Kolaborasi Industri Dorong Akses Vaksin Nasional
- Kolaborasi antara pelaku industri kesehatan dinilai menjadi salah satu kunci memperluas akses vaksinasi nasional. PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Pfizer Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama strategis untuk memperkuat program vaksinasi pneumonia di Indonesia, Sabtu (14/2/2026), di Jakarta.
"Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan komitmen kami untuk tidak hanya menyediakan layanan kesehatan terintegrasi, tetapi juga berperan aktif dalam pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia," ujar Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Arie Genipa Suhendi.
Ia menambahkan, penguatan vaksinasi nasional menjadi bagian dari kontribusi nyata sektor swasta terhadap kesehatan bangsa.
"Dengan kolaborasi ini, kami yakin dapat memperkuat program vaksinasi nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan bangsa," ujarnya.
Baca juga: Holding BUMN Farmasi Mau Dirombak, Kimia Farma Lepas dari Bio Farma
Fokus pada Akses dan Edukasi
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi pneumonia sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
Seminar ilmiah turut digelar untuk memperkuat pemahaman tenaga kesehatan, pemangku kepentingan, dan masyarakat mengenai manfaat vaksinasi terhadap kualitas hidup dan produktivitas ekonomi.
Langkah ini dinilai sejalan dengan kebutuhan sistem kesehatan yang lebih terintegrasi dan berbasis sains.
Baca juga: Bos Danantara Ungkap Sederet Masalah di Balik Kerugian Kimia Farma
Risiko Pneumonia pada Jemaah Haji dan Umrah
Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan hospitalisasi di Indonesia. Penyakit ini juga tercatat sebagai penyebab utama nomor satu hospitalisasi pada jemaah haji dan umrah, akibat kepadatan, kelelahan fisik, dan paparan lingkungan selama menjalankan ibadah.
Walau belum menjadi vaksin wajib, vaksin pneumonia dapat dipertimbangkan sebagai perlindungan tambahan bagi jemaah. Dengan perlindungan yang lebih baik, risiko gangguan kesehatan selama ibadah dapat ditekan sehingga jemaah dapat kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
PT Kimia Farma Diagnostika, sebagai bagian dari PT Kimia Farma Tbk, menyatakan komitmennya mendukung sistem layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih terjangkau melalui program pencegahan yang terukur.