Belum Dibuka, Jembatan Besar Rp 9,3 Triliun Sudah Retak-retak
- Beberapa hari sebelum Jembatan Bridgewater baru yang merupakan proyek infrastruktur terbesar di Negara Bagian Tasmania, Australia, dibuka, retakan besar terlihat di salah satu pilarnya.
Temuan tersebut menyebabkan pekerjaan tambahan dilakukan menjelang pembukaan resmi jembatan pada 1 Juni 2025, seperti tercantum dalam dokumen yang dirilis melalui mekanisme Hak untuk Memperoleh Informasi (RTI) bulan ini.
Jembatan senilai 786 juta dollar Australia (Rp 9,35 triliun) itu didanai pemerintah negara bagian dan pemerintah federal, menjadi bagian dari Jalan Raya Midland yang membentang di atas Sungai Derwent, menggantikan jembatan lama yang dinonaktifkan.
Baca juga: Ban Pecah Kena Lubang Jalan, Sopir Ditilang Rp 1,6 Juta
Retakan ditemukan pada alas atau tumpuan beton di bagian atas pilar 1, dan dikategorikan sebagai “cacat tidak kecil”.
Departemen Pengembangan Negara Bagian menjelaskan, istilah tersebut merupakan ketentuan kontrak dan tidak berkaitan dengan risiko keselamatan pengguna jalan.
“Jembatan tersebut sudah aman,” demikian pernyataan pihak departemen, dikutip dari ABC Australia, Kamis (12/2/2026).
Alas itu terhubung pada “kunci” yang menopang dek jembatan dan menjaga pergerakan struktur tetap terkendali, misalnya akibat ekspansi termal.
Masalah tersebut kali pertama dilaporkan oleh verifikator independen proyek saat inspeksi pada 27 Mei 2025.
Baca juga: Jembatan Baru di China Ambruk Kena Gunung Longsor, Belum Setahun Berdiri
Temuan itu mendorong dilakukannya penguatan di lima titik sepanjang jembatan yang memiliki panjang 1,28 kilometer.
Sebagian pekerjaan dianggap penting untuk memenuhi Sertifikasi Penyelesaian Pembukaan dari verifikator sebelum jembatan dibuka pada 1 Juni 2025.
Investigasi terhadap retakan menunjukkan perlunya penguatan tambahan agar jembatan mampu bertahan dalam kasus beban ekstrem, seperti gempa bumi, banjir, atau benturan kapal.
Direktur proyek menyatakan, penguatan tersebut diperlukan untuk memenuhi persyaratan kontrak.
Menurut dokumen departemen, kunci geser pada pilar yang bermasalah dirancang untuk menahan pergerakan dari semua arah horizontal.
Namun, kapasitas bebannya ternyata salah hitung saat fase desain jembatan.
Baca juga: Rencana Jembatan Melaka–Indonesia Dikritik Politisi Malaysia, Dinilai Tak Realistis
Salah hitung beban jembatan
Jembatan Bridgewater, yang menjadi bagian dari Jalan Raya Midland membentang di atas Sungai Derwent.Pada Juni 2025, bulan pertama jembatan mulai dilintasi kendaraan, McConnell Dowell (MCD)—perusahaan kontraktor desain dan pembangunan—menyelidiki penyebab retakan di Pilar 1.
Pemodelan kapasitas beban untuk kedua pilar selatan dinyatakan tidak akurat karena reklamasi lahan di sisi selatan tidak diperhitungkan.
Ringkasan departemen mencatat, perhitungan ulang menunjukkan beban pada kedua pilar jauh lebih tinggi (hingga 100 persen) dibandingkan estimasi awal.
“Tampaknya beban geser di P1L melebihi SLS (Service Limit State) dari alas jembatan, yang mengakibatkan retakan pada alas dan adukan semen,” demikian bunyi ringkasan tersebut.
Service Limit State memastikan struktur tetap berfungsi dan tahan lama dalam kondisi operasi normal.
Dokumen itu juga menyebut MCD mengusulkan desain baru yang diperkuat, dan secara prinsip disetujui pada Oktober 2025.
ABC telah mengajukan pertanyaan kepada pihak MCD, tetapi perusahaan menolak berkomentar.
Baca juga: China Resmikan Jembatan Tertinggi di Dunia, Perjalanan 2 Jam Jadi 2 Menit
Dalam pernyataan terpisah, Departemen Pengembangan Negara Bagian menyebut pekerjaan perbaikan dan penguatan pada pilar 1 telah dituntaskan.
“Jembatan Bridgewater Baru telah disertifikasi aman untuk digunakan sebelum pembukaannya pada 1 Juni 2025, dan retakan yang teridentifikasi pada pilar 1 tidak menimbulkan risiko apa pun bagi pengguna jalan atau masyarakat umum,” ujar seorang juru bicara.
“Jembatan modern dirancang untuk lentur dan bergerak, dan kunci geser terus berfungsi sebagaimana mestinya dalam kondisi operasi normal.
Penguatan lalu dilakukan untuk memperhitungkan kekakuan tanah reklamasi di ujung selatan jembatan.
Pemodelan terbaru menunjukkan gaya lebih tinggi dari yang diperkirakan pada alas jembatan, kemungkinan menyebabkan retakan tersebut.
Departemen menambahkan, analisis pasca-pembukaan mengidentifikasi kebutuhan penguatan tambahan untuk menjamin ketahanan jangka panjang dalam peristiwa ekstrem seperti gempa besar atau benturan kapal.
“Pekerjaan ini tidak terkait dengan keselamatan operasional jembatan, yang selalu terjamin,” demikian keterangan departemen.
Jembatan Bridgewater sebelumnya juga sempat menghadapi persoalan pembangunan.
Pada Oktober 2024, proyek tambahan dilakukan untuk memperbaiki masalah keselarasan beberapa bagian jembatan.
Baca juga: Taktik Ukraina Bom Jembatan Crimea Gagal, Ketahuan Rusia dari Mobil
Tag: #belum #dibuka #jembatan #besar #triliun #sudah #retak #retak