Mulai Februari 2026 BI Tak Lagi Rilis Data Aliran Modal Asing Mingguan
Bank Indonesia (BI) mulai 6 Februari 2026 tidak lagi mempublikasikan data aliran modal asing selama sepekan di laman resminya.
Selama ini BI setiap akhir pekan rutin merilis data nominal aliran modal asing yang masuk atau keluar dari pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) selama sepekan.
Bersamaan dengan itu, BI juga melaporkan indikator stabilitas nilai rupiah, imbal hasil SBN, dan premi CDS Indonesia.
Dalam rilis mingguannya, BI menginformasikan bahwa data perkembangan aliran modal asing untuk saham kini dapat diakses melalui website PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca juga: JFX Kantongi Izin Bank Indonesia sebagai Penyelenggara Bursa Derivatif PUVA
Sementara data aliran modal asing untuk SBN dapat diakses dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.
Kemudian untuk data perkembangan kepemilikan SRBI dapat diakses melalui website BI.
"Sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data, perkembangan aliran modal asing dapat diakses melalui website instansi masing-masing," tulis BI dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Namun saat Kompas.com menanyai alasannya lebih rinci ke Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, tidak ada jawaban resmi dari BI sampai saat ini.
Baca juga: Moody’s Ubah Outlook 5 Bank Indonesia Jadi Negatif, Apa Alasannya?
Perkembangan Indikator Rupiah
Dengan adanya perubahan itu, kini bank sentral hanya mengumumkan perkembangan indikator nilai tukar rupiah dan imbal hasil SBN.
Pada pekan ini misalnya, BI melaporkan rupiah dibuka melemah tipis pada level Rp 16.815 per dollar AS pada perdagangan Jumat (13/2/2026), dari penutupan hari sebelumnya di level Rp 16.810 per dollar AS.
Pelemahan mata uang Garuda seiring dengan pelemahan indeks dollar AS (DXY) yang melemah ke level 96,93 pada Kamis (12/2/2026).
Sementara yield SBN tenor 10 tahun turun ke level 6,38 persen pada Jumat, setelah naik ke level 6,42 persen pada hari sebelumnya. Sementara yield US Treasury 10 tahun turun ke 4,09 persen pada perdagangan Kamis.
"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," tulis BI dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).
Tag: #mulai #februari #2026 #lagi #rilis #data #aliran #modal #asing #mingguan