AS Disebut Selundupkan 6.000 Starlink ke Iran, untuk Apa?
Ilustrasi Starlink. (Starlink)
21:30
14 Februari 2026

AS Disebut Selundupkan 6.000 Starlink ke Iran, untuk Apa?

- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menyelundupkan ribuan terminal internet satelit Starlink ke Iran, di tengah gelombang demonstrasi besar yang mengguncang negara tersebut.

Laporan Wall Street Journal (WSJ) menyebutkan, AS mengirim sekitar 6.000 perangkat Starlink ke Iran, sebagaimana dilansir The Independent, Jumat (13/2/2026).

Pengiriman itu menjadi kali pertama Washington secara langsung memasok teknologi Starlink ke Iran guna membantu warga menghindari sensor internet pemerintah.

Baca juga: Bukan Sekadar Internet, Starlink Bisa Jungkir Balik Geopolitik Dunia

Sejumlah pejabat Pemerintah AS mengatakan kepada WSJ bahwa Kementerian Luar Negeri telah membeli hampir 7.000 terminal Starlink dalam beberapa bulan terakhir.

Perangkat tersebut ditujukan untuk membantu aktivis anti-rezim mengatasi kebijakan pemutusan internet nasional yang diberlakukan Teheran.

Sebelumnya, Pemerintah Iran mematikan akses internet di seluruh negeri selama lebih dari dua pekan untuk meredam protes terkait kemerosotan ekonomi dan anjloknya nilai tukar mata uang.

Tindakan keras aparat dalam merespons demonstrasi itu diyakini telah menewaskan ribuan warga sipil.

Kelompok hak asasi manusia HRANA yang berbasis di AS memperkirakan, sejak demo Iran dimulai pada akhir Desember 2025, sebanyak 7.002 demonstran tewas dan 11.730 lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Keputusan pengiriman perangkat disebut muncul setelah pejabat senior pemerintahan Trump mengalihkan dana dari inisiatif kebebasan internet lain di Iran.

Trump dilaporkan mengetahui rencana tersebut, meski belum dapat dipastikan apakah ia memberikan persetujuan secara langsung.

Baca juga: Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Warga Iran di Tengah Pemadaman Internet

Dukungan Elon Musk

Pedemo Iran anti-pemerintah membakar kendaraan dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.MEDIA SOSIAL via REUTERS Pedemo Iran anti-pemerintah membakar kendaraan dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.Di Iran, kepemilikan terminal Starlink tergolong ilegal dan berisiko hukuman penjara selama bertahun-tahun.

Namun, pemilik SpaceX Elon Musk justru membebaskan biaya langganan bulanan bagi pengguna di Iran sebagai bentuk dukungan pasca-tindakan keras pemerintah.

Langkah penyelundupan itu berlangsung di tengah pembicaraan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran.

Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan militer jika kesepakatan tidak tercapai.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, negaranya tidak mencari senjata nuklir dan siap menjalani verifikasi apa pun.

"Tembok ketidakpercayaan tinggi yang diciptakan AS dan Eropa melalui pernyataan dan tindakan masa lalu mereka tidak memungkinkan pembicaraan ini mencapai kesimpulan," ujar Pezeshkian dalam pidato peringatan HUT ke-47 Iran.

Baca juga: Tarian Oman di antara Iran, Amerika, dan Israel

Di sisi lain, Teheran menuduh Israel berupaya menyabotase negosiasi setelah Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kepala Keamanan Teheran Ali Larijani menegaskan, dialog Iran hanya dilakukan dengan AS.

"Negosiasi kami secara eksklusif dilakukan dengan AS, kami tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Israel," kata Larijani kepada Al Jazeera.

"Namun, Israel telah menyisipkan diri ke dalam proses ini dengan niat untuk merusak dan menyabotase negosiasi tersebut," tambahnya.

Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait laporan pengiriman terminal Starlink tersebut.

Teheran terus menuduh Washington berperan dalam menyebarkan perpecahan di dalam negerinya.

Baca juga: Rencana Berubah, AS Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Timur Tengah

Sumber: Kompas.com/Danur Lambang Pristiandaru

Tag:  #disebut #selundupkan #6000 #starlink #iran #untuk

KOMENTAR