Kenapa Saklar Lampu Menghadap Atas Saat ON?
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa sebagian besar saklar lampu akan berada pada posisi menghadap ke atas saat lampu menyala (ON)?
Meski terlihat sepele, ternyata posisi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari konvensi standar instalasi listrik yang telah lama diterapkan.
Tradisi tersebut banyak dipengaruhi oleh praktik instalasi di Amerika Serikat dan Kanada, yang menetapkan bahwa posisi atas pada saklar berarti arus listrik sedang aktif atau terhubung.
Mengutip Apiele, produsen peralatan listrik global, dalam sistem instalasi listrik di Amerika Utara, posisi atas pada saklar secara umum dianggap sebagai tanda "aktif" atau "ON".
Sebaliknya, posisi bawah berarti "OFF" atau arus terputus. Konvensi ini kemudian diadopsi secara luas oleh produsen saklar dan praktisi instalasi di berbagai negara, sehingga menjadi semacam standar tidak tertulis di banyak bangunan.
Baca juga: Saklar Berbunyi Klik Saat Ditekan, Apa Artinya?
Meski tidak semua negara secara eksplisit mewajibkan arah tersebut, praktik ini tetap dominan karena dinilai paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Di Indonesia, bila didasarkan pada Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL), posisi saklar harus seragam dalam satu ruangan (semua ke atas atau semua ke bawah) untuk memudahkan operasional.
Faktor perilaku manusia
Salah satu alasan utama di balik posisi saklar menghadap atas saat ON adalah pertimbangan human factors atau faktor perilaku manusia.
Secara psikologis, manusia cenderung mengasosiasikan arah "atas" dengan sesuatu yang positif, aktif, atau menyala. Sebaliknya, arah "bawah" sering diartikan sebagai mati, turun, atau nonaktif.
Konsep ini juga terlihat pada tombol volume (naik untuk memperbesar suara), tuas gas kompor (diputar ke arah tertentu untuk menyalakan), bahkan grafik atau simbol daya (power).
Dengan begitu, posisi atas untuk ON menjadi lebih mudah dipahami tanpa perlu berpikir panjang.
Selain faktor kebiasaan, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan penting.
Baca juga: Kenapa Saklar Dipasang di Dekat Pintu? Ternyata Ada Alasannya
Dalam kondisi darurat, seperti kebakaran atau gangguan listrik, orang cenderung bereaksi cepat tanpa sempat menganalisis posisi saklar.
Dengan konvensi bahwa posisi atas berarti aktif, petugas atau penghuni bisa dengan cepat mematikan listrik dengan menekan saklar ke bawah.
Standarisasi arah ini membantu mengurangi kebingungan, terutama di bangunan publik atau perkantoran.
Apakah saklar on ke atas atau ke bawah bisa dibalik?
Secara teknis, saklar bisa saja dipasang terbalik sehingga posisi bawah menjadi ON. Hal ini bisa terjadi jika instalasi tidak mengikuti konvensi umum atau saat proses pemasangan kurang diperhatikan.
Namun, pemasangan yang tidak sesuai kebiasaan dapat membingungkan pengguna, mengurangi konsistensi instalasi, dan berpotensi menyulitkan dalam situasi darurat.
Karena itu, teknisi listrik umumnya tetap mengikuti standar umum, atas untuk ON, bawah untuk OFF. Jadi sudah tahu kan saklar on ke atas atau ke bawah?
Baca juga: Kenapa Tiba-tiba AC di Rumah Jadi Boros Listrik? Ketahui Penyebabnya