tembakan musuh,” tulis Trump di Truth Social dikutip dari Reuters, Jumat (8/5/2026).
Baca juga: Rusia dan China Bisa jadi Sandungan bagi AS untuk Beri Sanksi ke Iran
“Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal tersebut, tetapi kerusakan besar dialami oleh pihak Iran," lanjutnya.
Merespons hal tersebut, militer AS membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran.
Dilansir Kompas.com, Jumat, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyebut fasilitas yang diserang merupakan lokasi peluncuran rudal, drone, dan kapal kecil yang digunakan untuk menyerang kapal AS.
“Pasukan AS mencegat serangan Iran dan merespons dengan serangan untuk membela diri ketika kapal perusak rudal kendali Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman pada 7 Mei,” kata CENTCOM dalam pernyataannya.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik ke 101 Dollar AS per Barrel, Konflik AS-Iran Kembali Memanas
Gencatan senjata tetap berlanjut
Helikopter Apache AH-64 terbang saat berpatroli di Selat Hormuz pada 17 April 2026, di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat-Israel, yang berujung blokade jalur air strategis tersebut.
Meski baru saja saling melepaskan serangan, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata masih berlaku seraya mengeklaim berhasil menghancurkan pasukan Iran.
"Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka," kata Trump di Washington menurut laporan Reuters, Jumat.
Trump juga mengisyaratkan pada Kamis pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Teheran tetap sesuai rencana meskipun terjadi pergesekan.
Di sisi lain, komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya.
Baca juga: Geopolitik Indonesia Membaca Perdamaian AS-Iran
AS disebut melakukan serangan udara terhadap daerah sipil di Pulau Qeshm di Selat Hormuz dan daerah pesisir terdekat.
Militer mengatakan mereka menanggapi dengan menyerang kapal-kapal militer AS di sebelah timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.
Seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengatakan serangan Teheran menimbulkan "kerusakan signifikan," tetapi Komando Pusat AS mengatakan tidak ada aset mereka yang terkena serangan.
Press TV Iran kemudian melaporkan bahwa, setelah beberapa jam terjadi baku tembak, "situasi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir Iran di Selat Hormuz kini kembali normal."
Tag: #iran #saling #serang #lagi #bagaimana #nasib #gencatan #senjata