Penyakit Jantung Bisa Terjadi Sejak Lahir pada Anak, Ini Penjelasan Dokter
Penyakit jantung tak hanya menyerang lansia. Dokter jelaskan kelainan jantung bawaan pada anak dan pentingnya deteksi dini sejak lahir.(freepik)
21:12
14 Februari 2026

Penyakit Jantung Bisa Terjadi Sejak Lahir pada Anak, Ini Penjelasan Dokter

Selama ini, penyakit jantung kerap dikaitkan dengan usia lanjut dan gaya hidup tidak sehat.

Padahal, gangguan pada jantung juga bisa terjadi sejak seseorang dilahirkan. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit jantung bawaan (PJB), yakni kelainan struktur jantung yang sudah terbentuk sejak dalam kandungan.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis kardiologi pediatrik dan penyakit jantung bawaan di RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Aditya Agita Sembiring, menjelaskan bahwa PJB merupakan kelainan pada sekat, katup, atau pembuluh darah jantung yang menyebabkan aliran darah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Kelainan ini dapat mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Pada kondisi tertentu, anak bahkan bisa mengalami kekurangan oksigen,” ujarnya dikutip Kompas.com dari keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Mayapada Hospital Surabaya Resmikan Heart & Vascular Center, Layanan Lengkap Pengobatan Jantung

Tidak selalu langsung bergejala

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 8 dari 1.000 bayi lahir dengan kelainan jantung bawaan, dan sekitar seperempat di antaranya memerlukan tindakan medis segera, baik berupa intervensi non-bedah maupun operasi.

Meski demikian, tidak semua PJB langsung menunjukkan gejala saat bayi baru lahir.

Pada beberapa kasus ringan, tanda-tanda baru terlihat ketika anak mulai aktif bergerak.

Orangtua perlu waspada jika bayi tampak cepat lelah saat menyusu, sering berhenti di tengah proses menyusu, atau berat badan sulit naik. Pada anak yang lebih besar, gejala bisa berupa mudah lelah saat bermain, napas cepat, hingga kebiasaan jongkok setelah beraktivitas karena merasa lelah.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah warna kebiruan pada bibir, lidah, atau ujung kuku (sianosis), infeksi paru berulang, serta pembengkakan pada perut atau tungkai.

Penyebab belum sepenuhnya diketahui

Hingga kini, penyebab pasti penyakit jantung bawaan belum sepenuhnya dipahami.

Namun, faktor genetik diketahui berperan dalam sejumlah kasus, termasuk pada anak dengan kondisi seperti Down syndrome atau Turner syndrome.

Selain itu, faktor eksternal selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko. Infeksi seperti rubella atau sifilis, serta konsumsi obat-obatan tertentu pada masa awal pembentukan organ janin, berpotensi memengaruhi perkembangan jantung.

Karena itu, calon orangtua disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum merencanakan kehamilan, terutama jika memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.

Pentingnya deteksi dini

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Jika dicurigai adanya kelainan, pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dada dan elektrokardiografi (EKG) dapat dilakukan.

Adapun pemeriksaan utama atau gold standard untuk memastikan PJB adalah ekokardiografi, yakni pemeriksaan ultrasonografi (USG) jantung yang memungkinkan dokter melihat struktur serta aliran darah di dalam jantung secara detail.

Pada kondisi tertentu, prosedur kateterisasi jantung juga dapat dilakukan untuk mengukur tekanan dan aliran darah di dalam ruang-ruang jantung.

“Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga risiko komplikasi dapat ditekan,” kata dr. Aditya.

Baca juga: Penyakit Jantung Mengintai Usia 40 Tahun ke Bawah, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Penyakit jantung tak hanya menyerang lansia. Dokter jelaskan kelainan jantung bawaan pada anak dan pentingnya deteksi dini sejak lahir.dok. RS Pondok Indah Penyakit jantung tak hanya menyerang lansia. Dokter jelaskan kelainan jantung bawaan pada anak dan pentingnya deteksi dini sejak lahir.

Penanganan disesuaikan kondisi anak

Penanganan penyakit jantung bawaan bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.

Beberapa kasus ringan cukup dipantau secara berkala tanpa tindakan langsung, sambil menunggu anak mencapai kondisi fisik tertentu.

Namun pada kasus yang lebih kompleks, dokter dapat memberikan obat-obatan, melakukan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga tindakan pembedahan untuk memperbaiki kelainan struktur jantung.

Selain terapi medis, dukungan keluarga memegang peranan penting.

Pola makan seimbang, aktivitas fisik ringan sesuai anjuran dokter, serta lingkungan yang bebas asap rokok dan polusi dapat membantu menjaga kondisi anak tetap stabil.

Meski membawa tantangan tersendiri, anak dengan penyakit jantung bawaan tetap memiliki peluang untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengan pemantauan rutin, penanganan yang tepat, serta dukungan keluarga, banyak anak dengan PJB dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif hingga dewasa.

Tag:  #penyakit #jantung #bisa #terjadi #sejak #lahir #pada #anak #penjelasan #dokter

KOMENTAR