Kawasan Industri Harus Dukung Implementasi Energi Hijau
PLTS Atas SUN Energy di AEON Mall Deltamas, Kawasan Industri GIIC, Jawa Barat(Dok. SUN Energy)
18:48
14 Februari 2026

Kawasan Industri Harus Dukung Implementasi Energi Hijau

SUN Energy mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia melalui pendekatan Energy-as-a-Solution.

Pendekatan perusahaan pengembang proyek energi surya tersebut merupakan rangkaian solusi keberlanjutan terintegrasi yang dirancang untuk membantu kawasan industri dan tenant menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi, dan memenuhi standar ESG global.

CEO SUN Energy Jefferson Kuesar mengatakan, melalui pendekatan ini, SUN tidak lagi hanya menyediakan energi surya, tetapi menghadirkan ekosistem solusi energi yang mencakup PLTS Atap, manajemen dan penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional.

"Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara komprehensif dan berkesinambungan," kata dia dalam keterangan resmi, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: PLTS Atap di Indonesia, Bagaimana dengan Limbahnya?

Sejalan dengan komitmen tersebut, ia menambahkan, SUN telah mengimplementasikan PLTS di tiga kawasan industri strategis, Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka, puluhan megawatt kapasitas sistem energi surya telah terpasang di lebih dari 20 lokasi proyek.

Pengembangan PLTS di kawasan industri menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem green industrial park. Sebagai pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi berskala besar.

Jefferson mengatakan, kawasan industri memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi operasional sekaligus menjaga daya saing jangka panjang, sejalan dengan target dekarbonisasi nasional dan Net Zero Emissions 2060.

“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” imbuh Jefferson.

Lebih lanjut, ia bilang, melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, SUN Energy tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri.

Sedikit catatan, laporan Center for Global Sustainability mencatat bahwa 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan penggunaan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih.

Di antara implementasi yang berkembang, Kawasan Industri Jababeka menjadi salah satu area yang telah mengadopsi PLTS secara kolektif.

SUN mengembangkan PLTS dengan kapasitas total 1,8 MW untuk tenant lintas sektor termasuk material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga industri kemasan.

"Inisiatif ini berpotensi menjadi pilot area bagi model kawasan rendah karbon," tutup dia.

Tag:  #kawasan #industri #harus #dukung #implementasi #energi #hijau

KOMENTAR